Tips For Health
2789x352-no1

Tips Diet Anti Kanker

Diet dengan cara Makan Sehat

Kanker bisa diatasi dengan menjalankan diet sehat. Seperti apa?

Salah satu bentuk diet yang disarankan adalah mulai menghindari protein hewani seperti daging, ayam, telur, dan produk olahannya. Lemak hewan banyak mengandung asam arakidonat (AA), penyebab inflamasi sebagai media angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru) untuk sel kanker berkembang. Itu berbeda dengan ikan laut dingin seperti salmon, makarel, tuna, atau ikan kembung. Jenis ikan-ikanan ini kaya asam lemak esensial eikosapentaenoat (EPA) yang anti-inflamasi.

Selain itu, enzim tubuh juga terkuras untuk mencerna daging. Kondisi tersebut berakibat sistem imunitas tubuh lemah dan tidak dapat mencerna dinding sel kanker dari protein yang kuat. Daging yang tidak tercerna membusuk di saluran cerna, menjadi racun sebagai makanan sel kanker.

Karena itu, diet sehat yang dianjurkan adalah mulai memperbanyak mengonsumsi protein nabati dari kacangan-kacangan seperti: kacang kedelai (tahu atau tofu), kacang merah, kacang hijau, kacang tanah, kacang panjang, kacang buncis, polong-polongan, dan padi-padian yang kaya asam fitat yang mampu mengikat zat besi. Ikatan kompleks asam fitat dan zat besi membentuk antioksidan melawan kanker, terutama kanker usus. Sementara itu, pada kacang-kacangan terdapat fitosterol yang berkhasiat sebagai anti kanker. Menu ini juga menyuplai mineral dan vitamin seperti zinc, Mg, Cu, Mn, dan selenium di mana sistem imunitas enzimatik tubuh aktivitasnya tergantung pada mineral ini. Sementara itu, boleh juga ditambah makanan dengan kandungan vitamin A,C,E, dan beta karoten yang merupakan antioksidan sekunder.

Selanjutnya, kita bahas seputar karbohidrat. Beras merah, jagung, ubi jalar, kentang, singkong, oatmeal, dan gandum adalah sebagian karbohidrat kompleks yang baik dikonsumsi. Namun, tidak dianjurkan karbohidrat simpleks seperti gula putih, tepung dan olahannya, serta pemanis buatan karena dapat meningkatkan kadar insulin dan IGF (insulin like growth factor) yang pro-inflamasi. Tapi jagung dan tebu alami tidak masalah bila dikonsumsi utuh atau tidak diolah. Gula aren dan madu asli boleh dicoba asal tidak berlebihan. Lemak dari ikan laut, buah alpukat, minyak zaitun virgin, dan minyak rami merupakan paduan yang paling baik.

Komposisi lain yang juga bisa maksimalkan untuk diet sehat antikanker adalah sayuran dan buah. Sayur dan buah merupakan makanan pembentuk alkali yang baik bagi penderita kanker. Serat makanan ini, dapat menyerap toksin dan melancarkan sistem pencernaan dan pembuangan melalui feses. Zat bioaktif yang terdapat pada sayur dan buah sangat bermanfaat mengatasi kanker.

Bayam memiliki zat bioaktif karotenoid yang oleh tubuh akan diubah menjadi vitamin A sebagai antioksidan yang meningkatkan respons sistem imun baik untuk kanker paru, payudara, dan serviks. Sawi, kembang kol, kubis savoy, dan kale keriting, punya zat bioaktif glukosinolat yang baik untuk mengatasi kanker paru, payudara, lambung, dan usus besar. Begitu pula dengan tomat, bawang merah, bawang putih, bit, brokoli, asparagus, kubis merah, dan sayuran hijau lainnya. Buah-buahan yang meningkatkan imunitas tubuh seperti kiwi, pepaya, nanas, jambu biji, aprikot, melon, markisa, pisang, lemon, jeruk, strawberry, blueberry, anggur, apel adalah sederet buah yang mudah didapat dan dengan harga terjangkau, tapi bermanfaat sebagai antikanker yang baik. Dengan meningkatnya daya tahan tubuh, maka sel-sel imun aktif bisa mengatasi sel-sel kanker.

Agar lebih maksimal manfaatnya, jangan lupakan pula proses penyajian makanan diet tersebut. Makanan sebaiknya tidak diproses agar zat bioaktif, mineral, vitamin, dan enzim yang dikandung tidak rusak. Ikan misalnya, akan lebih baik direbus, dikukus, atau dipepes dibanding kalau harus digoreng. Makanan juga akan terasa lebih lezat dengan bumbu alami seperti kunyit, bawang putih, bawang merah, tomat, dll.

Kemudian, kalau sayur akan lebih baik dilalap. Jika tidak bisa dilalap, dikukus, direbus beberapa menit agar tidak bonyok. Boleh diblender. Cuci bersih di air mengalir. Sementara kalau buah sebaiknya buah lokal, karena biasanya buah impor cenderung banyak yang memakai pengawet. Buah juga lebih baik dimakan utuh daripada diblender. Paling baik konsumsi buah dan sayur minimal dengan 2 warna dan minimal tiga porsi sehari.

WHO menganjurkan makan sayur dan buah paling sedikit 5 porsi setiap hari (1 porsi buah setara 150 gram, sedangkan 1 porsi sayur setara 75 gram sayuran mentah). Khusus untuk apel dikonsumsi dengan kulitnya dan hindari buah olahan dalam kaleng dan buah manisan lainnya.

Konsumsi juga air putih 8-10 gelas sehari untuk memperlancar proses detoks melalui ginjal. Jangan minum minuman olahan yang banyak mengandung bahan kimia.

Jangan Lupakan Doa

Harus dipahami pula bahwa kanker merupakan penyakit yang melibatkan pikiran dan jiwa. Karena itu, doa bisa membantu penyembuhan. Hati yang ikhlas memicu hormon kebahagiaan endorphin yang mengaktifkan sel natural killer sebagai pembasmi sel kanker. Sebaliknya, stres akan melemahkan sel natural killer.

Juga, jangan kebanyakan melamun! Jika mungkin, lebih baik lakukan aktivitas sesuai hobi agar hati senang, seperti membaca, menyanyi, menyulam, dsb. Tambah pula dengan berolahraga teratur sesuai kemampuan. Cukup 30- 60 menit agar sirkulasi darah lancar, oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel normal terpenuhi, khususnya sel imun. Tujuannya, detoks pun ikut lancar, sampah metabolisme terangkut keluar tubuh melalui keringat, urin, dan feses.

Berjemurlah juga di terik matahari pagi, namun cukup 20-30 menit, untuk menyerap provitamin D sehingga vitamin D tubuh tercukupi. Vitamin D akan mengoptimalkan penyerapan kalsium yang dapat mencegah penyebaran kanker.

Jangan lupa, tidur malam hari 7- 8 jam. Perlu diketahui, jika kurang tidur, akan membuat hormon Leptin menurun di mana ini akan memicu nafsu makan makanan yang manis.

Usahakan juga agar jangan terlalu mengonsumsi obat kimia, kecuali atas saran dokter ahli. Jangan biasakan juga makan makanan dengan bahan pengawet, pewarna, dan sejenisnya.

“Jadikan makanmu sebagai obat,” kata Hipocrates, bapak kedokteran. Jadi, sudah sehatkah makanan Anda hari ini?

Oleh: dr. Suwardi
Natural Medicine Practitioner di Jakarta Natural Health Center

 

 

 

2789x352-no2

Your comment

advertise-your-business_4-500x500
Follow Twitter
qotd_stars_500x500