JENI HIDAYAT
Selasa, 10 Maret 2015

Q:

Tips Komunikasi untuk Internet Marketing

Saya sebagai Internet Marketer dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan pelanggan atau calon pelanggan, agar tercipta suasana akrab. Namun kebanyakan saya selalu bingung menentukan topik pembuka dan bagaimana cara komunikasinya. Kadang saya mau langsung saja, tanpa ada basa-basi dulu. Mohon bimbingannya.

AW:

Cara berkomunikasi tiap orang berbeda-beda. Pendekatannya pun berbeda-beda pula. Karena itu, sebagai seoarang marketer, ada baiknya Anda belajar banyak hal, sehingga bisa membawa topik pembuka pembicaraan dari berbagai sisi. Anda bisa belajar dari membaca buku, menyimak informasi aktual, atau sekadar menyimak tajuk berita utama dari media massa. Semua itu bisa jadi bahan pembicaraan hangat yang bisa menjadi topik pembuka pembicaraan.

Namun, yang paling utama dari semua itu sebenarnya adalah kesediaan Anda melayani dengan ketulusan. Posisikan diri Anda sebagai teman, dan bukan semata orang yang ingin berjualan. Jadikan produk yang Anda tawarkan sebagai salah satu bagian dari solusi atas kebutuhan yang mereka cari. Dengan pendekatan tersebut, Anda akan lebih mudah mencari titik temu untuk berkomunikasi lebih intens dan membawa manfaat bagi rekan bicara. 


NELLY ANDRIYANI
Jumat, 6 Maret 2015

Q:

Suami Kurang Mendukung Usaha

Pak Andrie, kenapa ketika usaha sudah berkembang baik—omzet sudah bagus, marjin sudah bagus—justru suami menilai saya terbalik, bahkan sering membuat statement negatif tentang saya. Padahal tujuan saya sukses juga untuk suami dan keluarga. Saya berharap dia mendukung saya, tetapi suami bilang saya terlalu mengaturnya. Karena kecewa, akhirnya saya serahkan kendali usaha ke suami. Yang terjadi, bisnis perlahan menjadi bangkrut dan tidak bisa membayar kewajiban, dan tetap yang disalahkan saya penyebabnya. Apa yang harus saya lakukan?

AW:

Salah satu kunci sukses usaha bersama pasangan adalah komunikasi dan kesalingterbukaan. Coba bicarakan baik-baik dengan suami, kondisi apa yang sebaiknya dilakukan menyikapi berbagai hal terkait usaha yang dijalankan. Bisa jadi ada hal yang dirasa sudah pas dari Anda, ternyata suami melihat sisi yang lain. Begitu pun sebaliknya. Sehingga, tidak terjadi titik temu.

Maka, ada baiknya, segera cari titik temu dan keseimbangan, pada sisi mana yang Anda berdua bisa saling kompromikan. Sehingga, apa pun yang terjadi pada usaha, adalah sebuah keputusan bersama yang satu sama lain saling dukung dan saling mengerti. Dengan begitu, apa pun masalah usaha yang terjadi, solusi yang diberikan adalah keputusan bersama dan bukan hanya ide dari salah satu pihak saja. Sehingga, kekompakan dan kebersamaan yang selalu dikedepankan akan membuat usaha lebih berkembang di tangan Anda berdua. 


M SULAIMAN
Senin, 2 Maret 2015

Q:

Agar Usaha Berkembang Luas

Langsung saja ya, Pak. Saat ini saya punya usaha distributor kosmetik dan sabun. Market-nya sudah ada, tinggal perkembangannya masih kurang. Karyawan cuma dua. Sistem keuangan juga masih amburadul karena kadang saya campur dengan uang pribadi. Saya juga ada utang di bank dan saudara. Bagaimana solusinya biar usaha saya cepat berkembang dan cepat lunas utang-utangnya? Rencana ke depan, saya tidak akan mengandalkan satu usaha saja. Karena selama hampir dua tahun kok rasanya hanya jalan di tempat...

AW:

Membaca hal yang Anda hadapi, sepertinya Anda perlu melakukan evaluasi keseluruhan terhadap kondisi usaha. Mulai dari evaluasi internal, misalnya dari manajemen keuangan, manajemen karyawan, hingga manajemen terkait hal teknis pekerjaan. Kemudian dari sisi eksternal, Anda juga perlu melakukan evaluasi pasar, distribusi, hingga kompetisi yang terjadi.

Dari evaluasi tersebut, Anda bisa mulai memilah dan memilih, hal mana saja yang bisa jadi prioritas untuk dimaksimalkan atau diselesaikan. Soal keuangan misalnya, segera pisahkan uang usaha dan uang pribidi. Ini berhubungan juga dengan utang Anda. Jika uang usaha masih dicampur, besar kemungkinan keuntungan usaha malah dipakai untuk kebutuhan pribadi, sehingga kewajiban bayar utang bisa tertunda dan akhirnya malah bertumpuk dengan bunganya.

Intinya, dari evaluasi yang dilakukan, Anda bisa menemukan titik fokus, ke mana dan bagaimana usaha tersebut dijalankan, sekaligus bagaimana proyeksi hasilnya ke depan. Dengan evaluasi itu, Anda juga bisa menemukan hal yang tidak baik untuk dihilangkan, dan hal yang baik untuk diteruskan. Dengan cara itu, usaha Anda bisa berkembang lebih secara lebih terencana dan terukur. Sehingga, niat Anda segera bebas utang dan mengembangkan usaha bisa dicapai.

Tetap semangat!


GANDA
Selasa, 10 Februari 2015

Q:

Antara Wiraswasta dengan Pegawai, untuk Modal Berkeluarga

Saya saat ini memiliki usaha kecil (2 toko), dengan penghasilan cukup. Tabungan selama 5 tahun berusaha, sudah cukup untuk pendidikan S2 dan membeli kendaraan. Saya saat ini dalam kondisi start to save money from zero, especially for wedding. Dalam diri saya muncul keraguan, apakah untuk biaya menikah (yang cukup besar), saya harus melamar pekerjaan di perusahaan atau tetap berusaha dengan dua toko kecil ini? Sementara passion saya sebagai pedagang. Mohon sarannya, Pak.

AW:

Ganda, Anda mengatakan bahwa passion Anda adalah menjadi pedagang dan bahkan sudah cukup sukses dengan memiliki dua toko. Menurut saya, berbekal pengalaman itu akan lebih baik daripada Anda harus memulai dari bawah menjadi pegawai yang Anda sendiri mungkin malah belum berpengalaman. Maksimalkan saja apa yang Anda miliki dan kuasai saat ini. Lalu, lakukan perencanaan keuangan yang lebih baik, sehingga biaya pernikahan bisa diatur sedemikian rupa untuk dicapai. Jika Anda bisa bekerja lebih keras dan lebih bisa mengatur keuangan dengan baik, bisa dimungkinkan, Anda tak perlu menunggu lama untuk bisa mengumpulkan biaya pernikahan Anda.


VIDI
Selasa, 3 Februari 2015

Q:

Takut Ditolak

Belakangan ini saya merasakan takut ditolak orang bila menghubungi orang melalui telepon untuk membuat janji temu, untuk memperkenalkan suatu produk jasa keuangan, yaitu asuransi. Sebelumnya saya berani menghubungi orang melalui telepon. Teman dan saudara mengatakan, “Lakukan saja, memang kalau ditolak kamu mati?” Keinginan melakukannya sudah ada, namun "kaki" ini seperti ada yang menahan. Mohon bimbingan Bapak.

AW:

Halo Vidi. Rasa takut biasanya muncul karena kurang adanya persiapan. Dan, untuk mengatasinya, satu-satunya cara adalah dengan menyiapkan diri lebih baik. Anda sudah pasti pernah diajari berbagai metode untuk menjadi telemarketer atau minimal punya referensi orang lain yang sukses menjalankan tugas yang sama dengan yang Anda lakukan. Belajar dengan metode tersebut dan pelajari contoh sukses tersebut, lalu matangkan dengan latihan, maka lama-lama Anda akan makin terasah dan lebih siap untuk mengatasi rasa takut. 




Kirimkan Pertanyaan Anda


Nama

Email

Subject
Pertanyaan