LAGA NOERDI HAMZAH
Senin, 3 November 2014

Q:

Bekerja Tidak Sesuai Minat

Pak Andrie Wongso yang luar biasa, saya sekarang bekerja tidak sesuai dengan minat. Saya merasa berat dan susah dalam mempelajari apa yang saya kerjakan. Terkadang saya ingin berhenti, tapi jika demikian saya malu kepada orangtua dan teman-teman (saya sudah berjanji dan pamitan, serta minta doa mereka agar saya bisa bekerja dengan baik).

Pertanyaannya, apakah saya harus berhenti di pekerjaan saya yang sekarang, lalu bekerja sesuai minat dan apa yang saya sukai? Atau saya tetap bekerja agar tidak mengecewakan mereka, sambil menabung modal untuk membuka usaha sendiri (tapi dalam jangka waktu yang lama)? Mohon jawabannya.

AW:

Halo Noerdi,

Bekerja adalah soal tanggung jawab. Jika memang saat ini Anda bekerja tidak maksimal karena merasa belum sesuai dengan minat dan akhirnya jadi stagnan atau bahkan bisa mengganggu keseimbangan tim, ada baiknya Anda cari pekerjaan lain yang lebih sesuai. Untuk itu ada baiknya Anda evaluasi diri sendiri. Sebab, tak jarang orang bekerja belum sesuai minat, namun karena punya komitmen kuat, bekerja dengan hati, menjaga amanah sesuai yang dipercayakan, lama-lama hal yang kurang disuka bisa jadi hal yang biasa, dan malah ujungnya bisa berprestasi pula.

Sedangkan untuk membuka usaha itu pun sebenarnya juga merupakan sebuah pilihan yang belum pasti. Karena itu, pilihan ada di tangan Anda. Perluas wawasan, jangan gegabah ambil keputusan, pilah pilih dan pertimbangkan mana yang terbaik untuk Anda dan orang-orang terdekat. 


SYUIF ALI ARDIANSAH
Kamis, 30 Oktober 2014

Q:

Mengkhawatirkan Masa Depan

Pak, saya adalah penggemar Anda. Saya mau bertanya, apakah kita harus mengkhawatirkan masa depan?

AW:

Kita hidup di saat ini. Masa lalu adalah telah lewat, jangan disesali. Begitu pula masa depan belum terjadi, tak perlu takut menghadapi. Syaratnya adalah dengan memaksimalkan hari ini, menjadikan hari ini selalu hari yang lebih baik dari hari kemarin, niscaya tak ada yang perlu dikhawatirkan di masa depan. Selamat berjuang, Ali! 


VIVIAN
Sabtu, 18 Oktober 2014

Q:

Mengatasi Sifat Keras Kepala

Saya merupakan tipe orang yang sangat keras kepala. Saya sering mendapatkan masalah karena sifat saya ini. Karena sifat keras kepala membuat saya kerap kali tidak menyadari kesalahan yang saya lakukan, juga menyebabkan saya sulit untuk menerima saran-saran baik yang diberikan oleh orang di sekitar saya. Oleh karena itu, saya mohon sarannya untuk mengurangi sifat keras kepala ini, Pak. Terima kasih.

AW:

Anda merasa dan sadar bahwa diri Anda keras kepala itu sebenarnya sudah merupakan langkah pertama yang bagus untuk memperbaiki sikap. Sekarang, semua kembali pada diri Anda. Kalau merasa itu merupakan hal yang merugikan, jangan biarkan ego membuat Anda meneruskan sikap itu. Kikis habis sikap itu, meski mungkin di awal terasa kurang memberi kenyamanan. Ingat, Anda hidup tidak seorang diri. Kita bisa berkembang jika mau saling menghargai dan tidak asal menang sendiri. 


AWENK
Kamis, 16 Oktober 2014

Q:

Renew Contract or Get Out?

Salam sukses Pak Andrie, saya lagi bingung antara di-renew contract atau get out dari perusahaan. Karena perusahaan tiap satu tahun renew contract para stafnya. Ada yang get out, ada yang continue. Dalam keadaan seperti ini bagaimana saya bisa memotivasi diri dan konsisten dalam bekerja setiap hari? Terima kasih pak.

AW:

Halo Awenk. Masalah continue atau get out itu sebenarnya merupakan sebuah keputusan yang didasarkan pada banyak pertimbangan. Jika Anda merasa sudah berbuat yang terbaik dan maksimal namun tak kunjung dapat kontrak tetap, bisa jadi itu adalah “pertanda” Anda mulai mencoba mencari karier di tempat lain. Tentu, setelah menimbang banyak hal.

Yang paling utama, sebenarnya kembali pada diri sendiri. Jika sudah merasa berkontribusi maksimal, konsisten memberikan yang terbaik, pasti selalu ada jalan menuju perbaikan karier, entah di perusahaan saat ini atau harus pindah ke tempat lain. Tetap semangat!


JLK
Jumat, 3 Oktober 2014

Q:

Potensi Diri

Salam Pak Andrie, saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan sebagai staf biasa. Namun karena mampu menguasai banyak hal secara autodidak, saya kerap kali dimintai bantuan oleh staf lain—bahkan atasan dari luar departemen kerap mengajak berdiskusi mengenai jalan keluar suatu masalah. Yang menyedihkan, saya tidak dipandang oleh atasan saya sendiri. Bahkan ketika saya menyinggung kenaikan gaji,  beliau terlihat seperti tidak senang. Apakah saya harus menerima keadaan ini, atau mencari perusahaan lain yang lebih menghargai potensi saya? Tolong bantu saya menjadi orang yang lebih bijak dan kaya mental.

AW:

Kerja maksimal Anda pasti akan terbayar, entah dalam waktu dekat atau suatu saat nanti. Jika Anda terus bisa menunjukkan prestasi—saat hukum perubahan terjadi—mungkin saja tiba-tiba pimpinan berganti dan Anda akan segera mendapat perbaikan karier lebih cepat.

Atau, bisa jadi, saat ini ada headhunter yang sedang memperhatikan sepak terjang Anda, hingga saatnya tiba, akan memberikan penawaran kerja lain yang lebih baik. Untuk itu, jangan pernah mengendurkan semangat. Tetap berusaha, bekerja, dan berkarya maksimal!




Kirimkan Pertanyaan Anda


Nama

Email

Subject
Pertanyaan

Terbaru