HARIO
Rabu, 6 Mei 2015

Q:

Kepemimpinan Dalam Tim

Saya ada pertanyaan sedikit mengenai kepemimpinan saya dalam team.
1. Saya tipe orang yang kritis, tidak tenang hati ini kalau pekerjaan team itu tidak saya lihat langsung. Bagaimana menghilangkan hal tersebut?
2. Dalam hal memimpin team, saya tidak terlalu percaya pada team saya, dalam hal ini selalu ada rasa khawatir pada orang-orang dalam team. Bagaimana cara supaya saya bisa lebih percaya tidak khawatir terus seperti ini?

AW:

Pak Hario, Anda perlu lebih membuka diri terhadap berbagai kemungkinan. Biasanya, Anda kurang percaya itu karena mungkin pernah ada referensi kegagalan yang terjadi akibat Anda tidak menangani secara langsung. Padahal, dengan kesalingterbukaan, Anda akan bisa mendapat banyak masukan dan jika ini bisa berjalan baik, pelan-pelan kepercayaan itu bisa ditanamkan.

Namun, untuk itu, Anda juga perlu membuat sistem. Misalnya, dengan menentukan standar hasil yang disepakati bersama. Jika memang hasilnya ketika dievaluasi belum mencapai target, artinya memang ada yang salah dan Anda perlu tegas menegur, setelah sebelumnnya mencari di mana letak kesalahan yang membuat hal itu terjadi. Dengan sistem kontrol semacam ini, Anda bisa lebih mudah menanamkan rasa percaya, karena ada sistem yang mengatur semuanya.

Semoga bisa menjadi solusi. 


NUNK
Kamis, 23 April 2015

Q:

Ketika Rumah Tangga Mulai Goyah

Pak, saya minta saran, apa yang harus saya lakukan ketika rumah tngga saya mulai goyah? Suami saya tak mau jadi imam ketika beribadah.

AW:

Satu hal utama yang perlu dilakukan adalah komunikasi dua arah dan disampaikan dengan cara yang baik-baik. Coba tanyakan mengapa suami tidak mau lagi jadi imam. Dan, jika diberikan alasan tertentu, coba Anda dan suami bicarakan bagaimana jalan tengah yang bisa disepakati Anda berdua. 


CHACA
Rabu, 15 April 2015

Q:

Antara Kuliah dan Menikah

Pak, saya sekarang sedang kuliah baru di semester 2. Nah orang tua saya menginginkan saya agar cepat menikah mengingat usia saya sudah 23 tahun, yang menurut mereka sudah cukup untuk menikah ... Sedngkan saya ingin lulus kuliah dulu baru menikah. Apa yang saya harus lakukan? Terima kasih.

AW:

Orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Karena itu, jika memang itu keinginan mereka sementara Anda punya keinginan sendiri, ada baiknya Anda berkomunikasi dengan mereka. Sampaikan alasan-alasan Anda dan apa yang Anda inginkan sebagai tujuan hidup. Dan, dengarkan juga dari pihak orangtua mengapa mereka menginginkan Anda menikah cepat. Dari komunikasi tersebut, semoga Anda dan orangtua bisa menentukan yang terbaik bagi semua pihak. 


ASTUTI R
Kamis, 2 April 2015

Q:

Ingin Mengejar Impian

Pak, dari kecil saya punya impian. Jadi saya resign dari kuliah saya karna ingin mengejar impian saya, Tapi banyak orang yang mengatakan saya agar bangun dari mimpi dan melihat kenyataan. Banyak teman kampus saya mengatakan bahwa keputusan saya adalah salah.

Saya memutuskan untuk resign atas dasar pertimbangan yang sudah cukup matang, lagipula kuliah yang saya jalankan saya rasa tidak sesuai dengan passion yang saya miliki. Saya tahu saya salah karena dari awal memilih jurusan itu, yang sebenarnya masih ada keraguan dalam hati..

Saya pernah membaca artikel bapak, tentang bagaimana mengetahui sebuah keputusan itu benar atau salah. Ketika saya membayangkan impian saya, saya merasa mempunyai semangat dan kebahagiaan yang saya tidak dapat ketika saya menjalankan kuliah.

Bagaimana menurut bapak? Apa yang harus saya lakukan untuk menanggapi penilaian orang?

AW:

Mengejar passion memang tak salah. Tapi, semua juga harus diperhitungkan dari beragam sudut pandang. Sepanjang Anda tahu persis apa tujuan Anda, sudah mempersiapkan segala yang diperlukan untuk menuju pada arahan tersebut, dan benar-benar mau memperjuangkan sepenuh hati, peluang untuk meraih sukses selalu ada. Tapi sebaliknya, jika Anda hanya mengikuti perasaan tanpa persiapan sama sekali, lebih baik tekuni apa yang ada sekarang. Apalagi, Anda sudah berada di tengah-tengah jalan, sehingga jika mengambil keputusan tak meneruskan kuliah bisa jadi malah akan mengecewakan orang-orang, misalnya orangtua yang membiayai. Jadi, pikirkan matang-matang keputusan Anda, jangan gegabah, pertimbangkan segalanya dengan matang.

Sedangkan soal penilaian orang, Anda perlu membuktikan dahulu pencapaian apa yang bisa Anda wujudkan. Sebab, biasanya orang menilai apa yang tampak. Maka, jika memang Anda sudah memilih dan menentukan jalan hidup, perjuangkan saja semaksimal mungkin, maka waktu yang akan membuktikan, bahwa penilaian orang bisa saja salah atau benar.

Selamat berjuang! Sukses selalu untuk Anda!


JENI HIDAYAT
Selasa, 10 Maret 2015

Q:

Tips Komunikasi untuk Internet Marketing

Saya sebagai Internet Marketer dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan pelanggan atau calon pelanggan, agar tercipta suasana akrab. Namun kebanyakan saya selalu bingung menentukan topik pembuka dan bagaimana cara komunikasinya. Kadang saya mau langsung saja, tanpa ada basa-basi dulu. Mohon bimbingannya.

AW:

Cara berkomunikasi tiap orang berbeda-beda. Pendekatannya pun berbeda-beda pula. Karena itu, sebagai seoarang marketer, ada baiknya Anda belajar banyak hal, sehingga bisa membawa topik pembuka pembicaraan dari berbagai sisi. Anda bisa belajar dari membaca buku, menyimak informasi aktual, atau sekadar menyimak tajuk berita utama dari media massa. Semua itu bisa jadi bahan pembicaraan hangat yang bisa menjadi topik pembuka pembicaraan.

Namun, yang paling utama dari semua itu sebenarnya adalah kesediaan Anda melayani dengan ketulusan. Posisikan diri Anda sebagai teman, dan bukan semata orang yang ingin berjualan. Jadikan produk yang Anda tawarkan sebagai salah satu bagian dari solusi atas kebutuhan yang mereka cari. Dengan pendekatan tersebut, Anda akan lebih mudah mencari titik temu untuk berkomunikasi lebih intens dan membawa manfaat bagi rekan bicara. 




Kirimkan Pertanyaan Anda


Nama

Email

Subject
Pertanyaan