Catatan Andrie Wongso
2789x352-no1

Survive! Miliki Daya Tahan Ekstra Saat Menghadapi Tantangan

survive-3

Apa yang akan Anda lakukan jika suatu saat mengalami hal yang kurang mengenakkan? Sudah pasti, reaksi pertama, kalau tidak mencoba menghindar, ya sebisa mungkin melawan. Bahkan, saat dalam kondisi kepepet atau terjepit, justru di sanalah kita kerap mengeluarkan kekuatan yang di luar perkiraan.

Kisah seorang nenek di Amerika Serikat yang berhasil melawan perampok yang hendak mengambil dompetnya adalah salah satu bentuk “kekuatan” tersebut. Atau, melalui di internet, kita menemukan kisah seorang perempuan, yang dengan berani mengejar jambret yang mengambil tasnya. Sang jambret akhirnya berhasil ditangkap dan bahkan dihajar massa. Tapi, keberanian perempuan itulah yang mengawali keberhasilan sang jambret bisa dibekuk.

Dalam teori Charles Darwin (1809-1882), ada hal yang disebut sebagai survival of the fittest. Ungkapan tersebut mengajarkan, bahwa sebagai makhluk hidup, yang akan bertahan dan sukses adalah mereka yang bisa memiliki daya tahan dan kemampuan beradaptasi dengan cepat. Cara bertahan ini bisa bermacam-macam. Namun yang pasti, setiap mereka yang punya daya tahan hebat, utamanya ketika menghadapi berbagai ujian dan tantangan, akan tumbuh jadi pribadi yang kuat.

Di sinilah survival menjadi suatu nilai filosofi yang selayaknya jadi pegangan siapa saja. Sebab, di tengah era kompetisi yang serbaketat, perkembangan serbacepat, dituntut adaptasi dan kemampuan bekerja yang hebat.

Ada satu pembelajaran yang bisa kita lihat dari sebuah video yang sempat beredar luas di internet. Dalam video tersebut tampak bagaimana seekor anak gajah bertahan dari serangan maut beberapa ekor singa ganas yang siap menjadikannya santapan. Sang gajah berjuang, berusaha lepas dari cengkeraman maut singa-singa kelaparan. Sudah pasti, taring tajam dan kuku runcing menancap ke tubuh gajah dan sempat menyakitinya. Namun, dengan keberanian ekstra—kekuatan survive luar biasa—sang gajah menemukan solusi untuk lari ke sungai dan mengembalikan tenaga yang hampir hilang ketika melawan singa-singa di daratan. Hasilnya, saat sudah kembali tenaganya, gajah kecil itu bahkan bisa menakut-nakuti gerombolan singa dengan tenaganya yang memang besar. Gajah pun selamat.

Dear Readers,

Kemampuan survive ini sebenarnya dimiliki siapa saja. Kita pasti memiliki daya bertahan ekstra tersebut, layaknya sang anak gajah. Hanya saja, banyak di antara kita yang kerap sudah menyerah saat mengalami sulitnya halangan dan tantangan yang menghadang. Padahal, sejatinya Sang Pencipta menjadikan kita manusia dengan segala kelengkapan yang luar biasa. Dari kemampuan berpikir, kemampuan bertindak, kemampuan bergerak, semua itu adalah modal survive menghadapi berbagai macam keadaan.

Memang, kita malah kerap merasakan titik batas kita sendiri. Sebelum menjalani sesuatu, sudah takut dulu. Sebelum bertindak, sudah terganggu oleh berbagai kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri di otak. Akhirnya, kita jadi seperti kisah elang yang menjelma jadi anak ayam. Dalam berbagai kisah inspiratif disebutkan bagaimana anak elang yang dirawat ayam jadi elang lemah yang berlaku dan bertindak seperti ayam. Akibatnya, saat diserang elang, sang elang merasa dirinya juga ayam yang hanya bisa lari sembunyi. Padahal sejatinya, ia bisa terbang tinggi dan tumbuh kuat seperti elang lain. Namun, karena dibesarkan dengan batasan pola pikir layaknya ayam, ia pun tumbuh seperti ayam yang tak bisa terbang.

Maka, perlu kita telusuri kembali, apakah saat menghadapi kesulitan, kita bertindak layaknya anak elang yang jadi ayam atau mau seperti anak gajah yang pantang menyerah menghadapi ancaman kematian. Kita sendirilah yang bisa memutuskan. Apakah akan jadi pribadi yang gampang menyerah, ataukah punya kekuatan survival yang melebihi batas?

Kembali menilik pada ungkapan Darwin, maka mereka yang sukses adalah pribadi yang masuk kategori survival of the fittest. Hanya mereka yang mampu beradaptasi, bertahan, berjuang, dan akhirnya mencapai standar baru kekuatan melebihi batasan yang dimiliki sebelumnya, yang akan jadi pemenang. Maka, bagi siapa saja yang merasa sudah menyerah hanya dengan satu dua tantangan, coba lihat lagi ke dalam diri, sudah pantaskah menyerah? Jika tidak, terus berusaha, terus mencoba, terus berjuang. Kuatkan langkah, tegaskan pada diri, bahwa saya pasti bisa! Maka, jalan sukses akan selalu terbuka untuk para pejuang (survivor) seperti Anda!!!

Salam sukses luar biasa!

2789x352-no2

Comments

  1. amin says:

    OK BANGETTTT

Your comment

advertise-your-business_4-500x500
luar-biasa-500x500-1
qotd_stars_500x500