Catatan Andrie Wongso
2789x352-no1

Makna Perjalanan Hidup

makna-perjalanan-hidup

Alkisah, di sebuah negeri, dua orang anak muda pergi mendaki ke bukit. Di sepanjang jalan di bukit tersebut, terdapat permen beraneka bentuk dan rasa, dengan aroma yang menggiurkan dan warna-warni yang sedap dipandang mata. Mereka masing-masing membawa sebuah tas besar di pundak.

Anak pertama berjalan cepat dan tergesa-gesa, sibuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya permen yang ditemukan di sepanjang perjalanannya. Harapannya, ia akan segera sampai di puncak dengan membawa permen lebih banyak dari temannya. Alhasil karena terlalu sibuk berjalan cepat sambil memenuhi tasnya, sampailah ia di lereng bukit dengan peluh bercucuran dan bibir kering karena kehausan.

Di atas bukit, ia bertemu dengan seorang pertapa bijaksana yang menyapanya, "Hai anak muda, mengapa nafasmu tidak teratur dan terlihat sangat lelah? Dan apa yang kamu bawa, di dalam tas yang tampak berat dan penuh di pundakmu itu?"

Anak muda itu menjawab, "Saya mendaki bukit dengan tergesa-gesa dan tidak sempat beristirahat. Di dalam tas inilah, terkumpul permen-permen yang tampak enak dan lezat, yang ada di sepanjang perjalananku kemari.”

"Tasmu tampak penuh, pasti permen yang kamu kumpulkan cukup banyak. Tetapi, apakah kamu sudah mencicipi permen-permen itu? Bagaimana rasanya?" tanya sang pertapa.
|
"Waduh... jujur saja, saya tidak sempat mencicipi sepotong permen pun. Seharian tadi saya hanya sibuk berjalan tergesa-gesa agar sesegera mungkin sampai kemari dan mengumpulkan permen sebanyak-banyaknya,” jawab anak muda sambil sibuk mengatur nafas. ”Maaf, saya haus sekali. Bolehkah saya minta air untuk minum?" Kemudian mereka berdua pun melanjutkan berbincang sambil memasuki pondok si pertapa.

Cukup lama setelah itu, datanglah temannya yang berjalan dengan santai hingga ke atas bukit, sambil memberi hormat dan menyapa sang pertama. Si teman berteriak gembira, "Wahhh, bukit ini ternyata sangat istimewa dan indah pemandangannya. Di perjalanan tadi, aku melihat burung-burung beraneka jenis, kelinci-kelinci yang bermain riang, juga tampak sepasang rusa yang sangat cantik. Dari dari puncak bukit ini, sungguh luar biasa panorama seluruh desa dan danau di bawah sana! Dan semuanya terasa semakin mempesona saat permen-permen yang manis ini menemani perjalananku sekaligus membantuku mengurangi dahaga. Wow... indahnya hari ini!"

Sambil tersenyum, pertapa itu mengomentari dan berkata, "Anak-anak muda, perjalanan ke bukit ini bisa diumpamakan sebagai proses sebuah kehidupan. Semua orang punya tujuan hidup, yang pada akhir kehidupan menuju kematian. Walaupun akhir hidup adalah kematian, tetapi bukan itu tujuan utamanya. Yang terpenting adalah bagaimana proses perjalanan menuju ke sana. Kualitas kita menjalaninya. Karena cepat atau lambat, semua akan sampai pada tujuannya. Akan tetapi proses perjalanan, pengalaman, dan kenangan yang dilalui tidak dapat terulang kembali.”

Dear Readers,

Di kehidupan sebagian manusia, ada yang sibuk mengumpulkan sesuatu yang menurutnya berharga, tetapi tidak mampu menikmati setiap proses pencapaiannya dan mengabaikan sekitarnya.

Sesungguhnya di sekitar kita sangat banyak ”harta karun” yang sangat berharga, yang membuat hidup kita penuh warna kebahagiaan. Tetapi karena kesibukan, kita membiarkannya terlewatkan dan akhirnya penyesalan datang belakangan karena kita tidak bisa menikmati hidup.

Mari, menikmati setiap proses dalam kehidupan kita, serta terus belajar dan berjuang untuk sukses yang lebih besar, lebih bermanfaat bagi banyak orang.

Salam sukses luar biasa!!

2789x352-no2

Your comment

advertise-your-business_4-500x500
luar-biasa-500x500-1
qotd_stars_500x500