Profile
2789x352-no1

Kontraktor Perumahan Khusus Orang Miskin

Kontraktor Perumahan Khusus Orang Miskin_2014-11-06 15-11-48_Iye-218

Jika kita amati perumahan di sekitar kita, pada umumnya hanya diperuntukkan untuk orang-orang dengan kemampuan ekonomi yang baik. Sedangkan untuk "kelas bawah", mungkin hanya gigit jari untuk bisa memiliki rumah sendiri apalagi di perumahan.

Elang Gumilang adalah pria kelahiran Bogor, 6 April 1985. Pria muda yang menyelesaikan studinya di Jurusan Manajemen IPB 2007 silam ini, telah menjadi salah satu orang sukses usia muda di Indonesia.

Biografi
Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada namun bergaya hidup sederhana. Ayahnya adalah seorang kontraktor perumahan besar di ibukota. Pendidikan moral dari orang tuanya tertanam baik. Sebagai pelajar sekolah, ia termasuk siswa yang gemilang. Jiwa wirausaha Elang mulai terasah saat duduk di bangku kelas tiga SMA. Ketika itu ia menentukan target, saat lulus harus dapat menghasilkan uang 10 juta sendiri untuk biaya kuliah. Ia ingin menempa dirinya agar bisa mandiri tanpa bantuan orang tua. Elang berjualan donat ke sekitar sekolah dasar di Bogor, namun akhirnya ketahuan orang tuanya dan disuruh berhenti karena UAN akan menjelang.

Mencoba berbagai bisnis

Bukan Elang namanya jika harus kehilangan akal. Ia kemudian mengikuti perlombaan Java Economic Competition se-Jawa dan Kompetisi Ekonomi oleh UI dan ia keluar sebagai pemenangnya. Uang hadiahnya ia kumpulkan untuk biaya kuliah.

Setamat SMA, Elang masuk ke Fakultas Ekonomi IPB tanpa tes. Saat itulah bermodal uang sejuta ia kembali berniat untuk bisnis. Awalnya ia berjualan sepatu dan mampu menangguk untung 3 juta, kemudian berganti menyuplai lampu neon fakultas. Namun karena bisnis lampu perputarannya lambat, ia kemudian beralih ke bisnis minyak goreng.

Bisnis minyak goreng ini perputarannya cepat namun menggunakan otot sehingga mengganggu kuliah. Akhirnya ia berhenti dari bisnis ini. Ia kemudian memikirkan bisnis yang tak menggunakan otot. Alhasil tercetuslah bisnis lembaga kursus bahasa Inggris di kampusnya. Elang menggunakan tenaga pengajar langsung dari luar negeri sehingga kampus mempercayakan lembaga milik Elang tersebut sebagai mitra. Karena bisnis ini tidak menguras tenaga, Elang kemudian menggunakan waktu luangnya untuk menjadi pemasar perumahan.

Sebenarnya tanpa harus beralih ke bisnis properti, Elang sudah berkecukupan, ia sudah punya mobil dan rumah sendiri padahal masih kuliah semester 6. Namun Elang merasa ada yang kurang. “ Kenapa saya merasa resah, padahal segalanya saya sudah punya. Apa lagi yang membuat saya resah?” ujarnya.

Bisnis propertilah yang dipilih Elang untuk digeluti, namun properti untuk orang miskin. Hal ini karena hatinya tersentuh melihat nasib rakyat yang sulit memiliki rumah karena keadaan ekonomi, “ Banyak orang di Indonesia terutama di kota besar yang belum memiliki rumah karena mahalnya harga properti. Padahal di antara mereka sudah berumur 60-an tahun. Biasanya kendalanya adalah uang muka yang mahal dan cicilan yang mencekik,” begitu ungkapnya.

Elang kemudian mengiklankan propertinya di koran lokal Jawa Barat untuk menekan biaya. Karena harga perumahan yang ditawarkan begitu murah, pada tahap awal langsung terjual habis. Walau harganya sangat murah namun fasilitas pendukungnya lumayan lengkap seperti klinik 24 jam, angkot 24 jam, ada lapangan olah raganya, dekat sekolah juga serta dekat pasar dan rumah ibadah. Kebanyakan konsumennya adalah buruh pabrik, staf TU IPB, dan ada juga pemulung.

Sukses yang sudah ditangan tak lantas membuat Elang lupa diri. Ia menyishikan 10 persen dari setiap penjualan untuk kegiatan amal seperti membantu orang miskin, memberi bantuan modal pada pengusaha kecil serta memberi beasiswa.

Elang masih memiliki impian yang belum terwujud, yaitu mengembangkan perusahaan yang diberi nama Elang Group itu agar bisa menampung 100 karyawan baru sehingga dapat membantu menekan angka pengangguran.

2789x352-no2

Your comment

advertise-your-business_4-500x500
Follow Twitter
qotd_stars_500x500