Profile
2789x352-no1

Jadilah Perempuan yang Pertama

Tammy Tibbetts_web (2)

She’s the First mendorong anak-anak perempuan di seluruh dunia untuk menjadi “perempuan yang pertama”. Bisa menjadi presiden perempuan pertama di suatu negara, dokter perempuan pertama di suatu negara, dokter pertama di sebuah desa hingga anak perempuan pertama yang lulus sekolah di suatu keluarga.

Ide itu dikembangkan oleh Tammy Tibbets, 31 tahun, beberapa tahun lalu. Namun tak segera terwujud meski sudah memiliki domain internet, Shesthefirst.org. Suatu kali di bulan Mei 2009 ia membaca sebuah artikel di suatu harian Liberia, Teenage Motherhood Alarming. Artikel itu mencoba menjelaskan bahwa pihak gereja tengah berusaha untuk mencegah terjadinya remaja hamil sebelum nikah: No Marriage, No Baby. Tammy berpikir, kenapa banyak remaja yang hamil di luar nikah? Menurutnya itu karena kurangnya pendidikan.

Tammy kemudian menautkan link berita itu di akun Facebook-nya. Tak lama kemudian muncul komentar dari beberapa temannya. Di antaranya dari Christen Brandt, teman Facebook-nya yang pernah bertemu dalam satu acara di New York. Mereka kemudian terlibat diskusi seru sampai akhirnya sepakat untuk bertemu melanjutkan diskusi.

Tiga bulan kemudian mereka bertemu di New York. Setelah berdiskusi panjang lebar Tammy dan Christen sepakat untuk mengembangkan Shesthefirst.org. Maka pada bulan November 2009 website itu pun resmi diluncurkan. “Ada sekitar 39 juta anak perempuan di dunia berusia 11-15 tahun yang tak sekolah. Bayangkan jika setiap orang yang tinggal di California tak sekolah, maka nasibnya akan seperti itu,” katanya membandingkan dengan jumlah penduduk di California.

Ia juga mengaku prihatin dengan masih tingginya diskriminasi pendidikan terhadap kaum perempuan.Menurut data yang ia peroleh, sebanyak 78 persen anak laki-laki dan perempuan di negara berkembang bisa menikmati pendidikan SD. Namun hanya 33 persen perempuan yang melanjutkan pendidikannya ke SMP.

Lalu ia membuat ilustrasi. Kaum perempuan itu, katanya, memiliki pengaruh besar pada pendidikan anak-anaknya. Jika ia berpendidikan lumayan, maka ia akan mendorong anaknya untuk mendapatkan pendidikan lebih tinggi lagi. Dan jika itu terjadi berarti sudah ada efek domino yang akan meningkatkan taraf hidup suatu keluarga.

Jadilah Perempuan yang Pertama_2013-04-30 14-37-13_Tammy

Melalui organisasi inilah ia bisa bekerja sama dengan sejumlah lembaga untuk mengumpulkan dana dan mendistribusikannya sebagai beasiswa pada anak-anak remaja putri. Sejauh ini ia dan timnya di She’s the First sudah memberikan beasiswa pada 200 orang perempuan di delapan negara untuk mendapatkan pendidikan lebih tinggi, menjadi perempuan pertama yang sukses di kariernya, di negaranya, di kotanya, di lingkungannya, bahkan di keluarganya.

Ide dan prakarsa Tammy ini dianggap berperan besar pada perkembangan remaja putri dunia di negara-negara berkembang. Tak heran jika ia dinominasikan meraih sejumlah penghargaan. Selain itu, She’s the First dianggap sebagai ide baru lembaga kategori “Social Entrepreneurship”.

2789x352-no2

Your comment

advertise-your-business_4-500x500
luar-biasa-500x500-1
qotd_stars_500x500