Peristiwa Luar Biasa
2789x352-no1

Hari Sumpah Pemuda ke-88: “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”

ln_post_1305

Hari ini, 28 Oktober 2016, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-88.  Peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan momentum lahirnya bangsa Indonesia dan buah perjuangan rakyat dari penindasan kolonialisme. Penderitaan selama penjajahan membuat para pemuda bertekad untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia melalui berbagai perjuangan. Dari tekad itulah diadakan “Kongres Pemuda”.

Sumpah Pemuda 1928

Kongres Pemuda I diadakan 30 April - 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta) yang menghasilkan kesepakatan kegiatan pemuda dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Kongres ini diikuti oleh seluruh organisasi pemuda saat itu seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Betawi, dan sebagainya.

Kongres Pemuda II dilaksanakan di Batavia pada 27-28 Oktober 1928. Dari kongres inilah lahir Sumpah Pemuda. Kongres dibagi tiga kali rapat. Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI (Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia) Sugondo Djojopuspito mengemukakan harapannya bahwa kongres tersebut dapat memperkuat semangat persatuan. Sedangkan Moehammad Yamin dalam uraiannya menyebutkan, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola tanpa syair. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres berupa Sumpah Pemuda yang ditulis oleh Moehammad Yamin:

Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Makna PERSATUAN dalam rumusan tersebut, bagi bangsa besar seperti Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan golongan, merupakan hal yang sangat penting dan tak bisa ditawar. Semangat persatuan itu pulalah yang mengantarkan kita merdeka pada 17 Agustus 1945.

Sumpah Pemuda 2016

sumpahpemuda_640x321
Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini selayaknya kita maknai tidak cukup dengan menggelorakan kembali semangat para pemuda pejuang secara retorika, tapi harus menekankan pada tindakan nyata.

Usia peringatan yang sudah mencapai 88 tahun seharusnya menunjukkan kematangan bangsa kita dalam mengiplementasikan semangat para pemuda pendahulu kita, dengan cerdas dan berani sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada.

Jumat (28/10) ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI memusatkan peringatan Sumpah Pemuda di Palangkaraya, Kalimantan Tengah dengan mengusung tema Pemuda Indonesia Menatap Dunia.

Tema Pemuda Indonesia Menatap Dunia, menurut Menpora Imam Nahrawi, sangat relevan mengingat pemuda saat ini menjadi modal kekuatan bangsa dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya zaman digital ini.

”Kita ingin terus menyemangati, memotivasi pemuda ke arah perilaku positif untuk mampu bersaing di kancah internasional," sambung Menpora. Generasi muda masa kini, dituntut untuk mempunyai pemikiran-pemikiran cemerlang, motivasi tinggi untuk perubahan, keluwesan dalam bergaul, dan berani melakukan terobosan-terobosan serta inovasi, juga mampu berpikir out of the box.

Menpora memberi contoh bakat-bakat muda yang berhasil mengharumkan negara dan bangsa di kancah internasional. Ada Christiawan Lie, ilustrator komik yang karyanya telah menembus pasar Amerika Serikat. Joe Taslim, aktor muda yang berhasil mengguncang panggung Hollywood melalui film Fast and Furious. Saat ini pula Indonesia mempunyai Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek; Achmad Zaky, CEO Bukalapak; dan ratusan CEO muda di bidang teknologi informasi lainnya yang dipercaya oleh perusahaan multinasional.

Bagi generasi muda Indonesia, Menpora menyatakan global mind sangat dianjurkan, namun tentunya tetap cinta kepada Tanah Air dan tidak melupakan budaya Indonesia sebagai warisan leluhur. Kita harus tetap menghargai dan melestarikan kearifan lokal. Maka kita pun bisa yakin dan percaya apa yang dikatakan oleh Bapak Proklamator Bung Karno, bahwa dengan 10 pemuda saja Indonesia bisa mengguncang dunia, betul-betul menjadi nyata.

Mari berkarya, lupakan perbedaan, fokuskan persatuan. Kemajuan sudah menanti kita asal kita mau kerja keras mewujudkannya. Jika bangsa lain bisa, kenapa kita tidak bisa? Kita bisa lebih maju dari mereka.

Salam sukses, Luar Biasa!!

2789x352-no2

Your comment

advertise-your-business_4-500x500
luar-biasa-500x500-1
qotd_stars_500x500