Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.
Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM
Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.
Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.
Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.
Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.
Penulis : Prie GS - Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
Sabtu, 25 November 2006, Dibaca : 10347 kali | Dicetak : 495 kali | Cetak artikel ini
Seorang suami marah demi mendapati istrinya punya kebiasaan tidur mendengkur. "Wanita kok mendengkur," katanya. Ia merasa berhak marah, karena dengkur bukanlah kebiasaan yang boleh dilakukan oleh para istri dan perempuan pada umumnya. Di mata suami seperti ini, istri adalah pihak yang harus selalu jelita, tidak boleh terlihat buruk rupa apalagi ada dengkur di tidurnya.
Tuntutan semacam ini bersemayam dengan sangat baik di dalam benak banyak pria, sehingga sedikit saja istri menampakkkan soal-soal yang dianggap tidak patut, suami merasa boleh kembali jatuh cinta.
Seorang istri memang memiliki tugas-tugas artistik di hadapan suaminya. Tapi jangan dikira seorang suami tidak. Jangan dikira cuma suami yang berhak terganggu oleh dengkur istri, karena istripun pasti sangat terganggu mendengar dengkur suami. Jadi, tugas artistik ini adalah kewajiban siapa saja. Konon, sebelum Roy Marten ngetop sebagai bintang film, sejak muda ia telah banyak digandrungi wanita. Ini patsi karena dia keren. Maka tugas menjadi keren adalah kewajiban siapa saja, termasuk suami di mata istri. Jadi, seorang suami yang lalai menjadi keren, harus memaklumi jika istrinya jatuh cinta lagi ke lain pria.
Tapi soal dengkur tadi pasti bukan persoalan artistik lagi. Dengkur itu pasti terjadi karena berhubungan dengan hidung. Dan hidung itu pasti bukan cuma milik laki-laki tapi perempuan juga. Bukan cuma milik suami tapi juga istri. Memaksa hidung untuk sama sekali terbebas dari dengkur sama saja dengan memaksa paru-paru terbebas dari bernafas. Ini tidak mungkin. Kenapa untuk soal-soal yang sudah jelas tidak mungkin, kita sering memaksanya menjadi mungkin.
Banyak ketidakmungkinan yang kita paksa menjadi kemungkinan cuma karena prasangka. Prasangka bawa kedudukan kita lebih mulia dibanding yang lain.
Kepada pihak lain yang keras dengkurnya kita boleh memandangnya hina, seolah-olah tidur kita telah sama sekali bebas dari dengkur serupa. Bahwa jika pun kita mendengkur, dengkur kita itu seolah-olah pasti dijamin lebih indah katimbang dengkur tetangga. Padahal dengkur adalah teman tidur siapa saja. Tak peduli pria wanita, tak menghitung diri sendiri atau tetangga. Dan saya jamin, dalam keadaan mendengkur, seluruh wajah kita, berada dalam posisi terburuknya. Keadaan tidur yang cantik, cuma ada dalam sinetron yang akting pemain-pemainnya masih jaim, yang bahkan dalam keadaan tidur pun harus tetap terlihat keren.
Jadi kenapa keburukan yang ada di dalam sendiri ini, menjadi begitu buruknya ketika sedang berada di dalam diri tetangga.
Kepada pihak yang sedang begitu masam bau keringatnya, kepadanya kita muaki sedemikian rupa seolah-olah bahwa kemasaman serupa tidak pula berada di ketiak kita. Kenapa untuk sesuatu yang jelas kita miliki, tidak boleh dimiliki pihak lainnya. Kenapa untuk sesuatu yang begini dekat, sering kita pandang begitu jauhnya. Kepada bau yang ada di dalam sendiri, seolah-oleh menjadi bau yang diharamkan ketika ia diaromakan oleh tubuh tetangga. Kepada dengkur yang juga ada di hidung kita sendiri, tiba-tiba menjadi dengkur terlarang ketika disuarakan oleh hidung pasangan kita.
Saya tidak sedang mengajak Anda bergembira mendengar suara dengkur atau menyukai keasaman keringat. Saya cuma sedang takut jika saya menjadi begitu angkuh kepada sesuatu yang seluruhnya juga ada di dalam diri saya.
Prie GS
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
Baca juga artikel lainnya dari Prie GS - Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
Pak Andrie Wongso, saya adalah pengikut motivasi Anda sejak 2003. Saat itu, saya masih bekerja di Citibank, dan kata2 Anda memacu saya hingga Sukses Luar Biasa dan menjadi The Best Sales National.
Sekarang saya bekerja di TIKI dan memiliki agen TIKI di Ps Rebo, dan tahun lalu agen yg saya kelola berhasil mjd The Best Omzet and Performance se-DKI Jakarta...
Alhamdulillah ini berkat kerja keras saya yg dimotivasi oleh kata2 Anda, karena saya sdh berlangganan sms Anda sejak th 2005-sekarang.
Mohon terima ucapan terima tasih saya yang sehebat2nya kpd Anda atas segala ilmu yg Anda berikan kpd saya.
Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!
Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
Audio
Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
Widget
Greeting Card
Wallpaper
Bookmark
Poster
Photo Frame
Kalender
Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.
Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?