Masing ingatkah Anda pada masa
kecil ketika asyik bermain? Bermacam permainan, entah punya nama atau tidak,
dari petak umpet, sampai bermain kejar-kejaran, menjadi permainan yang sangat
menyenangkan. Tapi, pernahkan Anda berpikir, jika permainan di masa kecil bisa
membawa perubahan bagi masa depan kita?
Hal ini terjadi pada seorang pria
kelahiran Ontario Kanada, James Naismith. Ia adalah seorang yatim piatu sejak
kecil, sebab James dan ketiga saudaranya ditinggal mati orang tuanya saat
terjadi wabah penyakit ganas di tahun 1871. Sejak saat itu, ia kemudian tinggal
bersama pamannya yang memiliki perkebunan.
James kemudian tumbuh menjadi
seorang yang sangat berbakat di bidang olahraga. Berkali-kali ia mendapat
penghargaan di pertandingan rugby dan di arena senam, terutama setelah ia
menjadi mahasiswa di McGill University Montreal Kanada. Setelah lulus, bakat
olahraganya tersalurkan. Ketika itu, ia masuk menjadi salah satu pelatih
olahraga di YMCA International Training School di Springfield Massachusetts.
Ketika menjadi pelatih olahraga
itu, ia diminta oleh atasannya untuk membuat permainan untuk mengisi waktu
luang di saat masa reses musim football dan baseball. Ini diperlukan agar para
olahragawan tetap bugar di masa istirahat panjang. James kemudian memutar otak,
bagaimana ia bisa membuat sebuah olahraga yang menarik, namun tetap bisa
membuat performa para atlet tetap prima.
Dalam masa pencarian itu, tiba-tiba
James mengingat sebuah permainan di masa kecilnya. Permainan itu bernama "Duck
on a Rock", yaitu sebuah permainan lempar bola dalam keranjang. Dari inspirasi
masa kecil ini, James lantas membagi 18 orang siswanya menjadi dua kelompok,
masing-masing 9 orang. Ada satu
orang sebagai penjaga gawang, dua pertahanan, tiga pemain tengah, dua pemain
sayap, dan satu pemain di base. Masing-masing tim akan berusaha memasukkan
sebanyak mungkin bola ke dalam keranjang.
Segera saja, permainan itu disukai
oleh siswa James. Sayang, keranjang itu bawahnya masih tertutup layaknya
keranjang biasa. Hal ini sering dikeluhkan, karena setiap kali memasukkan bola
ke keranjang, harus susah memungut ke dalam keranjang. Namun, hal ini tak
berlangsung lama. James segera mendapat ide memotong bagian bawah keranjang
sehingga bola bisa langsung keluar dari keranjang tersebut. Inilah kemudian
yang menjadi cikal bakal permainan basket.
Tahun 1893, setelah ring basket
dibuat dari baja, permainan ini makin populer. Dan, hal ini diikuti dengan
sejumlah peraturan dan kesepakatan baru yang membuat basket makin dikenal di mana-mana
hingga akhirnya menjadi olahraga resmi di tahun 1909.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Namun, Redaksi JUGA berhak memilih komentar yang akan ditayangkan (yaitu komentar yang sesuai dan positif). Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
Belum Ada Komentar Untuk Artikel Diatas. Posting komentar Anda