Dewasa ini kata KOMPETISI
banyak ditafsirkan sebagai sebuah drama yang selalu melahirkan "Pemenang"
sekaligus mencetak sekumpulan "Orang Kalah". Sebagai konsekuensinya, "Pemenang"
akan ditafsirkan sebagai sosok yang menjulang di puncak kejayaan, yang akan
dipandang dengan wajah menengadah oleh kaum "terkalahkan".
Sekejam itukah makna KOMPETISI?
Apalagi bila panggung kompetisi ini sudah menapak, sudah mengejawantah di
kehidupan riil sehari-hari. Sungguh kejam bila alam semesta ini pada akhirnya
dikotak-kotakkan sebagai
winner-looser,
sebagai
leader-follower, sebagai
champion-mediocre, sebagai
developing-under developed, atau sebagai
central-marginal. Sedangkal itukah
Hukum Alam yang harus dijalani oleh manusia?
Tentu tidak! Tuhan Sang Pemangku
semesta alam ini sudah menyerukan untuk "Berlomba-lomba di dalam kebaikan". Ini
artinya, hakikat sejati dari KOMPETISI akan jauh lebih dalam dari sekedar
menang-kalah. Ada energi positif yang
sangat besar, yang mengandung berjuta manfaat, yang dikandung oleh drama bernama
KOMPETISI ini.
Sebagai contoh, kesuksesan Tim
Olimpiade Fisika Indonesia sebagai
the
rising star, telah memacu ratusan SMA unggulan di seantero negeri untuk
menempatkan wakil-wakilnya. Walaupun akhirnya tim terpilih hanya terdiri dari
"hitungan jari", tidak berarti ribuan siswa yang telah ikut berkompetisi lantas
menjadi sia-sia.
Tengoklah,
berapa banyak SMA yang saat ini dengan bangga memasang papan nama "Mitra
Olimpiade Fisika" dihalaman muka sekolahnya? Berapa banyak siswa SMA yang
mendadak "jatuh cinta" pada mata pelajaran yang dulunya biasa dianggap monster?
Semua pencapaian itu adalah hasil SINERGI dari ribuan siswa yang (menjadi) antusias,
hasil SINERGI dari ratusan guru yang (menjadi) kompeten. Dan semua aktifitas
ini berpusaran dengan KOMPETISI (Olimpiade Fisika) sebagai pusat orbitnya.
Jadi apa hakikat sejati dari
KOMPETISI itu? Untuk menjawabnya, kita mengacu pada sebuah Hukum Alam, yaitu
bahwa segala sesuatunya di alam semesta ini selalu bergerak memutar. Semua
mahluk Tuhan tanpa kecuali, selalu bergerak memutar.
Tengoklah, sekumpulan tatasurya akan
mengorbit membentuk galaksi. Sekumpulan galaksi mengorbit membentuk
super cluster. Sekumpulan elektron akan
mengorbit membentuk molekul. Metabolisme manusia juga merupakan pusaran,
sirkulasi dari energi kimia (makanan) menjadi energi tubuh (bio energi) dengan
perantaraan sirkulasi darah dimana jantung merupakan pusat orbitnya. Contoh-contoh
di atas menegaskan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini selalu berpusaran
pada "sesuatu" yang lebih besar dari dirinya.
KOMPETISI adalah sebuah bentuk
pusaran. Sang "pemenang" adalah pusat orbitnya, sementara "peserta lainnya"
akan berputar mengelilinginya. Tidak ada istilah "kalah-menang" di sini, karena
kewajiban sang "pemenang" adalah membagi ilmunya, membagi pengalamannya,
menebar energi positifnya, kepada siapa saja yang mengorbit di sekelilingnya.
Sedangkan kewajiban "peserta lainnya" adalah membuka diri untuk menyerap
energi, menyerap ilmu, menyerap pengalaman dari sang pusat orbit, sang
"pemenang". Inilah sebuah bentuk SINERGI.
Meskipun sama-sama mengorbit, tapi
ada perbedaan mendasar antara manusia dengan mahluk Tuhan lainnya dalam
melakukan SINERGI nya. Seperti "bumi-matahari", sampai kapan pun bumi selalu
mengitari matahari dan tak mungkin terjadi hal sebaliknya. Tapi manusia sama
sekali berbeda.
Manusia, mahluk Tuhan yang telah di
"inisiasi" sebagai penguasa bumi dan isinya, telah dianugerahi kemampuan yang
tak terbatas. Setiap orang memang akan selalu "mengorbit" pada seseorang yang
lebih sukses dari dirinya. Seorang karyawan mengorbit pada perusahaan tempat ia
bekerja. Seorang pengusaha akan mengorbit pada segmen konsumen tertentu dan
juga mengorbit pada pengusaha senior lainnya (baca:
networking). Seorang
trainer
akan mengorbit pada seorang
guru yang
lebih diakui kesahihannya.
Tapi pada satu titik, setelah ia sukses
menyerap energinya, menyerap pengalamannya, ia akan lepas, dan menjelma sebagai
pusat orbit yang baru.
Kini ia
akan beralih tugas, dari "menyerap" berubah menjadi "membagi". Dan di
sekelilingnya PASTI akan mengorbit rekannya, muridnya, koleganya, bawahannya
atau pengagumnya yang dengan hati terbuka bersedia menyerap ilmu dan
pengalamannya. Terjadilah sebuah SINERGI yang menjadi mata rantai tak
terputuskan. Saling memberi dan menerima. Inilah hakikat yang terdalam dari
sebuah KOMPETISI, yang jauh lebih bermakna dari sekedar
kalah-menang.
Tahun 2008 sudah kita masuki,
marilah kita jalani peran kita
masing-masing dengan sebaik-baiknya, agar terjadi SINERGI, yang memang
merupakan kehendak Tuhan bagi setiap manusia. Anda yang sedang jadi
"pemenang" , sedang menjadi atasan, sedang menjadi idola, bagilah pengalaman
dan energi Anda. Sedangkan Anda yang sedang mengorbit, bukalah hati Anda agar
dapat maksimal dalam "menyerap".
Suatu saat,
atasan-bawahan,
idola-pengagum,
junior-senior,
market leader-follower, pasti akan bertukar peran.
Dan itu PASTI terjadi karena memang sudah
menjadi ketentuan alam.
Ditulis oleh Tommy Setiawan, seorang praktisi
pemasaran. Tommy dapat dihubungi melalui
blowbytommy@yahoo.com
atau melalui 0812 80 56772.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tommy Setiawan ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Membalikkan Diagram Hirarki Maslow
|
 |
Memaknai Kompetisi Sebagai Sebuah Pusaran Sinergi
|
 |
Bulan Pun Tidak Mengitari Matahari Secara Langsung
|
 |
Dalam Keheningan Peta Solusi Akan Tampak Lebih Jelas
|
 |
Harga Dari Sebuah Target Kehidupan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Menemukan Surga
(Artikel Anda) -
Kamis, 03 Januari 2008
|
 |
Menghadapi Persaingan Di Tempat Kerja
(Artikel Anda) -
Jumat, 04 Januari 2008
|
 |
Jadilah Diri Anda Seutuhnya
(Artikel Anda) -
Sabtu, 05 Januari 2008
|
 |
Nilai Dan Prioritas Kita
(Artikel Anda) -
Senin, 07 Januari 2008
|
 |
Amati Seksama Dan Petik Sebuah Makna
(Artikel Anda) -
Sabtu, 12 Januari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Tahun Baru, Selalu Ada Harapan Baru
(Artikel Anda) -
Rabu, 02 Januari 2008
|
 |
What Are My Talents And Strengths ?By Adjie
(Artikel Anda) -
Minggu, 30 Desember 2007
|
 |
Pengusaha Berkualitas
(Artikel Anda) -
Jumat, 28 Desember 2007
|
 |
Seni Membangun Hubungan
(Artikel Anda) -
Kamis, 27 Desember 2007
|
 |
Kenali "aku" - Mu
(Artikel Anda) -
Rabu, 26 Desember 2007
|
|
|