|
|||
|
Penulis : Haryo Ardito - Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI Jakarta
Rating Artikel :
Kamis, 13-Desember-2007
Dalam
sebuah acara tahunan sebuah perusahaan dimana berkumpul seluruh Salesman dari
berbagai tingkatan yang datang dari berbagai daerah. Acara ini semacam ritual penghargaan tahunan
yang diberikan kepada beberapa Salesman yang berhasil mencapai prestasi
terbaik.
Disela-sela makan siang usai acara akbar yang berlangsung sangat meriah apalagi setelah mendengarkan sesi motivasi yang disampaikan oleh seorang pembicara terkenal, saya menyapa seorang Salesman yang secara drastis mampu membalikkan situasi dari yang semula terjelek menjadi yang terbaik bahkan mencapai omset hingga sekian puluh persen dari target. "Apa rahasia suksesnya Mas?" tanya saya kepadanya, "Karena sebuah kalung clurit, dulu saya parah sekali Pak.., sampai suatu hari atasan saya memberikan kalung tali rafia berbandul sebilah clurit di leher saya di depan rekan-rekan kerja saya. Pencapaian saya jauh dibawah rata-rata dan selalu terjelek diantara yang lainnya". Salesman itu berhenti sejenak meneguk air aqua dalam gelas plastiknya dan lanjutnya "Semenjak itu saya bersumpah bahwa hal ini tidak akan pernah terjadi lagi dalam hidup saya" katanya mengenang dengan mata menerawang jauh dan tangan kiri menggenggam erat penghargaan yang baru saja diterimanya. Kemudian saya bergeser menghampiri seorang Kepala Cabang yang sedang berkelompok dengan sebagian team-nya dan nampak jelas raut gembira diwajahnya atas prestasinya terpilih sebagai cabang terbaik. "Apa yang anda lakukan sehingga bisa membuat team anda meraih prestasi sebagai cabang terbaik ?" tanya saya, "Karena sepatu Pak" ucap salah seorang Salesman yang ada disebelahnya menyela pembicaraan kami. "Sebenarnya belum genap satu tahun saya bersama mereka dan seperti yang sering saya lakukan adalah memberikan mereka harapan berupa hadiah handphone, jam tangan atau ballpoint bagi Salesman terbaik setiap bulannya. Namun yang tidak saya duga adalah ketika salah satu dari mereka minta hadiahnya diganti menjadi sepatu. Terus terang hati saya trenyuh ketika melihat sepatu-sepatu mereka yang butut dan rusak, apalagi yang bagian belakangnya sudah hancur lebur terinjak-injak. Hampir setiap bulan saya membeli beberapa sepatu untuk mereka hingga akhirnya semua sepatu yang rusak tergantikan dengan sepatu baru yang lebih kuat" kata si Kepala Cabang. "Tiga makna yang saya dapatkan pada hari itu dan ternyata mampu membuat seseorang termotivasi adalah ancaman, harapan dan perhatian." salam bijaksana, Haryo Ardito, Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI Jakarta Website: www.haryoardito.com |
|||
|
|||
| ( View : 1953 | Refer : 4 | Print : 189 | Rate : 9.00 / 1 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Mari Mencari Kambing Hitam (Artikel Tetap) - Jumat, 14-Desember-2007 | ||
| • | Wisata Di Akhir Tahun (Artikel Tetap) - Jumat, 14-Desember-2007 | ||
| • | Satu Hal Terpenting (Artikel Tetap) - Sabtu, 15-Desember-2007 | ||
| • | Jangan Sekedar Mengejar KeuntunganTanpaMenyadari Risikonya (Artikel Tetap) - Senin, 17-Desember-2007 | ||
| • | Jadilah Prima (Artikel Tetap) - Selasa, 18-Desember-2007 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Md (bagian Ke-2 Dari 3 Tulisan Ml, Md, Ms) (Artikel Tetap) - Rabu, 12-Desember-2007 | ||
| • | Rekening Bank Kehidupan (Artikel Tetap) - Selasa, 11-Desember-2007 | ||
| • | Tembok Berlubang (Artikel Tetap) - Senin, 10-Desember-2007 | ||
| • | Menikmati Putaran Roda Kehidupan (Artikel Tetap) - Kamis, 06-Desember-2007 | ||
| • | Jadilah Orang Yang Keras Kepala! (Artikel Tetap) - Rabu, 05-Desember-2007 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



