Tahun 2007 ternyata adalah tahun yang menciptakan banyak
rekor perubahan iklim. Hal ini tercetus dalam pertemuan konvensi the United
Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Bali.
Hal tersebut diungkapkan oleh World Wide Fund (WWF), sebuah
organisasi nirlaba yang peduli pada lingkungan. Menurut laporan yang berjudul
Breaking Records in 2007 - Climate Change, disebutkan bahwa tahun 2007 ini
tercatat makin banyak rekor cuaca yang terpecahkan akibat kejadian perubahan
cuaca ekstrim di dunia.
WWF mencatat, rekor itu di antaranya adalah penurunan
tutupan lapisan es di Kutub Utara, beberapa kasus kebakaran hutan, dan banjir
terburuk yang melanda dunia. Jakarta,
misalnya. Awal tahun ini telah mengalami curah hujan yang sangat tinggi. Ini
menjadi pemicu terjadinya salah satu banjir terburuk dalam sejarah Jakarta.
Banjir itu menyebabkan sedikitnya 400.000 warga Jakarta kehilangan tempat
tinggal, merebaknya penyakit pasca banjir, dan menimbulkan kerugian ekonomi
hingga mencapai 450 juta US dollar lebih.
Kejadian lain yang parah yaitu kemarau panjang yang melanda
beberapa belahan dunia. Hal ini melanda Amazon,
Australia, Afrika, dan
beberapa tempat di Cina. Kemarau panjang juga memicu terjadinya salah satu
kebakaran terburuk yang pernah terjadi di Eropa Timur dan Selatan, serta bagian
barat Amerika Serikat.
Kemudian tentang mencairnya es di kutub, hal paling parah
terjadi pada bulan September 2007. Tutup lapisan es Kutub Utara di musim panas
mengecil sampai batas yang paling tidak diperkirakan sebelumnya. Betapa tidak.
Pengurangannya setara dengan luas gabungan Texas
dan Kalifornia di Amerika Serikat. Kejadian ini mengalahkan rekor tahun 2005.
Berkaca dari laporan ini, Hans Verolme, Direktur Program
Perubahan Iklim WWF-Internasional mengatakan bahwa inilah saatnya kita
melakukan tindakan nyata untuk mencegah terjadinya hal yang lebih buruk. "Menjaga
kenaikan suhu rata-rata global agar di bawah 2 derajat Celcius adalah kunci
untuk mencegah kejadian ekstrem berbahaya, seperti yang terjadi sepanjang tahun
2007."
Hal ini seharusnya memang sudah jadi bagian dari kesadaran
kita untuk berbuat sesuatu. Mematikan listrik yang tidak diperlukan. Tidak
melakukan pemborosan bahan bakar. Memanfaatkan produk-produk daur ulang. Itulah
beberapa hal kecil yang bisa kita lakukan. Manakah yang sudah Anda lakukan?
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Team Andriewongso.com
|
 |
Maria Kristin Melaju Ke Semifinal
|
 |
Nova Widianto/liliana Natsir Dan Sony Dwi Kuncoro Ke Perempat Final
|
 |
Bir Untuk Bahan Bakar?
|
 |
Penjepit Kertas
|
 |
Kostum Kerja
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Komputer Untuk Senam Otak
(AW Corner) -
Selasa, 11 Desember 2007
|
 |
Serangga Pengendali Robot
(AW Corner) -
Kamis, 13 Desember 2007
|
 |
Orang-orang Terkaya Indonesia
(AW Corner) -
Jumat, 14 Desember 2007
|
 |
Memory Kapasitas Besar
(AW Corner) -
Sabtu, 15 Desember 2007
|
 |
Pembangkit Listrik Alternatif
(AW Corner) -
Minggu, 16 Desember 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Sistem Identifikasi Melalui Gigi
(AW Corner) -
Minggu, 09 Desember 2007
|
 |
Bau Badan Akibat Stres?
(AW Corner) -
Sabtu, 08 Desember 2007
|
 |
Kelinci Percobaan Paling Penurut
(AW Corner) -
Jumat, 07 Desember 2007
|
 |
Bebas Baca Di Perpustakaan Online
(AW Corner) -
Kamis, 06 Desember 2007
|
 |
Cara Praktis Isi Ulang Baterai
(AW Corner) -
Rabu, 05 Desember 2007
|
|
|