|
|||||||||||||||||||||
|
Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Senin, 26-November-2007
Setelah beberapa
tulisan saya membahas mengenai peluang usaha, maka kini tiba saatnya kita
menginjak pada materi bagaimana mulai mengubah ide itu menjadi sesuatu hal yang
nyata, yakni, mulai menjadi pengusaha.
Beberapa hal yang sering ditanyakan kepada saya dalam berbagai forum adalah bagaimana jika memulai usaha, namun tidak memiliki modal yang cukup? Kemudian, pertanyaan lain yang sering terlontar juga adalah bagaimana jika nanti kita mengalami kerugian? Atau, yang juga yang sering saya dengar, bahkan dari orang-orang dekat saya, adalah pertanyaan bagaimana jika gagal? Modal saya kan banyak? Kalau hilang bagaimana? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini memang sangat wajar terlontar. Istilah saya, sangat manusiawi. Mengapa? Karena memang pada dasarnya sifat manusia tak mau merugi. Siapa sih yang ingin buka usaha lantas gagal begitu saja? Dan, belakangan, banyak pula para pemodal (baca: orang-orang yang memiliki uang dalam jumlah tertentu) ingin menjadi pengusaha yang instan. Mengapa saya sebut instan. Sebab, banyak dari mereka yang memiliki uang ini merasa jika sudah menanamkan uangnya dalam usaha tertentu - biasanya dalam bentuk franchise - pasti akan segera kembali dan menuai keuntungan yang luar biasa. Mungkin sih... Tapi, mungkin hanya satu dari sepuluh kasus yang bisa begitu. Mengapa? Karena apapun bentuk usaha yang dijalankan, sudah pasti kerja keras dibutuhkan. Perlu diingat, bahwa selalu ada proses dalam setiap hal yang kita lakukan. Apalagi membuka usaha. Sudah pasti tak kan semudah membalik telapak tangan kita. Lah wong yang diwarisi usaha yang sudah mapan dan tinggal menjalankan saja banyak yang bangkrut juga kok. Lantas, apa sebenarnya yang membuat kita bisa survive dan mampu menjadi pengusaha yang sukses? Tak ada rumus dan teori yang bisa menjamin kesuksesan seorang pengusaha. Yang ada, hanyalah kerja keras, usaha, dan semangat pantang menyerah yang kerap kali membesarkan seorang pengusaha. Kita tidak akan berpanjang lebar dengan hal tersebut. Materi tentang hal itu akan saya bahas dalam materi yang lain. Yang ingin saya sampaikan pada tulisan kali ini adalah apa langkah awal yang perlu kita lakukan, setelah memperoleh berbagai ide bisnis. Yaitu, apa yang sering disebut sebagai SWOT atau analisis potensi diri. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang kekuatan, kelemahan, dan peluang yang kita miliki. Bagaimana caranya? Ini satu tips sederhana yang bisa kita lakukan sebelum menentukan langkah untuk menjadi pengusaha. Pertama, buatlah daftar jenis usaha yang akan kita geluti. Misalnya, jika tertarik usaha makanan. Tapi, kita bingung mau usaha makanan cepat saji, makanan jenis warteg, atau makanan ringan. Nah, untuk mengetahui mana yang paling cocok, lakukan langkah penghitungan skor berdasar skala prioritas. Hitung skor 0 sampai 10 pada masing-masing jenis usaha itu berdasar tiga hal, yaitu: Tingkat ketertarikan, kemampuan diri (menyangkut modal, relasi, manajemen bisnis, dan lain-lain), serta peluang pasar. Contoh:
Dari contoh, terlihat bahwa yang paling tinggi hitungan berdasarkan urutan skala prioritas adalah usaha makanan cepat saji. Dengan hitungan sederhana ini, kita setidaknya telah mengetahui mana pilihan terbaik yang seharusnya dipilih. Dengan memilih pilihan dengan nilai paling besar, kemungkinan keberhasilan pilihan usaha yang kita terjuni akan lebih besar dibanding yang lainnya. Tentu, hal ini bukan jaminan pasti. Sebab, sekali lagi, ada beberapa syarat utama lain yang tetap harus kita penuhi, yakni ketekunan, keuletan, kerja keras, dan kemauan kuat untuk sukses. Dan, yang paling utama dan pertama kali yang harus kita lakukan adalah eksekusi terhadap semua rencana. Ingat, kegagalan sebenarnya adalah ketika kita tidak pernah mencoba, jadi segeralah take action dan selamat datang di dunia wirausaha! Agoeng Widyatmoko; adalah penulis best seller buku 100 Peluang Usaha. Saat ini ia juga menjadi konsultan independen usaha kecil (UKM) dan konsultan untuk Dinas UKM Jakarta. Untuk menghubunginya dapat mengirim email ke agoeng.w@gmail.com |
|||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||
| ( View : 14919 | Refer : 2 | Print : 275 | Rate : 0.00 / 0 Votes ) | |||||||||||||||||||||
| Artikel Selanjutnya : | |||||||||||||||||||||
| • | Belajar Dari Sekitar Kita (Entrepreneur Corner) - Rabu, 05-Desember-2007 | ||||||||||||||||||||
| • | Tambahkan Satu Kata Ajaib Dalam Bisnis Anda (Entrepreneur Corner) - Selasa, 11-Desember-2007 | ||||||||||||||||||||
| • | Kkn - Kekoncoan Itu Wajib (Entrepreneur Corner) - Rabu, 12-Desember-2007 | ||||||||||||||||||||
| • | Jangan Kebanyakan Mimpi (Entrepreneur Corner) - Kamis, 03-Januari-2008 | ||||||||||||||||||||
| • | Kepada Siapa Anda Curhat Tentang Bisnis Anda? (Entrepreneur Corner) - Senin, 07-Januari-2008 | ||||||||||||||||||||
| Artikel Sebelumnya : | |||||||||||||||||||||
| • | Mencari Harga Yang Paling Murah (Entrepreneur Corner) - Kamis, 15-November-2007 | ||||||||||||||||||||
| • | Group Focus Discussion (Entrepreneur Corner) - Senin, 12-November-2007 | ||||||||||||||||||||
| • | Jangan Pernah Berhenti Dan Bersyukur (Entrepreneur Corner) - Jumat, 02-November-2007 | ||||||||||||||||||||
| • | Jangan Remehkan Peluang Sekecil Apapun (Entrepreneur Corner) - Senin, 29-Oktober-2007 | ||||||||||||||||||||
| • | Berjumpalitanlah, Peluang Itu Semakin Dekat (Entrepreneur Corner) - Senin, 24-September-2007 | ||||||||||||||||||||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



