Seorang kawan berkisah tentang pimpinannya yang memberikan
sebuah tugas dan disepakat harus selesai dalam waktu dua pekan. Tugas
segera dikoordinasikan dengan beberapa anggota team dan terselesaikan sesuai
deadline, pujian kecil dia berikan kepada seluruh team yang telah bekerja extra
dan sungguh hati mengingat order datang langsung dari seorang pemimpin yang mereka
dihormati. Pada suatu perjumpaan, sang pemimpin berkata:"Tugas yang kamu
kerjakan sudah saya periksa tapi masih banyak kekurangan, ingat.. saya ini
seorang perfectionist" dan mereka membawa pulang pesan-pesan tentang
kekurangan-kekurangan yang harus segera disempurnakan.
Johnny Figaro
adalah seorang anak lelaki Italia berumur tigabelas tahun yang tinggal dan
bersekolah di New York. Dia benar-benar sebuah masalah besar bagi guru
guru di sekolah itu, Johnny selalu terlihat berantakan dan sering mengganggu
murid-murid lain hingga berkelahi. Anak ini dikenal bandel terhadap
guru-gurunya dan sudah terlalu sering menerima hukuman.
Saat kelas enam,
wali kelas Johnny adalah seorang guru muda yang belum lama mengajar di sekolah
itu, seorang yang dikenal tenang dan pandai mengatasi permasalahan anak-anak.
Pada hari pertamanya di kelas enam, Johnny masuk ke kelas dengan
pongahnya dan duduk di kursi dengan sikap duduk yang kurang enak dipandang.
Guru muda itu
berkata dengan tenangnya "Johnny, pagi ini kamu kelihatan gagah dan kemeja kamu
nampak bersih dan rapi" Mendengar itu, Johnny terkesiap, namun spontan
meluruskan kakinya dan duduk dengan tegap.
Keesokan harinya,
Johnny terlihat memakai dasi dengan rapi tidak seperti hari hari sebelumnya,
dan kembali si guru muda ini memberikan pujian kepada Johnny kecil. Sepatu yang
lebih bersih dan ikatan tali sepatu yang rapi juga tak luput dari pujian si
guru muda ini.
Kolega pengajar
di sekolah itu terheran-heran dengan perkembangan Johnny kecil "Berikan pujian
padanya dan anak itu akan memberikan reaksi, puji saja.." kata si guru
muda memaparkan resep ajaibnya.
Johnny Figaro
dewasa adalah seorang rektor sebuah universitas negeri ternama di Amerika
bagian tengah sebelah barat. Seorang anak lelaki yang diperkirakan bakal
berujung di bagian kota yang kumuh dalam kemiskinannya, telah menjadi
seorang akademisi sukses berkat seseorang yang menyempatkan diri untuk
memberikan pujian tulus kepadanya.
"Kemana
dia dipuji, kesanalah dia menjadi"
Salam
bijaksana,
Haryo Ardito,
Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI
Jakarta
Website:
www.haryoardito.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Haryo Ardito - Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI Jakarta
|
 |
Sepatu
|
 |
Rahasia Sang Penakluk
|
 |
Pujian
|
 |
Si Tangan Jelek
|
 |
Jenderal & Bebek
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Loyalty Programs That Matters (part 2)
(Artikel Tetap) -
Kamis, 15 November 2007
|
 |
Instant Money
(Artikel Tetap) -
Jumat, 16 November 2007
|
 |
The Secret,Law Of Attraction
(Artikel Tetap) -
Senin, 19 November 2007
|
 |
Dicari: Pemalas
(Artikel Tetap) -
Senin, 19 November 2007
|
 |
Pelajaran Yang Tak Pernah Aku Tamatkan
(Artikel Tetap) -
Senin, 19 November 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Mengapa Semua Orang Takut Hujan?
(Artikel Tetap) -
Rabu, 14 November 2007
|
 |
Sandal Buruk Rupa (2)
(Artikel Tetap) -
Senin, 12 November 2007
|
 |
Kulkas
(Artikel Tetap) -
Senin, 12 November 2007
|
 |
Makan Enak Tapi Murah
(Artikel Tetap) -
Jumat, 09 November 2007
|
 |
Loyalty Programs That Matters (Part 1)
(Artikel Tetap) -
Kamis, 08 November 2007
|
|
|