Saat
ini semua bisnis menyadari pentingnya kesetiaan pelanggan dan berlomba-lomba
membuat
loyalty program. Sebuah
loyalty program yang sukses dapat
membantu perusahaan mempertahankan basis pelanggannya dengan menciptakan
exit
barrier, meningkatkan penjualan dari
share of wallet yang lebih
besar, dan memperoleh
customer insight terhadap perilaku dan keinginan
pelanggan. Sayangnya hanya sedikit perusahaan yang berhasil mencapai tujuan
loyalty
program-nya, salah satunya supermarket Tesco.
Sewaktu
sekolah di Inggris, ritual akhir minggu saya adalah berbelanja keperluan
sehari-hari di Tesco, sebuah jaringan supermarket kedua terbesar di UK.
Walaupun terletak agak jauh dari pusat kota, namun saya selalu merasa lebih
sreg
belanja di sana. Dan sebagai pelanggan yang setia tentunya saya memiliki sebuah
ClubCard, kartu untuk mengumpulkan poin belanja bagi konsumen Tesco.
Sekilas
ClubCard terlihat seperti kartu pengumpul poin biasa dimana tiap periode
tertentu penggunanya dikirimkan penawaran khusus tergantung dari poin yang
dimilikinya. Namun lebih dari itu, Tesco memiliki rencana besar dalam
mengumpulkan data-data pelanggannya. Melalui Clubcard, Tesco mengetahui
demografi, sosial ekonomi, serta peta personaliti semua pelanggannya di UK,
kebiasaan berbelanja mereka, kesetiaan mereka terhadap merek, sampai kepada
seberapa perduli mereka terhadap lingkungan hidup.
Database tersebut
diolah dan digunakan Tesco untuk mengklasifikasikan pelanggannya dan
menciptakan program promosi
cashback voucher dan beragam penawaran yang
customised.
Untuk program promosi ini saja, Tesco memiliki empat juta kombinasi yang
berbeda untuk semua pelanggannya. Dengan ini, pelanggan Tesco merasa bahwa
mereka lebih dihargai dan mendapatkan penawaran yang relevan dengan kebutuhan
mereka.
Sebagai
contoh, hanya dari sebuah Clubcard saja, Tesco dapat mengenali seseorang
sebagai wanita yang menyukai "makanan kelas terbaik", "senang memasak",
"memiliki kesetiaan terhadap merek yang tinggi", hanya berbelanja pada akhir
minggu dengan
credit card, dan dikategorikan sebagai pelanggan
"potensial" karena dianggap belum membelanjakan uangnya dengan maksimal. Maka
pada akhir kuartal, wanita tersebut akan menerima penawaran yang mendorong ia
untuk berbelanja lebih banyak pada kategori produk yang memang disukainya.
Keberhasilan
Clubcard terlihat secara signifikan. Sampai tahun ke-lima sejak diterapkannya
ClubCard, penjualan Tesco naik sebesar 52% dan terus tumbuh di atas rata-rata
industri. Lebih jauh lagi,
database ini tidak hanya digunakan untuk
kepentingan internal. Tesco juga menjualnya dengan harga yang tidak murah
kepada perusahaan-perusahaan
FMCG (
fast moving consumer goods)
seperti Gillette dan Orange.
Bagaimana
Tesco bisa berhasil melakukan ini semua? Tesco fokus pada pelanggan secara
individual serta bisnisnya, bukan pada kecanggihan teknologi yang digunakan
atau semata-mata
loyalty program-nya saja. Sebagian besar
loyalty
program gagal mencapai tujuannya, cepat ditiru oleh kompetitor sehingga
tidak relevan lagi, atau malah merugi.
Nantikan bahasan mengenai Loyalty Program
selanjutnya yang akan membahas mengenai hal-hal yang harus dihindari dari
Loyalty Program.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Lydia Budianto (Consultant dan Head of Service & Loyalty of MarkPlus&Co)
|
 |
Loyalty Programs That Matters (part 2)
|
 |
Loyalty Programs That Matters (Part 1)
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Makan Enak Tapi Murah
(Artikel Tetap) -
Jumat, 09 November 2007
|
 |
Kulkas
(Artikel Tetap) -
Senin, 12 November 2007
|
 |
Sandal Buruk Rupa (2)
(Artikel Tetap) -
Senin, 12 November 2007
|
 |
Mengapa Semua Orang Takut Hujan?
(Artikel Tetap) -
Rabu, 14 November 2007
|
 |
Pujian
(Artikel Tetap) -
Rabu, 14 November 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Penonton "ahli" Yang Belum "ahli"
(Artikel Tetap) -
Rabu, 07 November 2007
|
 |
Perjanjian Orang Tiong Hoa
(Artikel Tetap) -
Rabu, 07 November 2007
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-28
(Artikel Tetap) -
Selasa, 06 November 2007
|
 |
Simplify Your Words
(Artikel Tetap) -
Selasa, 06 November 2007
|
 |
The Power Of Hope
(Artikel Tetap) -
Senin, 05 November 2007
|
|
|