|
|||
|
Penulis : Haryo Ardito - Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI Jakarta
Rating Artikel :
Jumat, 26-Oktober-2007
Seorang
jenderal panglima perang beserta sisa pasukannya baru saja kembali dari medan
pertempuran.Mereka terlihat sangat
kelelahan dan nampak sebagian dari mereka terluka.Perjalanan mereka terhenti di sebuah sungai
dan mereka pun beristirahat sejenak melepas lelah sambil mengobati prajurit
yang terluka.Saat perjalanan akan dilanjutkan mereka harus menyeberangi
sungai itu, air sungai nampak tenang dan membuat sang jenderal mencari-cari lokasi
yang dianggapnya tepat untuk menyeberang.
Tak jauh dari tempat itu nampak seorang pengembala bebek, dan sang jenderal bertanya "Hey penggembala bebek, kami harus menyeberang sungai ini, tunjukkan disebelah mana tempat yang aman untuk kami menyeberangi sungai ini?"Si penggembala bebek tergopoh-gopoh berlari mendekati sang jenderal dan segera menunjukkan arah tak jauh dari tempatnya berdiri dimana bebek-bebeknya berada. Sang jenderal segera menginstruksikan beberapa prajuritnya untuk menaiki kuda masing-masing dan masuk ke sungai ditempat yang ditunjukkan oleh si penggemabal bebek.Namun apa dinyana sesampai ditengah sungai, kuda yang berada di barisan paling depan terperosok dan penunggangnya terjatuh hingga nyaris hanyut terbawa arus sebelum akhirnya tertolong oleh rekan-rekan prajurit lainnya. Sang jenderal sangat marah dan segera memerintahkan para prajuritnya menangkap si penggembala bebek dan bersiap untuk memenggal kepalanya."Hey anak muda, sungguh berani sekali kamu menyesatkan kami, hampir saja prajuritku mati gara-gara kamu" si penggembala bebek menangis ketakutan seraya memohon ampun, katanya terbata-bata "Ampun.. ampun.. Tuan.. sungguh saya tidak bermaksud mencelakakan Tuan"Sang jenderal makin geram dan berteriak "Kamu lihat sendiri, arah yang kamu tunjukkan adalah salah, sungai disana sangat dalam dan seekor kuda telah mati gara-gara kamu!" "Ampun.. Tuan, ampun.. bukankah tadi di tempat itu bebek-bebek saya berenang dengan aman?" Kali ini sang jenderal tertegun, sejenak berpikir lalu tersadarkan bahwa dirinya telah salah bertanya kepada orang yang tidak tepat.Serta merta dia memerintahkan prajuritnya untuk membebaskan si penggembala bebek itu. salam bijaksana, Haryo Ardito, Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI Jakarta Website: www.haryoardito.com |
|||
|
Komentar Anda
Pengirim : Budhi Widi Astuti
Jalan yang ditempuh oleh orang lain menuju sukses, belum tentu cocok untuk kita tempuh juga. Karena setiap orang mempunyai karakteristik yang berbeda dari orang lain. Jadi tempuhlah jalan menuju kesuksesan anda, seperti yang sudah Tuhan siapkan untuk anda. Jah blez y'all!
Pengirim : Syafriandi
Kalau saya cermati isi cerita Jenderal & Bebek terlihat terlihat bahwa kita bertanya atau mengikuti pada orang (sosok) yang salah. Sehingga bukan kesuksesan yang kita terima tetapi malah celaka. Sering kali kita menganggab panutan kita telah benar. Mohon pak Haryo Ardito dapat memberi tips untuk menguji panutan, agar kita lebih pasti dan terhindar dari celaka.
Salam sukses Syafriandi
|
|||
|
|||
| ( View : 11548 | Refer : 7 | Print : 212 | Rate : 9.00 / 1 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Ada Doni Tata Di Moto GP (Artikel Tetap) - Senin, 29-Oktober-2007 | ||
| • | Lepaskan, Bagaikan Anak Panah (Artikel Tetap) - Selasa, 30-Oktober-2007 | ||
| • | Apa Yang Anda Lupakan Hari Ini ? (Artikel Tetap) - Selasa, 30-Oktober-2007 | ||
| • | Informasi Negatif (Artikel Tetap) - Jumat, 02-November-2007 | ||
| • | Pribadi Yang Kaya (Artikel Tetap) - Jumat, 02-November-2007 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Orang Sukses Tidak Santai, Orang Santai TIdak Sukses (Artikel Tetap) - Kamis, 25-Oktober-2007 | ||
| • | Biarkan Mata Bicara (Artikel Tetap) - Selasa, 23-Oktober-2007 | ||
| • | Sekolah Cinta Pertama (Artikel Tetap) - Selasa, 23-Oktober-2007 | ||
| • | Haru Lebaran (Artikel Tetap) - Senin, 22-Oktober-2007 | ||
| • | Harta Karun Untuk Semua (Artikel Tetap) - Jumat, 19-Oktober-2007 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



