Kharisma
adalah pengolahan diri seseorang dimana, orang tersebut terus menerus
mengembangkan kelebihan dirinya, yang bisa memancar keluar, membuat
orang lain menjadi bisa merasakannya
Pernahkah anda membaca contoh iklan-iklan dari banyak
orang
‘pintar' yang menjanjikan
penambahan Kharisma dan sejenisnya untuk kalangan pejabat, artisatau ibu rumah tangga biasa? masih menurut
iklan tersebut dengan menukar dengan mahar (mas kawin) istilah untuk pembayaran
transaksi bagi pembeli barang atau penguna jasa mereka, kita bisa langsung
merasakan mempunyai Kharisma, atau wibawa
yang bertambah untuk naik pangkat atau pemikat untuk artis dan perempuan
yang membutuhkannya.
Seorang teman karena tertarik untuk meningkatkan
kharismanya, karena dia baru diangkat menjadi pimpinan sebuah perusahaan besar,
maka mengirimkan mas kawin (sejumlah uang) untuk benda tertentu yang dikatakan
bisa membantu maksudnya tersebut.
Tetapi apa mau dikata baru saja menduduki jabatannya
sekitar setahun, tahu-tahu atas hasil rapat seluruh direksi dia dicopot dari
kedudukannya dengan alasan tidak bisa dipercayakan menjadi pemimpin perusahaan
besar karena mempunyai sifat arogan, sehingga membuat para karyawan atau bawahan
yang langsung membantu tugas-tugasnya menjadi resah dan, ramai-ramai minta
berhenti bekerja dimana hal tersebut membuat perusahaan merugi karena terganggu
aktifitasnya.
Melihat kejadian tersebut ternyata walaupun sudah dibantu
dengan
‘jimat' benda yang dibayar
dengan mahal dan diperoleh dari orang yang paling pintar diduniapun, kalau
kelakuan tidak beres, ya yang terjadi malapetaka, kehilangan jabatan penting
yang tentu saja tidak semua orang punya kesempatan untuk merasakannya.
Pada seorang
‘pintar'
penulis bertanya
: ‘mengapa sudah diberi jimat, masih tidak bisa meningkatkan
kharismanya.?" untuk mempertahankan jabatannya.! Dan terdengar orang
‘pintar' tersebut memberi jalaban, yang
saya rasa bukan untuk menghindarkan diri bahwa jimatnya dianggap tidak bertuah,
tapi jawabannya memang masuk akal dan tidak mengada-ada..! Demikian jawabannya:
‘kalau
sudah diberi alat bantu, Tetapi pada dasarnya,
jati diri tidak dapat terus menerus berbuat kebaikan, maka benda yang
menjadi alat bantu itu hanya sebagai hiasan saja!'
Kharisma
adalah Konsekuensi Perbuatan
Sebetulnya apa itu yang namanya Kharisma..? kata Kharisma
berasal dari bahasa Yunani
Charizethai
yang berarti pemberian Tuhan yang menampilkan sesuatu yang lain dari
seorang manusia baik itu berupa keangunan, kecantikan dan kebaikan serta
keuletan. Maka bisa disimpulkan, bahwa kharisma adalah sebuah konsekuensi
perbuatan positif yang memancar dari diri seseorang.!
Kharisma bukan merupakan hal yang dicari-cari..!bahkan harus ditambah dengan tempelan jimat-jimat.
Tapi
kharisma
adalah pengolahan diri seseorang dimana, orang tersebut terus menerus
mengembangkan kelebihan dirinya, yang bisa memancar keluar membuat orang lain
menjadi bisa merasakannya atau bisa menjadi pengemar (pengikut) yang fanatik
untuk dirinya. Dan seperti Inner Beauty
dimana inner beauty (kecantikan
batin) bisa menjadi inner power (kekuatan'dalam') maka kharismapun
demikian, orang akan merasakan jika berhadapan dengan seseorang yang mempunyai Kharisma,
energi postif memancar keluar memberi daya tarik pada orang yang berinteraksi.
Kharisma, tidak bisa gembar gemborkan oleh diri sendiri,
dimana seseorang bisa bertepuk dada, menyatakan dirinya punya kharisma atau
punya inner beauty. Maka kesimpulannya Kharisma maupun Inner Beauty bisa
dirasakan, bisa terlihat oleh orang lain bukan sebagai pengakuanoleh diri sendiri.
Membangun Kharisma
Telah diterangkan dimuka tulisan ini,seseorang yang mempunyai kharisma bisa membuat
seseorang menjadi idola, pemimpin yang dikagumi bahkan mempunyai pengikut yang
‘rela mati' untuknya seperti kita kenal beberapa tokok dunia yang berkharisma,
dan banyak tokoh yang mempunyai kharisma ternyata bukanlah seseorang yang
mempunyai kedudukan atau harta berlimpah tapi seperti banyak diungkapkan dimana
beberapa nama seperti Nabi Muhamad SAW, Yesus bahkan Sidarta Goutama dan masih
banyak tokoh lainnya dimana banyak cerita mengungkapkan bila mereka berceramah,
bukan saja memukau manusia bahkan burung yang terbangpun akan hinggap dulu
didahan pohon untuk turut mendengarkannya.
Sebagai contoh yang hidup pada zaman ini yaitu ibu Theresa
dari Calcuta, dimana seorang teman Victor
Chandrawira yang kebetulan bisa hadir dalam kesempatan itu, bersaksi:pada saat
Women World Summit di Beijing
September 1996 dimana sejumlah ibu negara dan tokoh-tokoh wanita dunia
berkumpul dengan beragam gemanya, ditengah kebisingan obrolan antar mereka
mendadak suasana bisa sunyi hening tácala,
seorang ibu tua dengan pakaian sederhana dan badan yang tua renta
berjalan memasuki arena, yang ternyata ibu tersebut adalah Ibu Theresa yang
begitu berkharisma sehingga bisa membuat semua mulut terdiam, mata terbelalak
padahal dia sosok tua yang sederhana.
Melihat penampilan
wanita tua sederhana ditengah gemerlapnya pakaian dan anggunnya penampilan para
ibu negara seluruh dunia, maka apanya yang membuatnya bisa membungkamkan mulut
dan membelalakan mata orang banyak..? Tentu saja jawabannya adalah kharismanya.!
Beliau membangunnya dengan berbuat baik sepanjang hidupnya, dimana perbuatannya
melebihi kebanyakan orang didunia ini, dan mungkin sampai saat ini belum
tergantikan sejak kematiannya.
Kharisma bisa dibangun, dipupuk dengan perbuatan baik yang terus menerus
dan membuahkan sesuatu yang berguna untuk orang lain dan melakukannya dengan
kesungguhan hati untuk mendapatkannya.
Kharisma sebuah perbuatan nurani dimana seseorang bisa
menyeimbangkan dirinya, untuk berbuat dengan mementingkan kepentingan orang
lain diatas kepentingan ego diri, bisa memikirkan perasaan orang lain, bisa
bekerja dengan kasih sayang tanpa pamrih untuk kesejahteraan orang lain, bisa
bekerjasama dengan baik dengan semua unsur tim kerja.
Ditulis oleh
: Lianny Hendranata
ray_and_mel@hotmail.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Lianny Hendranata
|
 |
Ketabahan
|
 |
Kegagalan Dan Kesuksesan Adalah Konsekuensi Pikiran
|
 |
Merdekakan Diri dari Penjara Mental
|
 |
Kharisma, Sebuah Konsekuensi Perbuatan
|
 |
Rendah Hati, Bukan Rendah Diri Lho!
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Tidak Bersyukur
(Artikel Anda) -
Kamis, 25 Oktober 2007
|
 |
Mengapa Tidak Mulai Dari Sekarang?
(Artikel Anda) -
Rabu, 31 Oktober 2007
|
 |
Ibu, Aku Mencintaimu
(Artikel Anda) -
Kamis, 01 November 2007
|
 |
Perubahan
(Artikel Anda) -
Senin, 05 November 2007
|
 |
Memberi Vs Menerima
(Artikel Anda) -
Rabu, 07 November 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Arti Dari Sebuah Pengorbanan
(Artikel Anda) -
Selasa, 23 Oktober 2007
|
 |
Unconditional Love - Apakah Itu?
(Artikel Anda) -
Selasa, 23 Oktober 2007
|
 |
Nyanyian Sapi Bikin Kangen
(Artikel Anda) -
Jumat, 19 Oktober 2007
|
 |
Indahnya Memaafkan Di Hari Yang Fitri
(Artikel Anda) -
Sabtu, 13 Oktober 2007
|
 |
Penonton
(Artikel Anda) -
Kamis, 04 Oktober 2007
|
|
|