|
|||
|
Penulis : Prie GS - Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
Rating Artikel :
Senin, 22-Oktober-2007
Banyak soal membuat haru
hatiku saat lebaran tiba. Misalnya penjaga masjid di kampungku yang selalu menunda
pulang mudiknya karena harus menyelengarakan bermacam-macam kegiatan. Mulai
dari memimpin anak-anak takbir keliling kampung di malam hari sampai menyiapkan
perlengkapan shalat Idul Fitri di esok hari. Maka ketika kampung telah sepi, ia
masih harus mengepel lantai, menggulung karpet dan memunguti koran-koran bekas
untuk alas shalat. Wahai koran bekas itu betapa banyaknya. Padahal jika setiap
pembawa itu membawakembali korannya,
gunungan kotoran itu tak akan ada.
Tapi beginilah tabiatkita ini, sambil beribadah pun bisa sekaligus berbuat dosa. Jelas sekali, kenapa ada jenis peribadatan yang rendah saja pengaruhnya bagi perbaikan kelakuan. Kita tetap di sini, seperti ini, tak ada yang berubah juga. Kita adalah pribadi yang sama dengan yang kemarin, yang berani menebar kekotoran tanpa berani membersihkan. Itulah kenapa WC umumselalu buruk mutunya. Masih saja ada orang yang berani kencing tapi tak berani mengguyur. Makanya di WC-WC umum itu, hingga di hari ini, masih saja anjuran yangsebetulnya menghina martabat kita: habis kencing harap diguyur! Jelas anjuran itu pasti akibat dari banyaknya pengencing yang lupa mengguyur bahkan kencingnya sendiri. Itulah kecurigaan saya kenapa Indonesia ini lambat sekali menjadi negara yang sehat. Karena kesehatan itu cuma baru bisa terjadi, jika setiap dari kita sudah sama-samamenjadi pembela kepentingan bersama. Padahal sedang kita lihat, penghancuran kebersamaan itu tengah berlangsung di mana-mana. Soal-soal yang menyangkut tentang keadilan umum kesejahteraan umum, dan ketenteraman bersama sedang ada di titik rendahnya. Sementara yang menyangkut tentang keadilan pribadi, kesejahteraan pribadi dan keadilan pribadi sedang berada di titik tertinggi. Padahal ini tidak mungkin. Karena jika orang membangun ketinggian sambil merendahkan yang lain, ia sesungguhnya sedang berada dalam bahaya. Jika seseorang membangun keluasan sambil menyempitkan pihak lain, sesungguhnya ia tengah bersiap untuk celaka. Jika keseimbangan alam ini terganggu, ia akan meminta keseimbangan itu kembali. Dan jika ini sudahterjadi, tak akan ada kekuatan yang bisa menghalangi. Siapa saja, akan dilumatnya. Tetapi baiklah. Di tengah pameran ego-ego pribadi itu, marilah kita pungut sisa-sisa yang masih ada, soal-soal yang mengharukan hati kita, setidaknya hatiku ini. Biar ia menjadi sedikit penentram dan menerbitkan lagi kerindukan kita atas pentingnya kebersamaan. Di antara sederet soalyang bikin haru itu adalah HP tuaku. Ia tampak terengah-engah menerima berondongan SMS yang terlalu deras untuk ukuran usianya. Sebentar-sebenatar HP ini sudah berteriak bahwa ia tak kuat lagi. Satu-satu ia saya buangi agar bisa menerima SMS lagi. Bukan pekerjaan yang mudah, karena sambil membuang, aku sempatkan untuk membalasnya, dengan sentuhan pribadi. Bukan SMS generik, yangsekali bikin bisa dikirim untuk seluruh umat di jagat raya. Aku tahu pentingnya menyebut nama-nama, menempatakn mereka sebagai pribadi istimewa di hatiku. Aku mengerti hebohnya perasaan pihak yang dihargai. Jika cuma berpikir tentang mode, tentang ketuaan dan tentang gaya, rasanya HP ini sudahlayak aku campakkan, karena bahkan anak saya pun enggan menerimanya. ‘'Itu HP abad Flindstone,'' katanya. Tetapi setiap hendak benda ini, entah kenapa saya selalu teringat logika poligami. Banyak orang menyakiti istri pertama yang begitu besar jasanya cuma karena ia telah peot dan tua. Maka selama ia masih bisa bersuara dan masih terlihat hurufnya, biarlah ia menjadi teman hidup saya. |
|||
|
|||
| ( View : 2925 | Refer : 3 | Print : 183 | Rate : 9.00 / 1 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Sekolah Cinta Pertama (Artikel Tetap) - Selasa, 23-Oktober-2007 | ||
| • | Biarkan Mata Bicara (Artikel Tetap) - Selasa, 23-Oktober-2007 | ||
| • | Orang Sukses Tidak Santai, Orang Santai TIdak Sukses (Artikel Tetap) - Kamis, 25-Oktober-2007 | ||
| • | Jenderal & Bebek (Artikel Tetap) - Jumat, 26-Oktober-2007 | ||
| • | Ada Doni Tata Di Moto GP (Artikel Tetap) - Senin, 29-Oktober-2007 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Harta Karun Untuk Semua (Artikel Tetap) - Jumat, 19-Oktober-2007 | ||
| • | Menciptakan Kepuasan Bagi Eksekutif (Artikel Tetap) - Kamis, 18-Oktober-2007 | ||
| • | Dunia Ini Rata (Artikel Tetap) - Kamis, 18-Oktober-2007 | ||
| • | Ide Brilian Perlu Teknik Komunikasi Untuk Menyampaikannya (Artikel Tetap) - Rabu, 10-Oktober-2007 | ||
| • | Lampor Kerinduan (Artikel Tetap) - Rabu, 10-Oktober-2007 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



