Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 

Kreatif. Energik. Dinamis

Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.

Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM

Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.

Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.

Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.

Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.

Mencari Uang Atau Mencari Prestasi?

Penulis : William Wiguna
Senin, 30 April 2007, Dibaca : 8692 kali | Dicetak : 509 kali | Cetak artikel ini



Sering kali kalau saya meng-interview seseorang karyawan baru khusus untuk departemen kami, senantiasa terlontar sebuah pertanyaan sangat menentukan sikap. Saya menanyakan, apa alasan ybs mau bekerja di perusahaan/departemen kami.

Jawaban sangat bervariasi dan sebagian besar menjawab dengan klise seperti "untuk menambah pengalaman", "menambah ilmu" dsb. Mereka biasanya setelah diberikan kesempatan untuk memperjelas alasan yang tepat, akhirnya ujung-ujungnya mengatakan "mencari uang".

Nah, disini saya selalu terkenang akan masa lalu dimana setelah lulus S1, saya tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan S2 karena memang kebutuhan akan uang tidak tercukupi bila harus memaksakan diri "mencari ilmu". Tetapi saya berhasil "menghibur diri" dengan menggunakan alasan logika, bahwa dimana tempat saya bekerja dan berkarir adalah S2 saya dan begitu seterusnya karena keinginan saya untuk mau terus belajar entah sampai kapan...

Kembali dengan interview, mereka biasanya mencoba merenungkan ide saya sbb: Bagaimana bila Anda merefleksikan sikap "mencari uang" itu kedepan. Mereka saya ijinkan memperkirakan apa yang dijawab seorang maling yang diinterogasi oleh polisi. Ya mungkin dengan cara yang lebih keras supaya sang tawanan tsb menjawab "mengapa mencuri". Tentu saja mereka dan Anda juga bisa menjawabnya dengan mudah bukan? Mereka "butuh/mencari uang" untuk hidup...

Saya selalu mencoba mengingatkan, bahwa tentu saja ucapan "mencari uang" tidak salah, tetapi akan menjadi bumerang bila mereka ucapkan dengan penuh motivasi yang serius atau menjadi keinginan! Otak kita sangat pintar, sehingga bila ada instruksi/motivasi yang masuk dengan sadar dan tidak sadar otak kita akan bekerja dengan keras mengejar target tersebut, misalnya "mencari uang". Maka amat sangat mungkin tahap-tahap yang terjadi bisa saja sbb: mulai menghitung-hitung untung-rugi antara gaji dan jam kerja, meng-korupsi waktu dan akhirnya materi. Hal ini biasanya akan menimbulkan stress yang tidak sehat. Otak kita akhirnya me"rekomendasi"kan atau "tidak bisa lagi membedakan" mana uang pribadi dan uang perusahaan.

Dan biasanya Boss/Owner Perusahaan pastilah bukanlah orang bodoh, dia justeru akan main lebih sadis dengan perhitungan untung-rugi dengan karyawan. Bisa ditebak juga bukan bila hal ini terjadi siapa yang bakal lebih "pintar" yang bakal mendapatkan keuntungan? Bila pun didapat, bukankah itu dari hasil yang tidak FAIR? Dan bila sang karyawan dan pimpinan jadi "adu ulet" maka bisa dibayangkan sirkuit lingkaran setan yang dibentuk.

Biasanya, sang karyawan baru akan tercenung, dan disinilah saya membagikan tips agar sang karyawan bisa lebih berdaya guna:

Saya menceritakan kasus saya ketika ingin belajar lebih lanjut tapi nggak punya uang seperti diatas, lalu bertekad belajar dimanapun saya mendapat kesempatan. Dan biasanya saya ajak sang karyawan mau belajar atau tidak dengan tips ini.

Di tempat kerja atau "kampus" baru ini sang karyawan adalah "siswa" dan saya menjadi pembimbing/guru yang bertanggung jawab atas karir/study ybs. Karena toh, dimana-mana ya memang seorang pemimpin harus mengajar dan membimbing bukan? Bila ybs berprestasi, akan disediakan Promosi dan kemungkinan "naik kelas". Bagi para Pemimpin, poin ini sering dilepas, dia mengajar tetapi tidak mengikat sang karyawan untuk tetap semangat belajar selama masih bersama-sama.

Menggunakan logika, bahwa karena ybs belajar maka mendapatkan istilah "uang jajan" sebagai pengganti istilah "gaji". Dari poin ini saja otak kita rasanya langsung lebih lega karena tidak lagi berhitung-hitungan dengan input-output kerja. Bahkan di "kampus" baru ini ybs tidak perlu membayar uang kuliah tetapi justeru menerima seluruh perangkat "belajar"nya dia seperti: seragam, komputer, ruangan dsb.

Selalu saya tanyakan, apakah uang jajan saat sekolah/kuliah lebih besar atau tidak dengan "uang jajan" yang dia terima di "kampus" ini. Untuk yang ini jawaban mereka 100% setuju bahwa "uang jajan" mereka sudah lebih baik.

Istilah "belajar" dan "kampus" baru buat seorang yang serius akan berdampak dahsyat seperti: kita akan menemukan bahwa otak kita bila sedang belajar akan menciptakan prestasi-prestasi yang mustahil akan diberikan oleh orang yang bermotif mencari duit.

Terbukti bukan, saat dulu kita sekolah/kuliah, walaupun berantem atau dimarahin Guru, demi ilmu kita tetap masuk dengan semangat untuk lulus bukan? Bahkan untuk tim kami disinilah kami membuat prestasi saat dulu kuliah menjadi juara LKIP tingkat Nasional, padahal modal kami cuma satu BELAJAR.

Karyawan-karyawan di departemen kami mencapai rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan, yaitu melakukan penjualan lebih dari 10 kali target!

Sebagian model seperti ini juga kami praktekkan di tempat dimana kami ber-organisasi, bahkan juga saat kami memberikan konseling dan program TRAIN the TRAINER. Bahwa semua anggota tim bisa lebih sukses dari pada saya sendiri dan karena tanpa pamrih, saya hanya bisa terus menyampaikan model "BELAJAR" seperti ini dimana pun dan pasti SUKSES. Salah seorang "office boy" kami telah menjadi National Sales Manager dalam waktu 10 tahun.

Sangat banyak alasan yang diberikan orang ketika mereka sudah capek-capek lulus kemudian dengan mudahnya mengganti motivasi yang benar dengan motivasi/keinginan mencari uang.

Coba renungkan, kalau Tuhan demikian besar dan dahsyat menurut ukuran orang-orang beriman, apakah layak motivasi utama seseorang bekerja adalah hanya "mencari uang"? Bukankah seharusnya bisa lebih baik dari makhluk lainnya yang memang dipersiapkan hanya untuk "mencari makan".
Saya banyak bertanya kepada para orang tua dan pembina rohani berbagai kalangan, ternyata ini adalah salah satu dosa turunan Feodalisme. Bayangkan setelah 350 tahun dijajah, inilah paradigma yang keluar dari para generasi tua kepada yang muda: "cepat belajar dan lulus supaya bisa cari uang"...

Mungkin, sekedar membandingkan, kalau sungguh2 para generasi tua maunya begitu, sebaiknya jangan sekolahkan mereka, karena tidak mungkin balik modal! Coba bayangkan, uang pangkal SD saja sudah 5-10 juta. Kuliah di UI saja butuh Rp. 150 juta. Sedangkan lulusan Sarjana sudah jamak bersedia dengan gaji di bawah UMR. Sebaiknya, mulai sekarang investkan uang pangkal/sekolah mereka dengan sesuatu buat mereka yang nanti langsung bisa jualan kalau sudah besar, seperti misalnya (maaf) warung.

OK, menurut saya, sudah waktunya OTAK kita diberikan tugas yang lebih mulia yaitu "BELAJAR". Karena saat seseorang belajar, prestasi pasti mengikuti. Dan saat belajar dan bekerja, maka setiap orang pasti menerima UPAH bukan? Jadi, ajak generasi sekarang memutuskan rantai/kuk "mencari uang" karena itu buat makhluk yang kesulitan memahami apa arti belajar. Tips Ini bagi yang sedang bekerja.

Nah, TIPS bagi yang sedang mencari kerja, coba renungkan baik-baik apa jawaban yang harus disiapkan bila di-interview, yaitu APA KEBUTUHAN ANDA YANG PASTI MENGUNTUNGKAN DAN TIDAK MERUGIKAN PERUSAHAAN?. Jangan lagi bersilat kata karena bila kita tidak siap mental, sang interview dengan mudah me"nekan" Anda sehingga Anda merasa sangat "murah" dimata sang interview. Bila ini yang terjadi, maka dalam proses transaksi, sulit untuk dikatakan kondisi tersebut "win-win".

Bila Anda masih kesulitan untuk membersihkan "suara-suara" yang meminta Anda untuk segera "mencari uang", perbanyaklah doa dan baca kitab suci kemudian bila sempat diskusikan dengan kami untuk dibantu mengenal Talenta-talenta yang Tuhan berikan sebagai saran pembelajaran dan pe-lipat-gandaan prestasi Anda di dunia ini.

Akhir kata, para rohaniwan selalu berkata, bahwa belajar itu adalah perintah dari Kitab-kitab Suci. Dan bekerja adalah IBADAH. Jadi renungkanlah, benarkah kita boleh "mencari uang" di dalam Ibadah Suci kita? Bukankah UPAH itu pasti diberikan ,bukan dicari, bagi yang BEKERJA (baca: BERIBADAH)?

Note: Cerita ini merupakan kisah nyata penulis saat belajar ilmu "Tahu Diri"

Name: William Wiguna
Email: williamw@uninet.net.id



Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!


Baca juga artikel lainnya dari William Wiguna

Milikilah Pelita Anda Sendiri
Mengukur Talenta Kita Dalam Berkomunikasi
Mencari Uang Atau Mencari Prestasi?
Bagaimana Dan Mengapa Karakter Itu Menjadi Penting?
Artikel Selanjutnya :
Tips Of Effective Writing (Artikel Anda) - Kamis, 10 Mei 2007
Sang Keledai (Artikel Anda) - Sabtu, 12 Mei 2007
Kedamaian Pikiran (Artikel Anda) - Senin, 14 Mei 2007
Badai Pasti Berlalu (Artikel Anda) - Rabu, 16 Mei 2007
Souvenir Cinta (Artikel Anda) - Kamis, 24 Mei 2007
Baca juga artikel sebelumnya :
Arti Kebahagiaan (Artikel Anda) - Kamis, 26 April 2007
Beautiful Simplicity - Kesederhanaan Yang Cantik (Artikel Anda) - Senin, 23 April 2007
Menjadi Bahagia? (Artikel Anda) - Jumat, 20 April 2007
Dont Stop Studying (Artikel Anda) - Selasa, 17 April 2007
Sebatang Bambu (Artikel Anda) - Senin, 16 April 2007

Bagaimana menurut kalian?




SHARE & BE HAPPY

FREE!!
Teman-teman yang LUAR BIASA, melalui program ini kami akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi secara rutin langsung ke E-mail Anda!

Ajak teman-teman dan keluarga ya :)

AW MOTIVATION QUOTES

TAMAN MOTIVASI

TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MENCAPAI SEBUAH KESUKSESAN.KARENA KESUKSESAN TIDAK MENGENAL BATAS WAKTU.

Pengirim: HERI

TESTIMONIAL

HaloPak Andrie Wongso ^_^ Salam sukses, saya Ivan. Saya buka website inisetiap hari lho… di kantor dan di rumah. Bagus sekali untuk menambahpengetahuan, semangat, dan mendorong kita untuk berprestasi.

Saya harap Pak Andrie lebih sering mengadakan seminar khusus untuk orang muda Indonesia! Boleh dong…? Anak muda sekarang, kelihatannya banyak yang loyo Pak…!

Pengirim: Ivan

RADIO SONORA - Live Streaming

ANDRIE WONGSO SUCCESS WISDOM & MOTIVATION Dengarkan siaran bapak Andrie Wongso setiap hari Senin, Pk. 07.00 - 08.00 WIB, Live di 18 station & 15 kota.
Get the Flash Player to see this player.

HUBUNGI KAMI

OUR PARTNER


Copyright © 2006-2012 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved



Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat
Teman-teman yang LUAR BIASA,

Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!

Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
  1. Audio
  2. Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
  3. Widget
  4. Greeting Card
  5. Wallpaper
  6. Bookmark
  7. Poster
  8. Photo Frame
  9. Kalender
  10. Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.

Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?