Pembacayang budiman, kita akan segera memasuki tahun naga yang berlangsung pada 23 Januari 2012 dan berakhir sampai dengan 9 Februari 2013. Kepada teman-teman pembaca yang setia dan siapa saja yang merayakan tahun baru Imlek, pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan "Gong Xi Fa Cai, Wan Shi Ru Yi".
Menurut para pakar fengshui, tahun 2012 dikuasai oleh Naga Air, sehingga diperkirakan akan ada bencana alam yang berkaitan dengan air. Begitu juga dengan bisnis yang berelemen air seperti; transportasi, perikanan, pariwisata, dan sejenisnyaakan menghadapi masa-masa yang relatif sulit dan banyak tantangan. Namun demikian, bila kita bisa bekerja lebih keras, lebih komitmen dan lebih fokus, semuanya akan berjalan lebih baik.
Terlepas dari ramalan tersebut, dalam mitologi China, naga termasuk makhluk paling menarik, lambang sosok yang kuat dan perkasa. Ia terkenal bukan hanya di daratan China tetapi sudah mendunia. Wujud naga selalu digambarkan sebagai binatang yang bisaterbang, bertubuh seperti ular tetapibersisik, mempunyai tanduk dan memiliki cakar. Begitu kuat dan kokohnya image tersebut, tidak mengherankan kalau gambar naga dipakai banyak kalangan termasuk para kaisar zaman dulu di baju kebesarannya sebagai lambang kegagahan dan keperkasaan.
Pada tulisan ini saya memilih judul yè gōng hào lóng 叶公好龙 yang jika diterjemahkan secara harfiah artinya, "Tuan Ye menyukai naga". Namun arti dan makna yang mendalam dari ungkapan tersebut adalah orang yang mempunyai tindakan, ucapan dan perbuatan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Contoh penggunaan idiom yè gōng hào lóng dalam keseharian. Si A mengatakan ia mencintai seni, sebenarnya ia seperti Tuan Ye yang menyukai naga (Si A hanya berpura-pura mencintai seni untuk meningkatkan status sosialnya, sebenarnya ia bukan saja tidak mencintai, bahkan tidak memahami sama sekali).
Simak kisah di bawah ini, di mana Chinese idiom tersebut berasal.
Alkisah, di zaman dahulu di negeri Chum hiduplah seorangbernama Shen Zhu Liang. Ia menjabat salah satu kepalawilayah Ye dan mendapat julukan Tuan Ye. Tuan Yeamat mencintai naga yang ia representasikan dalam segala peralatan dan pernak-perniknya berbau naga. Seluruh dinding rumahnya juga bermotifkan naga. Termasuk tiang penyangga, pintu dan jendela pun berukiran naga. Pakaian, piring, cangkir, sendokdan segala barang lainnya, tanpa kecuali terdapat gambar atau ukiran naga.
Kepada setiap orang yang dijumpai ia selalu menceritakan perihal dirinya yang amat mencintai akan naga dan semua benda-benda yang dimilikinya bermotifkan naga. Tidak disangka, berita tersebut cepat tersebar dan meluas keseluruh negeri. Begitu hebohnya perihal kecintaan Tuan Ye dengan sosok naga sehingga kabar ini pun sampai ke telinga sang naga yang bermukin di langit. Sang naga yang tergugah hatinya memutuskan mengunjungi Tuan Ye untuk memberikan apresiasi atas kecintaannya terhadap naga.
Suatu hari, angin bertiup kencang dan terdengar suara gemuruh dari arah barat daya. Tuan Ye yang sedang tidur siang pun terbangun. Melihat akan segera turun hujan ia pun segera menutup jendela. Tetapi alangkah kagetnya ketika akan menutup jendela, Tuan Ye melihat seekor naga asli turun dari langit dan terbang menuju ke arahnya. Seketika itu juga ia lari terbirit-birit. Dengan wajah yang pucat ia berlari sambil meminta tolong. Nagayang melihat Tuan Ye yang ketakutan menjadi bengong, akhirnya memutuskan untuk kembali ke langit dan membatalkan kunjungannya ke rumah Tuan Ye.
Netter yang Bijaksana!
Sebenarnya Tuan Ye hanya berpura-pura mengagumi dan mencintai naga, sebaliknya justru takut akannaga. Ia menceritakan perihal dirinya kepada orang lain hanya ingin menunjukkan status dan keunikannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai orang seperti Tuan Ye. Kitasering menyebutkan orang tersebut "munafik", apa yang terlihat di luar dan di dalam tidak sama. Apa yang dikatakan, apa yang diperbuat, apa yang ditunjukkan di depan umum dan masyarakat luas berbeda dengan sikap, kepribadian, dan kelakuannya sendiri.Begitu juga dengan orang yang hanya pintar bicara, tapi kalau disuruh mempraktikkan apa yang diomongkan hasilnya nol besar. Sifat demikian tidaklah baik, karena bisa menyebabkan orang tersebut dikucilkan dalam masyarakat dan gagal dalam hidupnya.
Pembaca yang budiman,
untuk menjadi orang sukses kita harus bisa menyeralaskan antara kata, tindakan dan perbuatan kita. Jangan berbuat seperti Tuan Ye,jangan jadi orang yang lain di bibir lain di hati. Marilah kita menjadi orang yang sedikit janji tetapi menepatinya. Sedikit bicara tetapi banyak bekerja, serta hidup sederhana dan mensyukuri sekecil apapun yang kita raih.
Salam suskes untuk Anda.
______________________
Artikel ini dan tulisan-tulisan inspiratif lainnya terdapat di majalah LuarBiasa edisi Februari 2012. Dapatkan pada awal Februari mendatang di toko-toko buku Gramedia di kota Anda. Atau pesan langsung ke (021) 6339523 pada hari dan jam kerja.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Leman Yap
|
 |
Kerja Keras Sama Dengan Sukses Bagian 2
|
 |
Sukses = Kerja Keras
|
 |
Pahlawan Boleh Meneteskan Darah Tetapi Tidak Air Mata
|
 |
Hoki Intelligence
|
 |
Kecerdikan Tiga Orang Tukang Sepatu , Sama Dengan Kecerdikan Zhuge Liang
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Menjadi Orang Sukses Dan Berarti
(Artikel Tetap) -
Rabu, 01 Februari 2012
|
 |
Womenpreneur
(Artikel Tetap) -
Rabu, 08 Februari 2012
|
 |
Stay Motivated
(Artikel Tetap) -
Minggu, 12 Februari 2012
|
 |
Salesman Is A Diamond
(Artikel Tetap) -
Jumat, 17 Februari 2012
|
 |
Ilmu Menjadi Orang Hebat
(Artikel Tetap) -
Senin, 05 Maret 2012
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Kekayaan Bukanlah Satu-satunya Sumber Kebahagiaan
(Artikel Tetap) -
Rabu, 18 Januari 2012
|
 |
Menentukan Tujuan Hidup
(Artikel Tetap) -
Minggu, 15 Januari 2012
|
 |
Kebiasaan Berpikir Kreatif
(Artikel Tetap) -
Jumat, 13 Januari 2012
|
 |
Spirit Of Giving
(Artikel Tetap) -
Selasa, 10 Januari 2012
|
 |
Seni Menikmati Hidup Bebas Stres
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 07 Januari 2012
|
|
|