Hari ini, terjadi pergantian tahun baru Masehi 2012, dimana umat manusia seluruh penjuru negeri dari Nanggroe Aceh Darussalam sampai Papua dengan gegap gempita, menyambut malam pergantian tahun.
Ini kegembiraan yang dirasakan oleh tidak sedikit anak-anak bangsa di seantero negeri ini!
Isi keberagaman di tanah pertiwi, membuat keberagaman menjadi bagian kehidupan anak bangsa. Kita mengenal perbedaan sebagai kebersamaan melalui falsafah Bhineka Tungal Ika: meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia adalah satu kesatuan.
Nilai perbedaan dan keberagaman ini menyebar dan menjelma menjadi roh kebersamaan. Kebhinekaan yang terpatri di tanah-tanah negeri, telah melekat erat-erat. Sejak dulu telah diajarkan oleh tetua dan guru-guru bangsa.Diajarkan di pelosok-pelosok negeri, di sudut-sudut ruang kelas di bangku-bangku sekolah, bahwa kita adalah bangsa yang beragam dan bersuku-suku.
Namun seiring waktu,barang sedikit demi sedikit nilai kebhinekaan itu kini mulai lekang oleh kompleksitas masalah sosial, politik, dan kisruh kepentingan, sehingga meninggalkan kecurigaan dan permusuhan antaranak bangsa. Terkadang riak-riak itupun "meledak" menjadi letupan bom sesungguhnya.
Pada dimensi ini diperlukan kejernihan hati untuk melihat kembali "akar bumi" sehingga dapat melucuti keegoan hati, keakuan golongan, dan terminologi kebenaran milik pribadi yang belum tentu benar. Di sini perlunya melihat bahwa perbedaan dan keberagaman bangsa merupakan potensi sosial untuk membangun negeri bahu membahu saling mengisi kekurangan, dan tidak sebaliknya, menjadi potensi saling benci dan meletupkan kekisruhan.
"Akar bumi" adalah nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi leluhur anak bangsa yang sebenarnya merupakan fitrah dalam diri manusia. Nilai-nilai tersebut akan muncul dari hati yang jernih yang mampu melihat perbedaan sebagai berkah kebersamaan. Di hati itu terpatri nilai-nilai ke-Tuhan-an: yaitu hati yang penuh dengan rasa kasih sayang sesama.
Hati bersih yang berisi nilai Kemahapenyayangan, seharusnya menaburkan rasa cinta kepada siapapun jua. Menyayangi sesama yang memiliki perbedaan persepsi dan nilai.Sebagai manusia yang kembali ke "akar bumi", seyogyanya tidak berat untuk mengasihi antarsesama anak bangsa.
Dibutuhkan Obat Penenang
Hati yang membeku ketika melihat orang lain berbeda, obatnya adalah jiwa yang bersih dan tercerahkan oleh kasih sayang sesama.Jiwa-jiwa yang dengan fitrahya meletakkan kembali rasa cinta kasih kepada sesama manusia sebagai modal untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Semakin kuat rasa ingin dekat kepada-Nya, semakin enteng niat untuk mengasihi orang lain. Di sinilah perlunya setiap anak bangsa untuk membuka ruang hati untuk mengasihi sesama, karena semakin kuat rasa kasih kepada orang lain, maka semakin lengkap kedekatan kita dengan-Nya.
Oase di Tengah Dahaga
Melihat kebangkrutan cinta dan kasih sayang anak bangsa telah berada di tubir jurang. Jika kita lihat tidak sedikit kasus kerusuhan, perkelahian, dan pemerkosaanmuncul di layar dan halaman pemberitaan. Bahkan sebagian rasa itu mati dan bersemayam di luat dalam.
Tidak sedikit demonstrasi dengan kepentingan apapun, mengepal tangan kanan ke atas sambil teriak lantang: "kebersamaan"namun sembari "lempar batu" di tangan kiri antarkawan, antaranak negeri jelas kasat mata.
Sejatinya "akar bumi" masih dapat dijaga oleh anak-anak bangsa, oleh pemuda-pemuda yang peka terhadap kejernihan hati. Momentum pergantian tahun ini dapat dijadikan sebagai pijakan untuk memperkokoh langkah-langkah kebaikan, menerangi kembali kepekatan hati. Tetap damai Indonesia-ku.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Antoni Ludfi Arifin
|
 |
Demi Waktu
|
 |
Life is Beautiful
|
 |
Salesman: Pilihan Nomor Satu
|
 |
Kekuatan Modeling
|
 |
Berpikir Positif
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Anak Kunci
(Artikel Anda) -
Jumat, 06 Januari 2012
|
 |
Be A Big Tree
(Artikel Anda) -
Minggu, 15 Januari 2012
|
 |
The Secret Of Language (Reframing)
(Artikel Anda) -
Selasa, 17 Januari 2012
|
 |
Tindakan Dan Tanggung Jawabnya
(Artikel Anda) -
Senin, 23 Januari 2012
|
 |
Quality Time
(Artikel Anda) -
Sabtu, 04 Februari 2012
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
The Billionaire
(Artikel Anda) -
Sabtu, 17 Desember 2011
|
 |
Salesman, Manusia Pembelajar
(Artikel Anda) -
Selasa, 13 Desember 2011
|
 |
Cahaya Dan Bayangan Gelap
(Artikel Anda) -
Jumat, 09 Desember 2011
|
 |
Arti Sesungguhnya Menjadi Nomor 1
(Artikel Anda) -
Senin, 05 Desember 2011
|
 |
Success For Teenagers
(Artikel Anda) -
Jumat, 25 November 2011
|
|
|