Pepatah pada judul di atas mengandung pengertian yang sangat mendalam. Yakni, proses belajar harus menyatu sebagai bagian dari kehidupan. Sepanjang hayat masih di kandung badan, semaksimal masa itu pulalah kita seharusnya belajar.
Tentu, belajar bukan sekadar mengumpulkan berbagai teori. Namun, belajar haruslah mampu menjadi sarana bagi kita untuk terus menyerap berbagai materi sebagai bekal praktik kehidupan. Seperti juga kata bijak dari barat yang menyebut bahwa "learning is never ending journey". Maka, semakin kita belajar, semakin kaya kita dengan pengetahuan dan semakin banyak kebisaan yang bisa kita jadikan bekal meraih kesuksesan.
Saya sendiri memaknai "Hidup sampai tua, belajar sampai tua" adalah sebuah proses kehidupan dan perjuangan yang tanpa batas. Dan, semua ini bukan sekadar omong kosong belaka, bukan pula sekadar pengetahuan yang memuat teori semata. Tetapi, semua sudah saya jalani dan alami selama ini.
***
Kesadaran bahwa hidup adalah proses belajar berjuang sampai tua-bahkan hingga berkalang tanah-hal ini tentu akan menggugah keberanian kita untuk menjalani kehidupan dengan penuh gairah! Saat kita menghadapi tantangan dan ujian, dengan semangat seorang ksatria, kita berani berjuang menjadikan semua halangan menjadi pijakan keberhasilan. Saat kita mengalami hadangan masalah yang nyaris tanpa henti, kita selalu memiliki semangat untuk mencari solusi.
Kesadaran akan proses belajar dan berjuang akan membuat kita tidak mudah mengeluh, menuduh, apalagi menyalahkan orang lain sebagai kambing hitam persoalan. Sebab, kita sepenuhnya sadar bahwa semua itu hanyalah sarana belajar untuk mengembangkan kekayaan mental dan menumbuhkan kebijaksanaan dalam kehidupan.
Mari, mengarungi kehidupan dengan pandangan positif dan penuh rasa optimis. Saat kita berhasil mewujudkan impian, kita tak terjerumus dalam jurang keangkuhan. Begitu pula sebaliknya, saat mengalami kegagalan, kita tak terperosok dalam penyesalan yang mendalam. Apa pun yang kita hadapi, apa pun yang terjadi, kita selalu menyikapi dengan penuh kebijakan, karena semua pastilah mengandung pembelajaran.
Dan harus kita pastikan, bahwa saat belajar, kita bukan semata menjadi objek yang hanya menjadi pengumpul teori. Tapi, tentukan bahwa diri kita adalah subjek yang bekerja aktif, berjuang, serta berkarya dengan modal ilmu yang kita dapatkan. Dengan begitu, kita akan menjadi sang pembelajar yang berani menentukan target dan memperjuangkan semua impian agar menjadi kenyataan.
Terus belajar dan berjuang, sampai ajal kan datang, maka sukses bukan sekadar angan-angan.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Andrie Wongso
|
 |
Pengakuan Sang Juara
|
 |
Kisah Tawon dan Elang
|
 |
Kasih Ibunda
|
 |
Borobudur, Jati Diri Bangsaku
|
 |
UbahDuluYangDiDalam
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
The Power Of Small Habit - Kebiasaan Menuntaskan Pekerjaan
(AW Artikel) -
Rabu, 14 Desember 2011
|
 |
Piagam Ibu
(AW Artikel) -
Jumat, 16 Desember 2011
|
 |
Hadiah Cinta
(AW Artikel) -
Senin, 19 Desember 2011
|
 |
Mencari Pekerjaan
(AW Artikel) -
Kamis, 22 Desember 2011
|
 |
Tahun 2012, Tahun Aktualisasi Diri
(AW Artikel) -
Sabtu, 31 Desember 2011
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Orang Kaya Yang Miskin
(AW Artikel) -
Senin, 12 Desember 2011
|
 |
Tiga Kalimat Terlarang
(AW Artikel) -
Jumat, 09 Desember 2011
|
 |
Perbedaan Orang Sukses Dan Orang Gagal
(AW Artikel) -
Senin, 05 Desember 2011
|
 |
Pemancing Kecil
(AW Artikel) -
Senin, 28 November 2011
|
 |
Kedamaian Hati
(AW Artikel) -
Kamis, 24 November 2011
|
|
|