Alamat palsu dan SMS palsu sama-sama populer akhir-akhir ini. Yang satu dihembuskan oleh Ayu Ting Ting, yg lainnya tidak jelas oleh siapa. Kedua-duanya menyedot perhatian masyarakat luas.
Yang pertama dibahas dengan simpatik dan positif oleh publik karena terdapat unsur hiburan dan edukasi disana. Ada diskusi juga soal strategi branding, marketing, dan positioning yang digunakan hingga bisa meledakkan seorang Ayu sampai dengan kesuksesan meraup popularitas dalam waktu singkat namun tidak membuat jengkel orang lain. Sedangkan SMS palsu malah dibahas secara negatif dan destruktif. Apa pasal? Ternyata, karena SMS itu menawarkan sesuatu dengan cara kurang beretika dan menyasar ke target market yang tidak sesuai.
Melalui akun twitter @PonijanLiaw saya pernah mengadakan survei kecil-kecilan soal ini. Pertanyaan yang diajukan adalah: apa tanggapan Anda terhadap SMS-blast (jor-joran SMS) yang sering Anda terima? Dan hasilnya tentu bisa menjadi cerminan faktual tentang penilaian tweeps soal pengiriman SMS palsu, dalam arti tidak jelas siapa pengirimnya, terkadang termasuk isinya.
Dari 257 tweets yang masuk berikut hasilnya. 198 tweeps mengatakan ‘terganggu.' 210 menjawab terganggu dan langsung delete SMS itu dengan hanya membaca kata awalnya saja. 25 bilang ‘Ya tidak apa-apa. Kan yang bayar biaya dia.' Lalu, 37 ‘cuek' aja dan mendiamkan SMS itu. Selebihnya menjawab ‘tidak perlu memusingkan soal itu karena urusan sendiri masih banyak.' Macam-macam sebenarnya jawaban dari tweeps sahabat saya itu. Dari yang berbahasa formal sampai dengan yang asal.
Namun dari semangat dan nuansa yang terkadung di dalamnya dapat dipastikan bahwa mayoritas, hampir 81 persen menyampaikan rasa tidak suka, antipati bahkan sampai tidak menyukai produk dan korporasi bersangkutan! Ini tentu bukan berita gembira jika praktik murah meriah namun membawa musibah ini diteruskan.
Harian Kontan pada edisi Sabtu (8/10) menurunkan laporan utama pula tentang hal ini. Yang menguatkan fakta bahwa konsumen merasa sangat terganggu dan resah. Hal ini harus menjadi perhatian serius bank-bank yang kerap melakukan praktik ini termasuk perusahaan jasa pihak ketiga yang membisniskan data-data nasabah bank yang harusnya bersifat sangat rahasia itu.
Cara Murah Membuat Marah
Ketatnya persaingan terkadang bisa menumpulkan kreativitas buat petarung-petarung instan. Mereka tidak terbiasa dengan kerasnya persaingan dan tidak mau berpikir sedikit lebih smart agar persaingan dapat dimenangkan. Karena sukses terlalu muda tanpa kedalaman etika, para sukses muda itu pun menggunakan cara-cara instan yang tanpa disadari hanya memberikan keuntungan sekali. Ruginya berkali-kali.
Mengirimkan SMS melalui begitu banyak provider jasa merupakan indikator yang sahih dan valid menguatkan betapa budaya instan itu masih ada dan menjadi pilihan pertama dan utama. Jika para pengusaha, dalam hal ini banker, mau berpikir lebih tenang dan jernih, demi tujuan yang lebih panjang, menjaga kredibilitas dan citra tinggi bank bersangkutan harusnya menjadi prioritas utama.
Cara-cara instan seperti itu seolah menggambarkan betapa paniknya bank-bank itu dalam mempertahankan eksistensi korporasinya. Kepanikan yang tidak terurai atau terstruktur dengan baik menyebabkan cara-cara tidak beretika pun muncul dan menjamur. Akhirnya, pelanggan telepon seluler marah dan membicarakan bank bersangkutan bukan di ranah promosi tetapi caci-maki yang tanpa sadar menggerus nama baik korporasi bersangkutan. Cara-cara murah biasanya juga menghasilkan yang murah dan remeh juga. Apakah ini yang dicari oleh bank-bank yang sebelumnya bercitra positif?
Dalam bagian kedua tulisan ini, akan dibahas strategi komunikasi efektif yang bisa membuat calon konsumen mengapresiasi Anda. KLIK
___________________
DR. Ponijan Liaw - Komunikator No. 1 Indonesia
Pelatih & Penulis Buku-buku Komunikasi
Untuk mengundang, silahkan SMS/Tel: 0852.1720.3142
Email: pl@ponijanliaw.com, Twitter: @PonijanLiaw
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari DR Ponijan Liaw, MPd
|
 |
Seni Mendengarkan
|
 |
Alamat Palsu (bagian 1)
|
 |
Alamat Palsu (bagian 2)
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Alamat Palsu (bagian 2)
(Artikel Tetap) -
Jumat, 04 November 2011
|
 |
Pahlawan Boleh Meneteskan Darah Tetapi Tidak Air Mata
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 November 2011
|
 |
3 Keputusan Yang Akan Mengubah Nasib Anda
(Artikel Tetap) -
Kamis, 10 November 2011
|
 |
Tips Sukses Ala Socrates
(Artikel Tetap) -
Selasa, 15 November 2011
|
 |
Beban Berat Menuju Puncak Sukses
(Artikel Tetap) -
Minggu, 20 November 2011
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Lebay
(Artikel Tetap) -
Senin, 31 Oktober 2011
|
 |
Membentuk Karakter, Menjadikan Yang Terbaik Dalam Diri
(Artikel Tetap) -
Kamis, 27 Oktober 2011
|
 |
Kebiasaan Apa Yang Anda Pelihara?
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 22 Oktober 2011
|
 |
10 Pemimpi Terbesar Dan Terhebat
(Artikel Tetap) -
Kamis, 20 Oktober 2011
|
 |
Marketer Haruslah Spiritual
(Artikel Tetap) -
Kamis, 13 Oktober 2011
|
|
|