Hari ini, kita mengenang kelahiran presiden Indonesia pertama sekaligus tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia: Soekarno.
Soekarno, yang kelak sering dipanggil Bung Karno, lahir pada 6 Juni 1901. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo yang berprofesi sebagai seorang guru di Surabaya. Ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai, berasal dari Buleleng, Bali.
Sekitar tahun 1914, Soekarno lulus Sekolah Dasar Bumi Putera di Mojokerto yang kemudian dilanjutkan ke Sekolah Dasar Belanda. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya ke HBS (Hoogere Burger School) yang menjadi tempat awal penggemblengan jiwa nasionalismenya.
Lulus HBS tahun 1920, Soekarno berangkat ke Bandung untuk melanjutkan di THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Pada tahun 1926 atau ketika berumur 25 tahun, Soekarno berhasil menyelesaikan kuliahnya dan berhak menyandang gelar insinyur.
Sejak aktif di pergerakan kemerdekaan, Soekarno berulang kali ditangkap dan dibuang ke pengasingan. Penangkapan pertama pada Desember 1929 . Ia ditahan di penjara Banceuy, Bandung, Jawa Barat, karena dianggap melakukan pergerakan yang tidak disenangi Belanda. Di persidangan, Soekarno menyampaikan pledoi (nota pembelaan) yang kemudian dikenal dengan "Indonesia Menggugat". Namun ia tetap dianggap bersalah dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara.
Hukuman yang dijatuhkan Belanda tidak membuat nasionalisme Soekarno pudar sehingga tetap membangkitkan semangat kebangsaan rakyat. Lagi-lagi karena aktivitasnya, Soekarno ditangkap kembali pada Pebruari 1938 dan diasingkan ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Setelah itu, masih dalam tahun 1938, pengasingan Soekarno dipindahkan ke Bengkulu hingga tahun 1942. Namun meski berkali-kali ditangkap dan diasingkan tapi semangat dan rasa nasionalisme Soekarno tidak pernah luntur sedikit pun. Dan hal itu menjadi inspirasi yang besar bagi rakyat Indonesia, yang semakin bersungguh-sungguh dan rela berkorban dalam memperjuangkan kemerdekaan, meski harus menghadapi tantangan dan rintangan.
Kita semua pasti setuju, jika dikatakan bahwa Bung Karno merupakan 'mata air' inspirasi, baik secara nasional mau pun internasional. Dalam dunia politik, beliau dapat menjadi inspirasi tentang cara berkomunikasi dengan rakyat. Ia selalu mencari tahu apa yang menjadi keinginan dan aspirasi rakyat.
Tahun ini, untuk memperingati 110 tahun kelahiran Soekarno, ada rencana pemasangan prasasti (oleh Soekarno Institute) di rumah masa kecil Soekarno, Jalan Pandean IV/40 Surabaya, Jawa Timur.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tim AndrieWongso.com
|
 |
Gempa dan Tsunami Melanda Mentawai
|
 |
Sayonara, Tomizawa
|
 |
Pianis Tanpa Lengan Menang China’s Got Talent
|
 |
Ditemukan Suhu Terdingin di Muka Bumi
|
 |
Wajah yang Mirip dengan 9 Juta Orang
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Lahirnya Sastrawan Turki Modern, Orhan Pamuk
(Peristiwa Luar Biasa) -
Selasa, 07 Juni 2011
|
 |
Hari Kelautan Dunia
(Peristiwa Luar Biasa) -
Rabu, 08 Juni 2011
|
 |
Kartun Donald Duck Pertama Diluncurkan
(Peristiwa Luar Biasa) -
Kamis, 09 Juni 2011
|
 |
Carlo Ancelotti - Si Don Carletto Itu
(Peristiwa Luar Biasa) -
Jumat, 10 Juni 2011
|
 |
Raja George I Wafat
(Peristiwa Luar Biasa) -
Sabtu, 11 Juni 2011
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Deklarasi Kemerdekaan Serbia
(Peristiwa Luar Biasa) -
Minggu, 05 Juni 2011
|
 |
Prinz Poldi
(Peristiwa Luar Biasa) -
Sabtu, 04 Juni 2011
|
 |
Rafael Nadal Petenis No. 1 Dunia
(Peristiwa Luar Biasa) -
Jumat, 03 Juni 2011
|
 |
Kerusuhan Piala Dunia 1962 - Battle Of Santiago
(Peristiwa Luar Biasa) -
Kamis, 02 Juni 2011
|
 |
Hari Lahirnya Pancasila
(Peristiwa Luar Biasa) -
Rabu, 01 Juni 2011
|
|
|