Pencemaran laut oleh tumpahan minyak mentah selalu mengkhawatirkan. Jika tak cepat ditangani, tumpahan akan menyebar ke mana-mana. Karena bahaya besar ini, Presiden AS Barack Obama sampai menunda kedatangannya ke Indonesia pada tahun lalu. Pada saat itu tumpahan minyak di Teluk Meksiko mencapai 800.000 liter per harinya.
Kecelakaan seperti ini sebenarnya hampir terjadi di seluruh penjuru dunia. Di luar tim penanganan bencana yang umumnya pemerintah atau perusahaan minyak, tak banyak yang bisa dilakukan orang lain kecuali mengungkapkan keprihatinannya di berbagai media. Itu juga yang dilakukan pengusaha asal Austria, Friedrich Engl, ketika meninjau kebocoran ladang minyak Teluk Contance yang terletak di perbatasan Austria, Swiss, dan Jerman pada tahun 1985. Namun setelah itu Engl berpikir keras mencari solusi.
Engl, selain pengusaha, yang juga ilmuwan kimia itu,tak hanya berwacana. Ia terjun sendiri melakukan riset. Idenya adalah membuat bahan pembersih minyak dengan menggunakan kain yang mungkin kelak bisa bermanfaat untuk mengatasi tumpahan minyak. Ini memang ide kecil jika dikaitkan dengan tumpahan minyak yang dilihatnya. Bahkan tak akan mengatasi pencemaran minyak yang melanda laut luas. Namun ia yakin, sekecil apa pun sebuah upaya, punya makna yang besar. "Satu ons action lebih berharga ketimbang satu ton teori," ujarnya.
Engl lalu memulai action-nya dengan melakukan penelitian pada tahun 1985. Ia membuat bahan pembersihan dengan bahan dasar serat kain. Tak mudah melakukannya sampai-sampai ia sendiri harus menghabiskan waktu sampai lima tahun. Akhirnya terciptalah kain yang bisa menyerap minyak tanpa perlu menggunakan air.
Kendati tak mudah menerapkannya di lautan untuk mengatasi pencemaran minyak, anak Engl, Johannes Engl, justru melihat manfaat lain. Johannes yang bekerja di restoran memiliki ide membuat sarung tangan dari bahan kain itu dan bermaksud memasarkannya untuk industri pangan seperti restoran atau pabrik-pabrik makanan lain yang sering bermasalah dengan minyak dan lemak.
Pada tahun 1990, Johannes meminta ibunya dan seorang teman ibunya menjahitkan puluhan sarung tangan pembersih dari kain ciptaan ayahnya. Ia sendirimenjualnya secara door-to-door. Hari pertama Johannes bisa menjual tujuh sarung tangan dan itu membuatnya senang dan makin semangat. Ini makin meyakinkannya bahwa kain yang dibuat ayahnya punya prospek bagus.
Hari demi hari jumlah sarung tangan pembersih yang terjual makin banyak. Johannes mulai memikirkan untuk membuat pabriknya. Pada tahun 1991 ia mendirikan Produktionsgesellschaft mbH, perusahaan pembuat sarung tangan penyerap minyak yang kemudian ia beri nama Enjo.
Enjo memang penemuan yang fenomenal. Produk ini adalah produk yang unik. Namun seperti Johannes bilang, Enjo tak bisa menjual dirinya sendiri. Perlu kepiawaian para pemasar dan konsultan untuk menjelaskan kehebatan Enjo pada para calon pemakainya.
Enjo lalu dipasarkan dengan sistem direct selling. Kini Enjo cukup populer sebagai inovasi alat pembersih yang ramah lingkungan, yang memiliki banyak variasi produk. Karena itu, jangan anggap enteng upaya kecil untuk mengatasi masalah besar, karena meski nilainya kecil, suatu upaya tetap merupakan aksi mengatasi masalah!
____________
Tulisan di atas dan artikel-artikel menarik lainnya bisa didapatkan di Majalah Motivasi LuarBiasa. Info: www.majalahluarbiasa.com atau hubungi (021) 6339523 pada hari dan jam kerja.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tim AndrieWongso.com
|
 |
Kisah Kasih Tulus Si Bocah Polos
|
 |
Anak Muda Ini Masuk Deretan Orang Terkaya AS 2010
|
 |
iPad yang Fenomenal
|
 |
Brazil Bertemu Belanda di Perempat Final
|
 |
Sembilan Alasan untuk Bangun Lebih Pagi
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Bisnis Itu Simple, Tapi Tidak Berarti Mudah
(Success Story) -
Senin, 30 Mei 2011
|
 |
Michelle Yeoh - Tomorrow Never Dies
(Success Story) -
Selasa, 07 Juni 2011
|
 |
Sameer Gehlaut - Kreatif Dulu, Modal Belakangan
(Success Story) -
Senin, 13 Juni 2011
|
 |
Robert Ballard - Penemu Titanic Yang Terinspirasi Novel
(Success Story) -
Selasa, 28 Juni 2011
|
 |
Arthur Ashe - Pencetak Sejarah Wimbledon
(Success Story) -
Selasa, 05 Juli 2011
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Joe Simpson, Menyentuh Kehampaan
(Success Story) -
Rabu, 18 Mei 2011
|
 |
Tex Saverio: Karyanya Dipakai Lady Gaga
(Success Story) -
Kamis, 05 Mei 2011
|
 |
Tania Gunadi: Mojang Bandung Jadi Artis Hollywood
(Success Story) -
Senin, 25 April 2011
|
 |
Merajai Industri Kacamata Dunia Karena Cinta Pekerjaan
(Success Story) -
Selasa, 05 April 2011
|
 |
Belajar Bijak Dari Legenda Pelatih Olahraga Dunia
(Success Story) -
Kamis, 31 Maret 2011
|
|
|