Hari ini, 17 tahun yang lalu, pembalap asal Brasil,
Ayrton Senna, meninggal di Bologna, Italia pada usia 34 tahun. Penyebabnya adalah kecelakaan hebat di tikungan Tamburello, saat Senna memimpin balapan di Grand Prix (GP) San Marino, Sirkuit Imola.
**
Ayrton Senna lahir di Sao Paulo, Brasil, pada 21 Maret 1960. Ia mulai mengenal dunia balap sejak usia 13 tahun, dan bakatnya membuat dia menjadi juara di berbagai event. Dalam arena Formula 1, Senna dianggap sebagai salah satu yang terbaik.
Senna amat mahir mengemudikan mobil Formula 1 di sirkuit basah. Karena itu, dia dijuluki "The Rain Man". Salah satu kehebatannya di trek basah dapat dilihat pada GP Monaco 1984. Dengan mobil yang "kurang mumpuni", Senna sukses finis pada posisi kedua.
Senna juga dijuluki "Master of Monaco" karena dia bisa menjuarai GP Monaco hingga 6 kali. Kehebatan Senna lainnya adalah dia sangat piawai dalam kualifikasi. Ia mencatat 65 kali posisi start terdepan dalam 162 balapan!
Lebih dari itu, Senna adalah juara dunia Formula 1 pada tahun 1988, 1990, dan 1991.
**
Karir (dan hidup) Senna berakhir secara tragis pada balapan tanggal 1 Mei 1994. Pada awal lap ke-5, Senna terlihat memimpin lomba, dengan mobil Williams-Renault. Namun, mobilnya nampak kurang stabil dan keluar trek saat memasuki tikungan Tamburello. Segera setelah itu, mobil Senna menerjang pagar pembatas. Saat tim medis datang memberikan pertolongan, Senna sudah berada dalam kondisi tidak sadar. Lomba pun dihentikan sementara.
Untuk penanganan lebih lanjut, Senna dibawa ke rumah sakit terdekat di Maggiore, Bologna. Dua jam usai lomba berakhir (dimenangkan oleh Michael Schumacher), dokter mengumumkan bahwa Ayrton Senna sudah tiada. Diagnosa dokter menyimpulkan Senna mengalami pendarahan hebat di kepala akibat benturan.
Pihak otoritas Italia menyimpulkan bahwa bisa saja kecelakaan ini disebabkan karena kurangnya pengaman di sirkuit tersebut. Kemungkinan lain, sirkuit itu (cukup) sempit dan memungkinkan banyak kecelakaan di sana karena digunakan untuk balapan mobil yang jumlahnya banyak.
Pada akhirnya, tragedi ini membuat "keselamatan" di lingkup Formula 1 lebih diperhatikan lagi. Muncul banyak peraturan baru, demi keselamatan pembalap.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tim AndrieWongso.com
|
 |
China Resmi Miliki Jembatan Terpanjang di Dunia
|
 |
Piala Sudirman - Indonesia ke Semifinal
|
 |
Kebangkrutan Terbesar Sepanjang Sejarah AS
|
 |
Tokoh Inspiratif Tak Pernah Menyerah (2)
|
 |
Mungkinkah Lahir Rudy Hartono Baru?
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Hari Pendidikan Nasional
(Peristiwa Luar Biasa) -
Senin, 02 Mei 2011
|
 |
The Godfather Of Soul
(Peristiwa Luar Biasa) -
Selasa, 03 Mei 2011
|
 |
Perempuan Pertama Yang Menjadi Perdana Menteri Inggris
(Peristiwa Luar Biasa) -
Rabu, 04 Mei 2011
|
 |
Kodomo No Hi
(Peristiwa Luar Biasa) -
Kamis, 05 Mei 2011
|
 |
Maria Montessori, Pakar Pendidikan Ternama Dari Italia
(Peristiwa Luar Biasa) -
Jumat, 06 Mei 2011
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Hawaii, Bagian Dari Amerika Serikat
(Peristiwa Luar Biasa) -
Sabtu, 30 April 2011
|
 |
Hari Tari Internasional
(Peristiwa Luar Biasa) -
Jumat, 29 April 2011
|
 |
Hari Ini 95 Tahun Lalu: Ferrucio Lamborghini Lahir
(Peristiwa Luar Biasa) -
Kamis, 28 April 2011
|
 |
Kembar Unik
(Peristiwa Luar Biasa) -
Senin, 28 Februari 2011
|
 |
Peduli Merapi
(Peristiwa Luar Biasa) -
Jumat, 05 November 2010
|
|
|