China sukses menyapu 3 gelar di kejuaraan
All England 2011. Tiga dari empat wakilnya sukses meraih gelar juara.
Wang Shixian menjadi penyumbang gelar pertama. Di partai final di Birmingham, Inggris, Minggu (13/3), pemain unggulan pertama ini mengalahkan pebulu tangkis Jepang, Eriko Hirose, dengan skor 24-22, 21-18.
Wang Shixian
Gelar kedua bagi China disabet pasangan ganda putri Wang Xiaoli/Yu Yang. Mereka menang telak atas pasangan Jepang, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa. Skornya 21-2, 21-9.
Gelar ketiga diraih dari nomor ganda campuran. Pasangan Xu Chen/Ma Jin dengan mudah unggulan tiga asal Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam dengan skor 21-13, 21-9.
Pestasi dan Duka Pemain Jepang
Mencermati tulisan di atas, kita akan mendapatkan fakta bahwa atlet-atlet Jepang berhasil mencapai final di dua nomor: tunggal putri dan ganda putri. Ini merupakan prestasi sendiri bagi Negeri Sakura. Eriko bahkan mencatatkan diri sebagai pemain Jepang pertama yang berhasil masuk final tunggal putri All England dalam waktu 32 tahun terakhir. Sayangnya mereka harus berjuang di babak puncak dalam rasa duka yang mendalam karena negaranya dilanda bencana gempa bumi dan tsunami, Jumat (11/3).
"Saya sangat sedih melihat TV. Semua berita tentang Jepang! Namun sekarang saya ingin bertanding untuk mereka yang menderita dan memberi berita baik ke negara saya," kata Mizuki Fujji. "Saya akan memberikan yang terbaik."
Dua Gelar Lepas
Ada dua gelar yang terlepas dari "genggaman China". Pertama, gelar juara ganda putra yang direbut pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Mereka sukses menundukkan pasangan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dalam duel tiga game: 15-21, 21-18, 21-18.
nomor tunggal putra.
Kedua, adalah gelar juara tunggal putra. Wakil negara Tirai Bambu, Lin Dan, menyerah 17-21, 17-21 dari atlet Malaysia, Lee Chong Wei.
Luapan kegembiraan Chong Wei ketika berhasil memenangkan pertandingan final
Sekadar tahu, ini adalah gelar All England beruntun kedua bagi Chong Wei (tahun lalu, pebulu tangkis nomor satu dunia itu mengalahkan Kenichi Tago di final). Kemarin, bertanding di Indoor Arena, ia tampil taktis menghadapi Lin Dan, yang menang 15 kali dari 22 pertemuan mereka. Saat sudah unggul, ia tidak buru-buru menyelesaikan pertandingan. Ia tetap bermain dengan tenang dan percaya diri, dengan pengendalian bola dan pergerakan yang amat bagus. Banyak pihak menyatakan, itulah kunci sukses Chong Wei menghadapi Lin Dan, juara All England empat kali.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tim AndrieWongso.com
|
 |
Martha Graham, Pionir Tari Modern
|
 |
50 Tahun Gerakan Pramuka
|
 |
Misterius, Kematian Massal Burung dan Ikan di Berbagai Belahan Dunia
|
 |
Robert Ballard - Penemu Titanic yang Terinspirasi Novel
|
 |
Apa Arti Kekayaan Bagi Orang-Orang Kaya?
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Kareteka Indonesia Juara Umum Swedia Open
(Sports Corner) -
Selasa, 29 Maret 2011
|
 |
Raul: Pemegang Rekor Eropa
(Sports Corner) -
Rabu, 06 April 2011
|
 |
Dalam 18 Hari, Barcelona-Madrid Bertemu 4 Kali
(Sports Corner) -
Kamis, 14 April 2011
|
 |
Puasa Torres Berakhir
(Sports Corner) -
Senin, 25 April 2011
|
 |
Juara Gulat Meski Dengan Satu Kaki
(Sports Corner) -
Rabu, 27 April 2011
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Kisah Sukses Kim Yu-na
(Sports Corner) -
Rabu, 02 Maret 2011
|
 |
Torres Nyeberang Ke Chelsea
(Sports Corner) -
Selasa, 01Februari 2011
|
 |
Jepang Juara Asia 2011
(Sports Corner) -
Minggu, 30 Januari 2011
|
 |
Selangkah Lagi Australia Menguasai Asia
(Sports Corner) -
Rabu, 26 Januari 2011
|
 |
Piala Asia 2011 Bukan Milik Negara Arab
(Sports Corner) -
Senin, 24 Januari 2011
|
|
|