Tahun kelinci emas dipercaya sebagai tahun kemakmuran, tahun sukses, maka akan banyak rezeki yang melimpah di tahun ini. Mari
memahami arti tahun kelinci, terutama bagi para marketer, agar bisa mengadopsi sifat-sifat dominan tahun ini menjadi kiat-kiat sukses.
Kelinci itu Ramah dan Mudah Bergaul
Inilah inti atau roh seorang marketer sejati.Pertama, ramah dan mudah bergaul untuk dapat mengerti dan memahami keinginan pasar atau prospek atau pelanggannya.Bisa saja kegiatan ini dilakukan melalui lembaga riset, tapi tentu saja perlu waktu dan biaya.
Yang paling mudah sebenarnya adalah melakukannya sendiri dengan membuat serangkaian pertanyaan terstruktur yang berisi setidaknya 10 pertanyaan yang mencakup mengapa membeli, bagaimana pengalaman memakainya, hal apa yang disukai atau kurang disukai, masukan yang diberikan, dsb.
Bila memungkinkan pertanyaan itu harus sudah terpatri di otak para marketer sehingga kapan dan dimanapun bertemu prospek atau pelanggan bisa segera ditanyakan. Perilaku konsumen (customer behavior) inilah yang menjadi dasar seorang marketer sejati untuk mengetahui strategi dan taktik yang tepat untuk menjual atau mengembangkan produk baru. Dengan ramah dan mudah bergaul, informasi perilaku konsumen ini akan capat dan mudah sekali didapatkan sehingga tidak perlu memakai jasa lembaga riset lagi.
Kedua, ramah dan mudah bergaul untuk dapat mencari prospek atau minta referensi dari pelanggan lama (referral prospecting). Ini berhubungan dengan mau tidaknya pelanggan memberikan referensi dan kualitas dari referensi itu sendiri. Bila pelanggan mendapati marketer yang ramah dan baik hati, bersedia membantu terutama setelah terjadinya transaksi penjualan (post sales), pelanggan akan tidak ragu untuk memberikan referensi yang berkualitas (qualified prospects) dan mudah difollow-up sampai closed.
Seorang marketer akan berhasil mengambil hati prospek atau pelanggan bila dia dapat membantu masalah yang mereka dihadapi, baik masalah usaha atau masalah pribadi. Ramah dan mudah bergaul adalah kunci untuk bisa masuk dan memahami permasalahan prospek dan pelanggan tadi.
Kelinci itu Penyayang
Inilah kunci motivasi seorang marketer yang harus handal dan bisa bekerja pantang lelah dan tak kenal kata menyerah. Hasil kerja seorang marketer ditentukan sendiri oleh banyaknya prospek yang berhasil diyakinkan untuk membeli atau banyaknya produk yang berhasil dijual. Pertama, sayangilah profesi sebagai marketer.Profesi inilah yang bisa paling cepat membawa seseorang ke posisi puncak manajemen perusahaan (top management).
Kedua, sayangilah prospek dan pelanggan yang sudah membeli produk Anda.Buatlah ikatan emosional (emotional bonding) dengan mereka, masuklah ke ranah pribadinya dan batulah mereka untuk mencapai keinginan dan impiannya. Bila mereka berhasil atau sudah menemukan jalan menuju keberhasilan, mereka pasti tidak akan lupa pada marketer yang pernah membantunya menemukan solusi.Hasilnya adalah pelanggan yang loyal, yang akan terus membeli, dan yang akan kurang sensitif lagi terhadap harga. Jadi, pada sisi perusahaan, pelanggan seperti ini akan menjadi lebih profitable.
Kelinci itu Mengutamakan Keluarga dan Teman
Pada era New Wave Marketing yang diperkenalkan Markplus akhir tahun 2008, telah dideklarasikan bahwa marketing itu sudah tidak lagi vertikal (dikenal sebagai model Rambo, ratusan peluru untuk satu sasaran), tapi sudah menjadi horisontal (dikenal sebagai model penembak jitu/ sniper, satu peluru untuk satu sasaran).
Intinya: untuk menciptakan model marketing dengan biaya rendah tapi berdampak besar (low-cost high-impact) marketing harus menjadi horisontal. Pelanggan yang loyal akan bercerita dan mmberikan rekomendasi pada pelanggan lain untuk membeli.Sampai saat ini belum ada yang lebih baik lagi dari model ini: "your customer is your salesman."
Dimanakah peran keluarga dan teman? Masuklah dalam lingkaran keluarga dan teman dari pelanggan Anda.Caranya? Tanyakanlah pelanggan atau keluarganya, mereka pasti punya komunitas.Identifikasilah ada komunitas apa saja. Bergabunglah dengan komunitas itu bersama pelanggan, kenalilah para anggotanya. Setelah itu pelajarilah tujuan (purpose), nilai-nilai (values), dan identitas yang dipakai komunitas itu. Adopsilah purpose dan values komunitas itu dan pakailah identitasnya.Hanya setelah bisa diterima dalam komunitas itu, buatlah penawaran yang menguntungkan kedua pihak, pada ketua komunitas itu atau pelanggan tadi. Selanjutnya, dialah yang akan menjadi salesman Anda.
Inilah 3 tips dari saya untuk teman-teman marketer dan netter sekalian, agar tahun kelinci menjadi tahun yang makmur dan banyak rejeki melimpah. Semoga sukses luarr biazza menyertai Anda.Selamat mencoba.
Drs. Mukti Wibawa, MBA
Inspirational Business Motivator & Marketing Consultant
www.facebook.com/mukti wibawa
mukti@consultant.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Mukti Wibawa
|
 |
Teror SMS
|
 |
Belajar Inovasi dari Steve Jobs
|
 |
Your Job is the Ultimate Gift
|
 |
Belajar Menyebarkan Energi Positif
|
 |
Kunci Sukses Bisnis di Tahun Kelinci Emas
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
MLM Strategy
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 22 Maret 2011
|
 |
No More UKM (Usaha Kecil Melulu)
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 06 April 2011
|
 |
Sukses = Paksa
(Entrepreneur Corner) -
Minggu, 17 April 2011
|
 |
4 Perencanaan Wajib Agar Sukses Berkarier
(Entrepreneur Corner) -
Kamis, 15 September 2011
|
 |
Kejutkan Pelanggan
(Entrepreneur Corner) -
Jumat, 14 Oktober 2011
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Jangan Buang Waktu Anda
(Entrepreneur Corner) -
Senin, 28 Februari 2011
|
 |
Antara Trik Dan Teknik
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 22Februari 2011
|
 |
6 Bisnis Paling Menjanjikan Di 2011
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 09 Februari 2011
|
 |
Menjual Manfaatnya Bukan Produknya
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 01Februari 2011
|
 |
Membangun Negosiasi Pada Tahap Follow-up
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 26 Januari 2011
|
|
|