Seluruh perhatian dunia sedang tercurah ke Timur Tengah, tepatnya Mesir. Di sana gejolak politik sedang membara. Masyarakat negeri yang berpenduduk 77 juta orang itu tengah menggugat sang presiden, Hosni Mubarak, yang sudah jadi penguasa negaranya selama 30 tahun.
Ada beberapa tuntutan yang membuat gerakan people power di sana, yaitu pengunduran diri Mubarak, pembubaran kabinet, penjadwalan ulang pemilu, pembentukan pemerintahan baru pilihan rakyat, menolak pengalihan kekuasaan ke anak Mubarak - Gamal Mubarak. Bahkan sampai menginginkan konstitusi ditulis ulang untuk membatasi masa jabatan presiden.
Bentrok massa yang pro / kontra Mubarak
Sampai sejauh ini, Mubarak masih bertahan meski desakan makin kuat. Kerusuhan yang melanda negara itu telah menelan lebih dari 60 orang meninggal dan ribuan orang luka-luka. Dengan makin banyaknya dukungan terhadap gerakan rakyat, banyak yang memperkirakan posisi Mubarak sebagai presiden tinggal menghitung hari.
Profil Hosni Mubarak
Mubarak lahir pada 4 Mei 1928. Ketika masih mahasiswa ia sudah bergabung dengan Akademi Militer Mesir hingga meraih gelar Bachelor's Degree dalam Pengetahuan Militer pada tahun 1949. Pada tahun 1950, ia bergabung dengan Akademi Angkatan Udara dan kembali meraih gelar Bachelor's Degree dalam Ilmu Penerbangan. Dengan latar belakang pendidikannya itu Mubarak kemudian mengajar di Akademi Angkatan Udara sampai tahun 1959.
Ia menjadi Komandan Pangkalan Udara Barat Kairo pada tahun 1964. Kariernya terus meningkat dengan menjadi Direktur Akademi Angkatan Udara (1968), menjabat Kepala Staf Angkatan Udara (1969), Komandan Angkatan Udara serta Wakil Menteri Peperangan (1972). Pada 1974 ia dipromosikan menjadi letnan jenderal dan setahun kemudian jadi Wakil Presiden Republik Arab Mesir.
Hosni Mubarak
Posisinya meningkat menjadi presiden setelah Presiden Anwar Sadat terbunuh pada 6 Oktober 1981 oleh kelompok radikal. Sejak itulah Mubarak terus menjadi presiden selama lima periode dengan memenangkan empat pemilu yaitu pada 1987, 1993, 1999, dan 2005. Tahun ini sebenarnya tahun pemilu Mesir yang rencananya diselenggarakan pada September 2011. Namun rakyat mendesaknya segera mundur karena ketidakpuasaan pada pemerintahan Mubarak. Bahkan sekutu Mesir, Amerika Serikat, menyarankan agar Mesir melakukan pemilu secepatnya untuk meredakan gejola yang dampaknya dirasakan dunia.
Pelajaran dari Mesir
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai latar belakang dari demonstrasi besar-besaran di Mesir adalah banyaknya terjadi ketidakadilan di masyarakat, terlebih pemerintahan Mesir yang otoriter dan diktator.
Menurutnya, kejadian itu dapat menjadi pelajaran bagi para pemimpin di seluruh dunia, di mana rakyat akan menumbangkan pemerintah yang otoriter, apalagi diktator yang tidak memberikan ruang bagi partisipasi publik atau pun melakukan penyelewengan.
"Kejadian di Mesir dan Tunisia menjadi pelajaran bagi rezim yang berkuasa agar tidak bermain-main dengan kekuasaan," katanya seperti dikutip Republika.
Pemerintah Mesir, kata Din, sangat berkuasa, bahkan menangkap lawan-lawannya dan melakukan ancaman kepada lawan-lawan politik. Walaupun ada reformasi tapi tetap dirasakan rakyat ada ketidakadilan.
*) Dari berbagai sumber
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tim AndrieWongso.com
|
 |
Pendakian Terjal Seorang Yatim Piatu
|
 |
Huseyin Ozer - Anak Kampung Turki yang Jadi Jutawan di London
|
 |
Junko Tabei, Pendaki Perempuan Pertama yang Mencapai Puncak Everest
|
 |
Barcelona Vs Madrid, Siapa Diuntungkan?
|
 |
Be an ACTOR, not a REACTOR
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Don't Let Your Career Expired!
(AW Corner) -
Rabu, 09 Februari 2011
|
 |
Makna Valentine
(AW Corner) -
Senin, 14 Februari 2011
|
 |
Tubuh Manusia Bisa Menyimpan 295.000.000.000.000.000.000 Byte Informasi
(AW Corner) -
Rabu, 16 Februari 2011
|
 |
Kisah 3 Kaleng Coke
(AW Corner) -
Senin, 21 Februari 2011
|
 |
10 Kepribadian Luar Biasa
(AW Corner) -
Selasa, 22Februari 2011
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Hati-hati, Penderita Diabetes Meningkat Tajam
(AW Corner) -
Jumat, 28 Januari 2011
|
 |
Stimulasi Otak Bisa Jadi Obat Penurun Tekanan Darah
(AW Corner) -
Selasa, 25 Januari 2011
|
 |
Miliki Harapan
(AW Corner) -
Jumat, 21 Januari 2011
|
 |
7 Langkah Menemukan Kebahagiaan Hidup
(AW Corner) -
Jumat, 14 Januari 2011
|
 |
Kutu Tentukan Kapan Manusia Mulai Berpakaian
(AW Corner) -
Selasa, 11 Januari 2011
|
|
|