Banyak yang menduga, usai pertandingan semifinal pertama AFF Suzuki Cup 2010 Indonesia akan merasa lega berkat kemenangan yang diperoleh atas lawannya Filipina. Namun, meski Indonesia berhasil meraih kemenangan itu, dengan hanya keunggulan gol 1-0, beban Indonesia belum luluh.
Pada pertandingan semalam Indonesia bertindak sebagai "tim tamu" meski main di Stadion Gelola Bung Karno, dan kemenangan 1-0 itu sangat berarti sebenarnya. Akan tetapi jika melihat penampilan Filipina yang beberapa kali mengancam gawang Indonesia, pada pertandingan kedua 19 Desember nanti, bisa benar-benar mencetak gol. Dalam perhitungan, jika Filipina mencetak gol kelak sebagi tim tamu, bahkan bisa memenangkan pertandingan kedua, ini lampu kuning bagi Indonesia. Jika mereka menang 2-1 atas Indonesia, merekalah yang akan maju ke final karena faktor keungulan mencetak gol di kandang lawan. Karena itu di pertandingan kedua, Indonesia tak boleh kemasukan gol. Seri saja sudah bisa membawa Indonesia ke final.
Ancaman Filipina
Semalam Filipina tampil lebih solid dari yang diperkirakan. Tim ini bukanlah tim Filipina yang terakhir dikalahkan Indonesia dengan skor telak 13-1 pada tahun 2002 lalu dan tak pernah menang dari Indonesia sejak tahun 1934. Dengan mayoritas pemain hasil naturaliasai, pertandingan semalam seperti Indonesia melawan tim Eropa. Tak terlihat jejak Filipina sebagai tim pecundang.
Pelatih Filipina Simon McMenem (Ingris) yang baru berusia 33 tahun juga pintar memasang strategi permainannya. Filipina cenderung bertahan tetapi tidak panik dan tak membuat banyak kesalahan dalam bertahan. Kemampuan bertahan ini membuat Indonesia kesulitan menembus pertahanan lawan. Satu peluang terbaik didapat Indonesia ketika Cristian Gonzalez mendapat umpan terobosan dari Muhammad Nasuha dari sisi kanan pertahanan Filipina. Sayangnya tendangan first time pemain naturalisasi Indonesia asal Uruguay ini tepat di pelukan Neil Etheridge, kiper Filipina dari klub Inggris Fulham.
Meski cenderung bertahan Filipina bisa menyerang dengan efektif. Bahkan walaupun penguasaan bola didominasi Indonesia, Filipina justru mengancam lebih banyak dibanding Indonesia. Indonesia hanya bisa menembak ke gawang Filipina sebanyak 2 kali yang keduanya dilakukan oleh Gonzalez di mana salah satunya membuahkan gol. Sedangkan Filipina 5 kali. Empat kali kiper Indonesia Markus sukses menghadang tendangan yang hampir membuat gol dan satu kali diselamatkan pemain belakang Indonesia, Zulkifli Syukur.
Pemain belakang Indonesia harus lebih hati-hati pada pertandingan kedua karena beberapa kali kakak beradik Phil dan James Younghusband mengancam gawang Indonesia. Kedua pemain ini sangat jeli. Permainan satu-dua mereka dengan pemain lainnya beberapa kali memporak-porandakan pertahanan Indonesia. Tak hanya itu, tendangan jarak jauh mereka juga bagus. Dua kali kaka-beradik ini melakukan tendangan keras yang beruntung bisa diselamatkan Markus. Tendangan melengkung Phil di babak kedua bahkan hampir membuahkan gol sebelum disundul Zulkifli.
Tendangan lambung
Filipina juga yakin tendangan lambung atau sepak pojok bisa memperdaya Indonesia. Pada pertanding kemarin hal ini sering merepotkan Indonesia. Apalagi mereka unggul postur tubuh. Peluang ini terus diusahakan mereka dengan kiper Filipina terus mengirim umpan lambung ke arah kotak penalti lawan. Ia bahkan harus keluar dari kotak penaltinya agar lebih memudahkan tendangannya tiba di kotak penalti Markus.
Beruntung Indonesia berhasil mengatasinya. Tak tertutup kemungkinan pada pertandingan kedua mereka akan melakukannya lagi. Ini adalah PR bagi tim Indonesia untuk memperbaiki pertahanannya dan lebih kreatif menyerang lawan.
Jadi, jangan berharap pada pertandingan kedua Indonesia bisa unggul telak selama pola permainan masih seperti kemarin. Masih banyak PR yang harus dibenahi. Meski begitu, jika pembenahan sudah dilakukan, Indonesia berpeluang besar tetap mempertahankan rekornya yang tak pernah kalah saat melawan Filipina sejak tahun 1934.
Harapan itu terlihat karena permainan Indonesia kini berbeda dan lebih menarik. Mereka ngotot mengejar bola dan tampak berusaha keras memenangkan pertandingan. Dengan usaha keras dan ditambah dengan kejelian menerapkan strategi, Indonesia bisa menang lagi Minggu besok. Ayo bangkit!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tim AndrieWongso.com
|
 |
Hari Tari Internasional
|
 |
Slovakia dan Selandia Baru Imbang
|
 |
Filipina Masih Mengancam
|
 |
Nokia: Perubahan Bisnis yang Drastis
|
 |
Selamat Datang Giovanni van Bronckhorst
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Indonesia, Ini Saatnya Jadi Juara
(Sports Corner) -
Senin, 20 Desember 2010
|
 |
Final Pertama Piala AFF - Indonesia Kalah 0-3
(Sports Corner) -
Minggu, 26 Desember 2010
|
 |
Piala AFF 2010: Indonesia Juara Tanpa Mahkota
(Sports Corner) -
Kamis, 30 Desember 2010
|
 |
Piala Asia 2011 Bukan Milik Negara Arab
(Sports Corner) -
Senin, 24 Januari 2011
|
 |
Selangkah Lagi Australia Menguasai Asia
(Sports Corner) -
Rabu, 26 Januari 2011
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Filipina Hebohkan AFF Cup 2010
(Sports Corner) -
Senin, 06 Desember 2010
|
 |
Piala Dunia Istimewa
(Sports Corner) -
Sabtu, 04 Desember 2010
|
 |
Kemenangan Bersejarah 5-1 Indonesia Atas Malaysia
(Sports Corner) -
Kamis, 02 Desember 2010
|
 |
5-0 Itu Bravo, Barca!
(Sports Corner) -
Selasa, 30 November 2010
|
 |
Barcelona Vs Madrid, Siapa Diuntungkan?
(Sports Corner) -
Senin, 29 November 2010
|
|
|