Dinamika kehidupan akan selalu memacu hasrat setiap insan untuk meraih targetnya masing-masing. Namun sebagai konsekuensinya, target kehidupan akan senantiasa melahirkan serangkaian harga yang harus dibayarkan. Kesuksesan memang akan selalu patuh pada hukum alam.
Hukum alam juga mensyaratkan bahwa proses pembayaran "harga" itu akan selalu "sedikit" mengorbankan keseimbangan yang sudah mapan. Nah, di sinilah tantangannya, sejauh apakah kita mampu untuk memulihkan sebuah "keseimbangan" yang sempat terganggu, atau apakah kita mampu untuk menciptakan "keseimbangan" yang baru.
Para pelajar harus rela membolak-balik bukunya hingga larut malam demi mengejar nilai terbaik. Para karyawan harus rela mengulur jam kerjanya demi mengejar kredibilitas. Para pengusaha pun harus siap memberikan layanan ekstranya demi mengikat pelanggan.
Bukankah waktu tidur si pelajar menjadi berkurang? Bukankah waktu si karyawan untuk berkumpul bersama keluarga menjadi terganggu? Dan bukankah si pengusaha dituntut untuk memangkas margin keuntungannya? Semua itu menggambarkan betapa selalu ada keseimbangan yang harus sedikit "dikorbankan" dalam perjalanan meraih target.
Penulis ingin sedikit membagi kisahnya saat masih bekerja pada sebuah perusahaan food processing multinasional. Saat itu perusahaan dipimpin oleh seorang Managing Director (MD) baru. Dan sebagaimana layaknya MD baru, beliau pun mencanangkan sebuah target yang menakjubkan, yaitu untuk menjadikan market company Indonesia sebagai bagian dari "1 Billion Club" - kelompok elit market-market company di dunia yang memasarkan 1 milyar kemasan / tahunnya.
Para karyawan kemudian dituntut untuk bekerja ekstra keras. Biaya promosi pun ikut membengkak. Dalam tahun tersebut, target akhirnya berhasil dicapai. Beberapa karyawan yang sinis kemudian berkata,"…Buat apa target tercapai bila keuntungan berkurang?" Namun, bila dilihat dari sisi lain, tahun tersebut merupakan tahun exercise (latihan) bagi para karyawan.
Hasilnya, pada tahun berikutnya para karyawan menjadi "terbiasa" dengan pola kerja tersebut, yang menuntut untuk bekerja lebih keras, lebih efisien dan lebih cerdas. Mereka pun mampu menyeimbangkan waktu istirahat, waktu berkumpul dengan keluarga dan sederet keseimbangan baru lainnya. Dan hukum alam pun kembali tersenyum, karena pada akhir tahun, perusahaan kembali mencatatkan prestasi pemasaran 1 milyar kemasan.
Apa hikmah yang bisa kita ambil dalam kisah di atas? Bahwa setiap perjalanan meraih target kehidupan akan selalu membawa kita pada level yang lebih tinggi. Semakin kita mampu menciptakan keseimbangan baru, semakin dekat pula kita dengan kesuksesan itu sendiri.
Ditulis oleh Tommy Setiawan, pengamat MLM, penulis buku "BLOW!" (Benefit-Leadership-Organize-Worldly). Tommy dapat dihubungi melalui email blowbytommy@yahoo.com atau melalui 0812 80 56772.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tommy Setiawan, pengamat MLM, penulis buku
|
 |
Roda Nasib Itu Default Nya Memang Selalu Berputar
|
 |
Harga Dari Sebuah Target Kehidupan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
My Spirit : Berpendirian Keras
(Artikel Anda) -
Jumat, 13 Juli 2007
|
 |
Kebersihan Hati
(Artikel Anda) -
Senin, 16 Juli 2007
|
 |
Change Your Focus
(Artikel Anda) -
Selasa, 17 Juli 2007
|
 |
Loncatan Kutu
(Artikel Anda) -
Rabu, 25 Juli 2007
|
 |
Bagaimana Membuat Perjalanan Kesuksesan Anda Lebih Mudah Dan Menyenangkan?
(Artikel Anda) -
Senin, 30 Juli 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Breakthrough Vs Conquest
(Artikel Anda) -
Senin, 09 Juli 2007
|
 |
Sukses Memulai Karir Bagi Pemula
(Artikel Anda) -
Senin, 02 Juli 2007
|
 |
Antara Cinta Dan Nafsu
(Artikel Anda) -
Jumat, 29 Juni 2007
|
 |
Gajah Sirkus
(Artikel Anda) -
Kamis, 28 Juni 2007
|
 |
Mendaki Komitmen
(Artikel Anda) -
Senin, 25 Juni 2007
|
|
|