Sejauh ini nasihat paling sahih untuk mengurangi stres adalah melakukan olahraga, meditasi, dan relaksasi. Tetapiada nasihat yang sering dilupakan namun justru lebih penting untuk dilakukan yaitu menjaga relationship (hubungan baik dengan keluarga, teman, kerabat, dan lingkungan sosial lainnya).
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berteman dan menjaga hubungan baik dalam lingkungan sosial tak hanya berdampak pada kesehatan psikologis, tetapi berdampak juga pada kesehatan fisik. Menurut psikolog dari Amerika Serikat dan juga penulis buku Maia Szalavitz, setidaknya ia sudah mengumpulkan 48 hasil riset yang menunjukkan pentingnya bersosialisasi. Dari penelitian-penelitian itu, kata dia, orang-orang yang memiliki hubungan sosial baik (berteman, bermasyarakat, dan berorganisasi) memiliki peluang hidup 50% lebih baik dari mereka yang kurang baik hubungan sosialnya atau tak berinteraksi sosial. Peluang hidup lebih baik itu terjadi karena mereka yang berteman memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibanding yang tidak bersosialisasi.
Maia menyebutkan, pada dasarnya kita sudah belajar mengendalikan stres dalam keluarga. Kasih sayang yang diberikan oleh kedua orangtua kita memberikan peran pada pengendalian stres itu, katanya. Sentuhan tangan orangtua pada anaknya bisa menurunkan stres anak. Bahkan, kata Maia, seseorang yang usianya sudah mencapai 80 tahun, ia akan mengalami penurunan tekanan darahnya karena tangannya dipegang oleh ibunya yang berusia 100 tahun. Ini menunjukkan bahwa, jalinan kasih sayang berperan besar pada kesehatan fisik seseorang, tidak hanya memiliki efek psikologis.
Sebaliknya, anak yang diperlakukan kedua orangtuanya dengan kasar, dengan pelan-pelan ia akan membangun stresnya sejak dini. Dan jika seorang anak sudah mendapatkan perlakukan kasar sejak kecil dan karena itu mengalami tingkat stres dengan ekstrim sejak anak-anak, ketika dewasa ia memiliki risiko lebih besar terkena penyakit tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes, dan penyakit mental lainnya.
Untuk mengatasi ini, kata Maia, perlakuan keluarga yang baik dan penuh kasih sayang memiliki peran penting mengurangi atau memperbaiki kesehatan seseorang. Dan ketika beranjak dewasa, seseorang memiliki peluang untuk memperbesar lingkup sosialnya, karena selain di lingkungan keluarga, seseorang bisa membina hubungan sosial (pertemanan) di lingkungannya (bertetangga), di tempat kerja, organisasi dan sebagianya.
Oleh karena itu, kata Maia, selain pentingnya peran kasih sayang keluarga, peran teman jangan dianggap enteng dalam kesehatan seseorang. "Penelitian-penelitian itu menunjukkan bahwa memiliki banyak teman punya peran besar dalam tingkat kesehatan seseorang sehingga teman bukan sekadar teman (secara psikologis) tetapi juga menjadi obat terbaik untuk kesehatan (fisik) seseorang," tuturnya.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tim AndrieWongso.com
|
 |
Bangkai Kapal Kuno di Reruntuhan WTC
|
 |
100 Gol Pertama Liga, Chelsea Juara
|
 |
Subway Kalahkan McD
|
 |
Raja George I Wafat
|
 |
Jerman Menyerah
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
5 Kesalahan Dasar Yang Merusak Karier
(AW Corner) -
Kamis, 11 November 2010
|
 |
5 Hal Unik Dari Podium Penyerahan Medali
(AW Corner) -
Senin, 15 November 2010
|
 |
Angklung Resmi Milik Indonesia
(AW Corner) -
Jumat, 19 November 2010
|
 |
Buah Perbuatan Baik
(AW Corner) -
Jumat, 26 November 2010
|
 |
Mobil Otomatis Tanpa Pengemudi
(AW Corner) -
Selasa, 30 November 2010
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Akhirnya Obama Datang Juga
(AW Corner) -
Selasa, 09 November 2010
|
 |
Goodbye, Walkman!
(AW Corner) -
Selasa, 09 November 2010
|
 |
10 Chinese Wisdom
(AW Corner) -
Senin, 08 November 2010
|
 |
5 Alasan Pakai Jeans Di Kantor
(AW Corner) -
Jumat, 05 November 2010
|
 |
Video Games Membuat Karyawan Lebih Produktif
(AW Corner) -
Kamis, 04 November 2010
|
|
|