Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai
Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia !
   Tell A Friend  |  Contact Us  |  Sitemap
 
 
 
Talk Show: Andrie Wongso Smart Motivation Setiap Hari Senin. Jam 07.05 WIB - 08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jam 15.05 WIB - 16.00 WIB (Siaran Ulang). Di Radio SMART FM: Jakarta 95.9 FM, Makasar 101.1 FM, Palembang 101.8 FM, Banjarmasin 101.1 FM, Balikpapan 97.8 FM, Medan 101.8 FM, Semarang 93.4 FM, Ral FM Manado 102,65 FM, Smart FM Surabaya 88,9 FM Jangan lupa dengarkan setiap hari kapsul-kapsul Wisdom & Motivation.
Kalender November 2008
S M T W T F S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30
Baca Juga
• Prie GS
  Jumat, 28-Desember-2007
  09:20:15 WIB
Siapa Takut Jatuh Cinta
• Prie GS
  Senin, 24-September-2007
  16:24:41 WIB
Berkah Seorang Penipu
• Prie GS
  Selasa, 27-Mei-2008
  10:11:49 WIB
Ketika Aku Di Rumah Sendiri
• Prie GS
  Selasa, 11-September-2007
  15:39:59 WIB
Dua Jam Sebelum Keberangkatan
Shopping Product
Agenda Motivasi
Cover Semi Kulit
Foto Andrie Wongso beserta tulisan Success Is My Right
 
View Shopping Product
Artikel Tetap
Senin, 09-Juli-2007; 08:21:38 WIB
Keramaian Di Kampungku
( 0 Komentar )
Rating Artikel :
Oleh : Prie GS - Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA

Di kampungku dahulu,  setiap keramaian adalah berkah. Jika ia berupa hajat khitanan atau pernikahan, biasanya ditandai dengan pemasangan pengeras suara berbentuk corong yang dipasang tinggi-tinggi. Begitu tingginya sehingga tak jarang corong itu harus dipacak di pohon kelapa  yang gaungnya bisa menjangkau hingga ke tujuh desa. Maka perhelatan di desa yang sana, kegembiraannya terasa hingga di sini. Cuma karena corong itu, banyak desa-desa tetangga ikut terhibur karenanya.

Sehari semalam corong itu akan berbunyi menandai perhelatan. Siang hari, corong ini akan didominasi oleh tembang dan gamelan yang lembut iramanya. Maka siang di kampungku dulu, ada siang yang panas berhiaskan gamelan sayup-sayup di kejauhan yang mendatangkan efek artistik yang sulit aku lupakan. Di malam hari corong ini akan  menutupnya dengan menyetel kaset wayang  semalam suntuk. Wayang adalah hiburan keramat di kampungku. Bahkan cuma dengan mendengarkan kasetnya  dari kejauhan, telah menjadi sumber kegembiraan.

Kini tradisi perhelatan di kampungku itu sejatinya masih serupa.  Ada orang mengkhitankan anaknya, ada orang-orang datang untuk menyumbang sekadarnya. Ada orang mengakhiri masa lajang, lalu orang-orang berdatangan mengucapkan suka cita. Yang berbeda barangkali adalah kerapatannya. Jarak antara khitanan satu dengan yang lain, jarak orang kawin satu dengan yang lain,  rasanya longgar sekali. Maklum, saat itu, bahkan Rhoma Irama pun belum menyanyikan lagu 135 juta Penduduk Indonesia. Program transmigrasi juga belum dicanangkan. Jadi negeri yang disebut Soekarno terdiri dari 10 ribu pulau ini, pasti sedang kekurangan penduduk.

Kini, jumlah penduduk Indonesia telah berkembang tiga  kali lipatnya.  Maka wajar jika jarak khitanan satu dengan yang lain, perkawinan satu dengan yang lain, rasanya sedemikian dekatnya. Hari ini ada undangan, besok undangan. Hari ini khitanan, besok kawinan. Tak jarang dua-tiga undangan malah datang secara berbarengan. Seorang pegawai kecil, malah terpaksa  menyambut aneka undangan ini dengan omelan. "Ia bisa menghabiskan gajiku sebulan," katanya. Entah bercanda, entah betul-betul menderita. Itupun yang pegawai, meskipun rendahan. Lalu bagaimana kalau undangan ini dialamatkan pada seorang pengangguran?

Karena jangankan yang  diundang, bahkan tak jarang, si pengnudang sendiri, yang sedang kawin itu, tak jarang adalah juga seorang  pengangguran. Di negaraku, penganggur yang nekat kawin banyak sekali. Baik karena kawin terpaksa  maupun sekadar karena musim kawin telah tiba. Maka bisa dibayangkan jika yang kawin adalah seorang penganggur, yang menyumbang juga seorang penganggur pasti dramatik situasinya. Tak jelas bagaimana mekanismenya, yang pasti di perhelatan itu,  semua kelihatan gembira, perlente dandannanya dan semuanya seperti punya uang dan serba riang gembira.

Perbedaan yang kedua adalah soal loudspeaker dan musik apa yang disetelnya. Kini sudah tak ada lagi corong yang dipancang  di pohon-pohon kelapa. Gantinya adalah kotak-kotak salon raksasa yang dipasang bertumpukan. Kalau ia terletak di pinggir jalan bisa menimbulkan kemacetan dan gempuran suaranya serasa hendak menerbangkan kendaraan dan melubangi jalan. Yang distel pun bukan lagi tembang-tembang gamelan melainkan sudah berganti menjadi dangdut koplo. Di sebut  koplo karena musik jenis ini konon enak untuk dipakai menggoyangkan kepala sedemikian rupa sehingga seluruh otak seperti berhamburan rasanya. Kepala tanpa otak itulah yang kemudian terasa ringan dan membuat manusia sampai pada takaran bebas otak alias koplo!

Maka bisa dibayangkan, jika di sebuah siang yang terik, terdengar dangdut koplo yang kerasnya bisa menerbangkan kendaraan, disetel oleh seorang pengantin pengangguran dan didengar oleh penyumbang yang juga seorang pengangguran. Di negaraku, pemandangan semacam  itu semakin mudah ditemukan!

Prie GS - Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA



baca berita di lintas berita | Infogue.com
Stumbleupon.com  Digg.com  Mister-Wong.com  Reddit.com  Technorati.com  ma.gnolia.com  Newsvine.com  Plugim.com  Blinkbits.com  Co.mments.com  del.icio.us  Propeller.com  Scoopeo.com  Slashdot.org  Simpy.com 
Facebook.com  Fark.com  Furl.net  Google.com  Gwar.pl Spurl.net  Sphere.com  Taggly.com  Squidoo.com  Scuttle.org 
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

Komentar Artikel :

Belum Ada Komentar Untuk Artikel Diatas. Posting komentar Anda
           
( View : 2907 | Refer : 0 | Print : 99 | Rate : 7.00 / 5 Votes )
Artikel Selanjutnya
Anjing Yang Setia - Senin, 09-Juli-2007; 08:30:07
Forgiveness - Kamis, 12-Juli-2007; 08:43:07
Borobudur, Jati Diri Bangsaku - Jumat, 13-Juli-2007; 11:08:51
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-21 - Jumat, 13-Juli-2007; 16:01:16
Saat Aku Terima Sms-mu - Senin, 16-Juli-2007; 11:08:57
Artikel Sebelumnya
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke - 20 - Kamis, 05-Juli-2007; 16:58:23
Bahu Membahu Membela Yang Keliru - Selasa, 03-Juli-2007; 09:44:52
Kesan Pada Sekuntum Bunga - Selasa, 03-Juli-2007; 09:43:53
Semut dan Lalat - Senin, 02-Juli-2007; 13:53:39
Komunikasi Berdasarkan Ekspresi - Pengungkap (expresser) - Senin, 02-Juli-2007; 13:49:53
AW Jumlah Pengunjung
Pengunjung Kemarin 3706
Pengunjung Hari Ini 1214
Online 51
Pengiriman Artikel dan AW Jokes
Jika Anda ingin mengirimkan Artikel, silahkan tekan tombol dibawah ini
Layanan Informasi
Layanan pelanggan - CSO 1

Layanan pelanggan - CSO 2
Bukan untuk konsultasi pribadi
Sitemap | Contact Us | Privacy Policy Copyright © 2007, Andriewongso.com - Action & Wisdom Motivation Training, All Rights Reserved