Tema talkshow pagi hari ini, terinspirasi dari kisah seorang peserta seminar saya ("
The Power of Harmony for Success and Happiness") di Palembang pada 13 Maret lalu. Pada suatu sesi, saya memberikan waktu pada seorang ibu dan anaknya untuk tampil di panggung untuk berbagi kisah hidupnya.
Ternyata kisah hidup mereka sangat menyentuh. Si ibu ditinggal suaminya beberapa waktu lalu karena suatu penyakit. Sejak itu ia harus membesarkan ketiga anaknya sendirian. Ia bekerja keras membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mendidik anak-anaknya. Kerja keras itu sejauh ini berbuah manis karena anak-anaknya bisa menuai prestasi. Bahkan anak pertama mendapat beasiswa secara penuh untuk kuliah di Universitas Malaya, Malaysia.
Ketiga anak mereka bercita-cita tinggi. Anak yang pertama ingin menjadi eksekutif sukses, yang kedua ingin menjadi pengusaha, dan yang ketiga ingin jadi lawyer. Namun, anak yang ketiga ini punya ‘masalah'. Hidup si bungsu (12 tahun) digerogoti kanker tulang yang ganas. Ketika tampil di panggung, tangan kirinya sudah diamputasi. Namun ia tampil sangat percaya diri dan penuh semangat. Ia tampil seolah-olah ia bukan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik. Ia bentangkan cita-citanya yang tinggi!!
Terlebih lagi, perasaan dan cita-citanya ia ungkapkan dengan bahasa Inggris yang lancar. Pertanda ia belajar keras untuk bisa menguasai bahasa asing itu. Ia juga mengucapkan terima kasih karena semangat hidupnya terpompa setelah membaca buku-buku motivasi saya.
Namun berita duka sampai kepada saya pada Minggu pagi (21/3). Si bungsu tak bisa bertahan lagi dari serangan kanker tulangnya. Ia menghadap Tuhan pada Sabtu sore, 20 Maret 2010. Saya dan tim turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.
Semangat anak itu begitu tinggi. Ia tak menganggap kekurangan fisiknya sebagai penghalang. Ia mau belajar keras untuk menggapai cita-citanya meski kemudian Tuhan memanggilnya sebelum cita-citanya tercapai.
Netter yang luar biasa!
Banyak orang-orang di sekitar kita yang tak mau menyerah terhadap kekurangan fisik yang dimilikinya. Ia mau berjuang keras karena ia mau bertanggung jawab terhadap kehidupannya sendiri. Ia tak mau bergantung pada belas kasihan orang lain. Salah satu contohnya, saya ungkapkan di talkshow pagi tadi dalam cerita berjudul "KURIR ISTIMEWA", yakni seorang kurir yang kakinya buntung. Cerita ini saya ambil dari "CD Audio - 10 Wisdom, Inspiration, & Motivation for Success #9" yang mulai beredar pekan ini.
Sekadar info, program promosinya ada di sini (http://www.andriewongso.com/aw_for_you/promo/). Dan bagi teman-teman yang ingin menikmati ceritanya lagi, bisa berkunjung ke sini (http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/592/Kurir_Istimewa/).
Teman-teman, mari pupuk semangat hidup kita. Jangan menyerah pada apapun keadaan diri kita. Setiap hari terus kembangkan sikap TANGGUNG JAWAB dan KEMANDIRIAN pada kehidupan ini. Selama kita mau berjuang keras, apapun yang kita cita-citakan akan tercapai!
Salam sukses, luar biasa!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Andrie Wongso
|
 |
Pentingnya Membangun Kemandirian pada Anak
|
 |
KomentarLukisan
|
 |
A Suicidal Coward
|
 |
Mengapa Harus Menunggu - Kisah Tony Christiansen
|
 |
Be The Best
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Menjadi Diri Sendiri
(Catatan Andrie Wongso) -
Selasa, 30 Maret 2010
|
 |
Menciptakan Keberuntungan
(Catatan Andrie Wongso) -
Selasa, 06 April 2010
|
 |
Share And Be Happy Di Fanpage AW
(Catatan Andrie Wongso) -
Kamis, 08 April 2010
|
 |
Arti Kehidupan
(Catatan Andrie Wongso) -
Selasa, 13 April 2010
|
 |
Pendengar Lama Di Balikpapan
(Catatan Andrie Wongso) -
Kamis, 15 April 2010
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Pedagang Bakso Dan Obama
(Catatan Andrie Wongso) -
Kamis, 18 Maret 2010
|
 |
Oalaaah...., Ada-ada Saja!
(Catatan Andrie Wongso) -
Jumat, 12 Maret 2010
|
 |
Hati Yang Penuh Syukur
(Catatan Andrie Wongso) -
Selasa, 09 Maret 2010
|
 |
Belajar Demokrasi Dari Siaran Langsung Televisi
(Catatan Andrie Wongso) -
Kamis, 04 Maret 2010
|
 |
Kejujuran Mengakui Jati Diri
(Catatan Andrie Wongso) -
Selasa, 02 Maret 2010
|
|
|