Bruce Lee, siapa yang tak kenal dia di tahun 1970-an?Bintang film kung fu ini mampu melejit sebagai bintang film papan atas dan sukses masuk ke pasar film barat, sebelum akhirnya meninggal dunia secara tragis. Apa yang menyebabkan Bruce Lee begitu dikenal pada masanya, dan bahkan masih diidolakan di masa kini?
Jawaban pertanyaan itu amat sederhana.Bruce Lee mampu membuat diferensiasi yang membedakan dia dengan pemain film laga pada masanya sehingga dia begitu mudahnya diingat.Bruce Lee adalah sosok bintang yang otentik.
Konten yang ditampilkan Bruce Lee jelas beda.Pertama, gaya berkelahinya yang dahsyat, sekali sikat lawan langsung mental KO.Kedua, suara teriakannya yang khas disertai mimik muka yang sangat meyakinkan. Ketiga, senjatanya yang bernama nunchaku (double stick), sementara senjata yang waktu itu biasa dipakai pesilat adalah pisau atau pedang.Keempat, musuh yang dia lawan adalah kelompok orang asing yang memiliki aliran bela diri lain.Kelima, kostumnya yang sering dia lepas saat menghadapi laga akhir sehingga memunculkan bentuk badan yang atletis.
Konteks yang ditampilkan Bruce Lee juga berbeda.Pada masa itu hampir semua film silat bertema balas dendam atas kematian ayah, ibu, saudara, atau guru-nya.Bruce Lee menampilkan konteks pendudukan Jepang atas China dan membela kepentingan bangsanya atas kesewenangan pada masa pendudukan itu. Bruce Lee menampilkan konsep kepahlawanan pada tahap yang paling dasar, apa yang seseorang bisa lakukan untuk melawan kezaliman.
Infrastruktur yang dipakai Bruce Lee pun berbeda.Dia melepaskan diri dari dominasi perusahaan film Hongkong dan Taiwan yang merajai pasar.Caranya dia bergabung dengan Golden Harvest, perusahaan film yang peredarannya menguasai pasar Amerika dan Eropa.
Content.Context.Infrastructure.Kunci sukses Bruce Lee saat meniti karir sebagai bintang layar lebar.Kesuksesan dan citra inilah yang mengilhami jutaan orang termasuk orang Indonesia untuk menggapai sukses.Bruce Lee adalah role model pribadinya.Salah seorang di antaranya, Andrie Wongso, motivator nomor satu Indonesia, yang saat muda dulu mempunyai visual goal menjadi bintang film sukses seperti Bruce Lee.
Tokoh inilah yang memotivasi Andrie untuk berjuang setiap hari mewujudkan impiannya.Dari Surabaya, Jakarta, Taiwan, dan balik Jakarta lagi; sampai kita kenal Andrie Wongso sebagai sosoknya yang saat ini.Diferensiasi juga lah yang membuat Andrie menjadi sukses.Di samping diferensiasi melalui konten, konteks, dan infrastruktur, Andrie masih menambahkan lagi menjadi diferensiasi plus positioning yang kuat sekaligus mudah diingat.
Integrasi 3 elemen marketing ini: Positioning - Differentiation - Brand sangat kuat dan selalu konsisten dipromosikan Andrie lewat buku-buku, CD, radio talk show, facebook/twitter, website, dan seminar-seminarnya.
Diferensiasi:
• Motivator otodidak yang belajar dari pengalaman hidup-nya sendiri yang sudah terbukti sukses, bukan belajar sukses hanya dari teori-teori di buku.
• Motivator yang terbukti berhasil menginspirasi jutaan orang untuk bangkit dari kemiskinan dan keterpurukan kemudian meraih kesuksesan.
Positioning:
• Motivator Nomor Satu Indonesia.Success is My Right.
Brand:
• Andrie Wongso, Action & Wisdom.
Kalau Andrie Wongso bisa, mengapa kita tidak bisa?Kita hanya perlu percaya diri & yakin bahwa kita bisa, mensyukuri, dan fokus pada yang telah kita miliki saat ini! Serta membuat dream yang ingin kita capai kemudian menjabarkannya menjadi day plan kegiatan sehari-hari yang perlu kita lakukan.Setelah itu lakukanlah dengan keyakinan yang tinggi setiap hari.Itulah road to success atau jalur sukses Bruce Lee dan Andrie Wongso.
Bila kita merasa terinspirasi, kita tidak perlu re-inventing the wheel karena roda sudah ditemukan, kita hanya tinggal mengikuti jejaknya.Tidak susah, ‘kan?
Salah sendiri kalau kita percaya bahwa kita tidak bisa sukses karena kita tidak punya modal.Salah sendiri kalau kita punya mimpi yang tinggi tapi tidak tahu cara mewujudkannya, bahkan percaya bahwa hanya Yang Di Atas saja, yang bisa menentukan akan tercapai atau gagalnya mimpi kita itu.Salah sendiri kalau pikiran kita masih didominasi oleh kekurangan-kekurangan kita dan apa yang tidak kita miliki.
Patience and Perseverance.Setelah jalur sukses-nya kita petakan, kesabaran dan keuletan, adalah dua kata kunci terakhir untuk sukses karena sukses tidak datang seketika dari langit tapi perlu proses yang kadang panjang, melelahkan, bahkan menyakitkan!
Mukti Wibawa
[Marketing Consultant]
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Mukti Wibawa
|
 |
Reality is Better Than Dreams
|
 |
Bekerja Hanya Setengah Hari
|
 |
Pray That was Easy
|
 |
Your Job is the Ultimate Gift
|
 |
Big Ideas for a Small Business
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Rahasia Keberhasilan Lady Gaga
(Artikel Anda) -
Rabu, 10 Maret 2010
|
 |
The International Day Of Awesomeness (Facebook Event)
(Artikel Anda) -
Kamis, 11 Maret 2010
|
 |
Tak Ada Menara Kokoh Yang Dibangun Dalam Satu Malam
(Artikel Anda) -
Jumat, 12 Maret 2010
|
 |
Re: Internet Membantu Kita
(Artikel Anda) -
Senin, 15 Maret 2010
|
 |
Kekhawatiran
(Artikel Anda) -
Senin, 15 Maret 2010
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Mengubah Kebiasaan Dengan NAC
(Artikel Anda) -
Senin, 08 Maret 2010
|
 |
Hati Dan Pikiran Manusia Ternyata ... Unik !!
(Artikel Anda) -
Minggu, 07 Maret 2010
|
 |
Kucing Hoki
(Artikel Anda) -
Rabu, 24 Februari 2010
|
 |
Tiga Kesalahan Besar Yang Sering Dilakukan Terhadap Masalah Yang Terjadi
(Artikel Anda) -
Rabu, 24 Februari 2010
|
 |
Peta Bukan Wilayahnya
(Artikel Anda) -
Senin, 22 Februari 2010
|
|
|