Jika Anda memandang diri sendiri secara positif dan realistis, serta menjalani hidup sesuai dengan bakat dan kemampuan Anda, sudah pasti Anda akan merasa bahagia. Namun jika Anda meniru kepribadian orang lain dan memaksakan diri untuk diadopsi menjadi diri Anda, maka Anda akan lebih banyak kecewa.
Kita adalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan dengan membawa keunikan dan perbedaan masing-masing. Dari sinilah, sudah jelas bahwa kita tidak mungkin bisa menjadi seperti orang lain. Kita harus menjadi diri kita sendiri.
Untuk menjadi diri sendiri yang sejati, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali siapa diri kita sendiri. Kita harus sering merenungkan dan membayangkan tentang siapa diri kita ini. Tanpa tindakan ini kita tidak mungkin bisa menemukan diri kita sendiri. Untuk menemukan minyak bumi saja, misalnya, orang harus melakukan eksplorasi. Demikian juga bila kita ingin menemukan diri kita. Sudah seharusnya kita melakukan eksplorasi diri, mengamati diri secara seksama, dan mengenali apa saja yang kita miliki - bukan apa yang belum kita miliki.
Kemudian, hal yang tidak kalah pentingnya adalah kita harus berani menerima diri sendiri apa adanya. Ini poin yang sangat penting. Pada awalnya, ketika Anda mulai menyadari kelemahan-kelamahan yang Anda miliki, Anda pasti akan merasa kecewa kepada diri Anda. Namun, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan manusia sebagai "produk gagal". Tuhan menciptakan manusia dengan misinya masing-masing! Anda mempunyai nilai yang besar di hadapan Tuhan. Dengan menerima diri sendiri, Anda tidak akan lagi merasa rendah diri serta merasa iri dan cemburu dengan orang lain.
Apabila di dalam hati Anda terus menerus merasa iri dan cemburu, Anda sudah tidak akan pernah menjadi diri anda sendiri. Rasa cemburu dan iri hati ini yang mendorong Anda untuk merasa tidak puas terhadap diri sendiri, di mana ujung-ujungnya Anda akan merasa tidak bahagia.
Selanjutnya, sebaiknya Anda tidak lagi membandingkan diri sendiri dengan siapa pun. Kalau Anda tidak mampu menjadi manajer seperti rekan Anda misalnya, misalnya, saya yakin Anda pasti mampu untuk menjadi yang lain... yang lebih baik untuk diri Anda! Contohnya sebagai pedagang atau pemain drama.
Teman-teman, perbedaan inilah yang sesungguhnya saling melengkapi di dunia ini. Lebih bijaksana jika Anda mencari tahu bakat dan kemampuan paling dahsyat yang Anda miliki, dan itulah yang seharusnya Anda tampilkan dari diri sendiri.
Hiduplah dalam citra diri sendiri yang telah digali, kembangkan dan sesuaikan dengan minat dan kemampuan Anda. Kebahagiaan tertinggi akan Anda dapatkan, ketika Anda mampu menjadi diri sendiri sesuai dengan citra-citra positif yang Anda miliki.
Salam Bahagia dan Sejahtera !!
___________________
Soegianto Hartono dapat dihubungi melalui:
HP:0813 - 64808061
Email: Soe_hartono@hotmail.com
Blogs: www.soegiantohartono.blogspot.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Soegianto Hartono
|
 |
Self – Audit
|
 |
Spiritual Success
|
 |
Kreativitas Adalah Hak Anda
|
 |
Sikap Mental
|
 |
The Secret Of Success Bag 2
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
How Can I Keep Myself Motivated Long-term?
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Desember 2009
|
 |
10 Kekuatan Manusia
(Artikel Tetap) -
Rabu, 09 Desember 2009
|
 |
Bend It Like Beckham
(Artikel Tetap) -
Selasa, 15 Desember 2009
|
 |
Membaca Itu Penting
(Artikel Tetap) -
Senin, 21 Desember 2009
|
 |
2010: Control, Alt, Delete
(Artikel Tetap) -
Rabu, 23 Desember 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Semangat Memberi
(Artikel Tetap) -
Kamis, 26 November 2009
|
 |
Belajar Dari Sejarah Dan Pengalaman Pahit
(Artikel Tetap) -
Senin, 23 November 2009
|
 |
Ada Apa Tahun 2012?
(Artikel Tetap) -
Jumat, 20 November 2009
|
 |
7 Success Tips
(Artikel Tetap) -
Kamis, 19 November 2009
|
 |
Citra Diri Dan Sukses
(Artikel Tetap) -
Kamis, 19 November 2009
|
|
|