Suatu hari di sebuah desa kecil, adalah seseorang yang bernama Mulla. Dia terkenal sangat nyentrik dan unik. Sehari-harinya, ia bekerja sebagai seorang penjahit yang terkenal di kampung halamannya. Hari itu, Mulla berperilaku sangat aneh. Seharian dia mencari sesuatu di laur rumah.
Sampai suatu saat, datang temannya dan bertanya kepadanya, “Sedang apa kau Mulla?”
Mulla menjawab, “Sedang mencari jarum wahai temanku!”.
Sore harinya, saat pulang kerja, temannya yang tadi melihat dan menyapa Mulla pulang melewati rumah Mulla dan ia masih tetap saja terlihat mencari jarum di luar lumahnya. Bingung-bingung sendiri, dan sibuk-sibuk sendiri.
Teman tersebut penasaran. Rasa penasarannya yang semakin meningkat membuatnya membantu mencari. Setelah mencari beberapa menit, teman tersebut bertanya, “Mulla, memang jarumnya jatuh di mana? Kok kayaknya ga’ ada di sini?”
Mulla diam sejenak dan kemudian menjawab, “Jarumnya jatuh di dalam!”
Temannya tersebut semakin bingung. Ia lalu bertanya, “Kenapa kamu tidak bilang dari tadi, sehingga kita bisa mencarinya di dalam, bukan di luar seperti ini?”
Mulla tersenyum kemudian dengan tenang seperti tidak punya dosa, ia menjawab, “Di dalam itu gelap. Di sini terang. Bukankah mencari di tempat yang terang lebih mudah daripada mencari di tempat gelap?”
***
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sadari atau tidak, terkadang perilaku kita sangat persis seperti Mulla, dalam mencari kebahagiaan, ketenangan, kesuksesan, kekayaan dan keseimbangan hidup. Kita sering berpendapat bahwa sukses dan kebahagiaan kita ditentukan oleh bisnis, perusahaan atau pun pekerjaan kita. Kita juga sering berpendapat bahwa ketenangan dan kekayaan dapat kita peroleh ketika naik pangkat atau mendapatkan posisi yang penting dalam perusahaan. Secara ringkas, kita sering berpendapat bahwa hal-hal yang ada di luar diri kitalah yang berpengaruh pada kesuksesan kita.
Namun sadarkah kita, apa pun definisi yang telah kita buat tentang kesuksesan, kesuksesan tersebut tetaplah dipengaruhi oleh diri kita sendiri. Ya diri kita sendiri. Bukan orang lain. Bukan pemimpin. Bukan rekan sejawat. Bukan perusahaan. Tapi diri kita sendirilah yang apakah kita akan sukses, akan bahagia, akan tenang dan lain sebagainya.
Karena itulah, buang jauh-jauh faktor yang lain. Fokuslah pada kelebihan diri sendiri. Dan yakini, bahwa kita sendirilah yang bisa menentukan kesuksesan dan kegagalan kita. Kita sukses karena diri kita. Kita gagal juga karena diri kita. Maka dengan keyakinan seperti ini, mental sukses dan pemenang akan terbentuk dalam diri kita! Semoga!
________________________________________________________
Radinal Mukhtar Harahap - Ketua Community of Santri Scholar of Ministry of Religious Affairs (CSS MoRA) IAIN Sunan Ampel Surabaya. Alumnus PP. Ar-Raudhatul Hasanah ini dapat dihubungi di pos-el; radinal88@gmail.com atau di no. HP. 081331185527
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Radinal Mukhtar Harahap
|
 |
Andalah Penentu Sukses!
|
 |
Kelahiran dan Kematian, Mau Menangis atau Tertawa?
|
 |
Tidak Banyak Makan
|
 |
Berani Hidup Tak Takut Mati
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Suara Bening Andrea Bocelli
(Artikel Anda) -
Selasa, 24 November 2009
|
 |
Menggambar Cita - Cita
(Artikel Anda) -
Kamis, 03 Desember 2009
|
 |
Pantang Menyerah
(Artikel Anda) -
Jumat, 04 Desember 2009
|
 |
Cinta Sejati Tidak Perlu Alasan
(Artikel Anda) -
Senin, 07 Desember 2009
|
 |
Kelahiran Dan Kematian, Mau Menangis Atau Tertawa?
(Artikel Anda) -
Kamis, 10 Desember 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Kekuatan Antusiasme
(Artikel Anda) -
Jumat, 13 November 2009
|
 |
Menghadapi Pertanyaan Dari Pelanggan Anda
(Artikel Anda) -
Selasa, 10 November 2009
|
 |
Semangat Sumpah Pemuda
(Artikel Anda) -
Kamis, 29 Oktober 2009
|
 |
Kelemahan Yang Harus Diatasi
(Artikel Anda) -
Senin, 26 Oktober 2009
|
 |
Berani Hidup Tak Takut Mati
(Artikel Anda) -
Kamis, 22 Oktober 2009
|
|
|