Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 

Kreatif. Energik. Dinamis

Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.

Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM

Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.

Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.

Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.

Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.

Hanya Lara Yang Tahu

Penulis : Nathalia Sunaidi
Jumat, 08 Juni 2007, Dibaca : 5400 kali | Dicetak : 432 kali | Cetak artikel ini

Beberapa hari yang lalu sebelum saya berangkat mengajar, ketika sedang mengambil air panas di dispenser untuk membuat sereal, tertonton oleh saya berita di TV tentang seorang anak SD yang meninggal karena bermain smack down bersama dua orang temannya di sekolah. Di badan anak yang meninggal tersebut terdapat memar-memar akibat kekerasan yang dilakukan oleh dua orang teman sesusianya, bahkan salah satunya adalah anak perempuan. Sambil lalu saya mendengar isak tangis ayah anak yang meninggal itu di TV. Tragis, itulah kata yang ada di pikiran saya saat itu. Kemudian saya meminum sereal saya dan berangkat ke preschool tempat saya mengajar.

Setibanya saya di sekolah, seperti biasa saya menyapa murid-murid kecil saya. Ketika saya memasuki kelas, saya melihat murid saya, sebut saja namanya Lara, sedang mengeringkan lantai yang basah dengan baju seragamnya. Saya dekati dia, terlihat air minumnya tumpah membasahi lantai kelas, dan ia sedang berusaha mengeringkannya dengan baju dan celana seragamnya. Saya berkata padanya, “Bukan begitu cara mengeringkannya. Kamu bisa mengambil kain lap dari meja dan mengeringkannya dengan kain lap itu. Kalau begini baju kamu jadi basah.” Kemudian saya menyalinkan bajunya. Ketika saya mengeluarkan baju bersih dari tasnya, dia berkata, “Dari semalam saya sudah bilang ke mami, saya mau pakai baju princess ini. Bagus ya, miss, baju princess saya.” Saat itu langsung terbersit di pikiran saya, ada kemungkinan dia menumpahkan minumnya dengan sengaja supaya bisa memakai baju princess-nya. Saya tanyakan pada dia, “Lara, minum kamu tumpah disengaja atau tidak?” Dengan cepat dia menjawab, “Aku tidak sengaja, miss.” Untuk memastikannya saya tanya dia sekali lagi dan jawabannya tetap sama, tidak sengaja. Tapi untuk benar-benar memastikan, saya tanyakan sekali lagi, “Coba kamu pikir-pikir lagi, tadi minum kamu tumpah sengaja atau tidak sengaja?” Tiba-tiba dia menjawab sambil menunduk, “Aku tidak tahu, miss.” Akhirnya saya berkata pada Lara, murid kecil saya yang berusia empat tahun itu, “Kalau kamu bohong, miss tidak bisa tahu kamu sedang bohong atau tidak. Kalau kamu tidak berbohong pun, miss tetap tidak tahu. Tapi ada yang tahu kamu berbohong atau tidak yaitu diri kamu sendiri.” Setelah berkata demikian, saya salinkan baju seragamnya yang basah dengan gaun princess-nya yang indah itu dan dia duduk kembali bersama teman-temannya.

Setelah beberapa menit, tiba-tiba Lara menangis sambil berkata “Saya tidak mau pakai baju princess ini. Saya mau tukar lagi dengan baju seragam saya.” Sambil bingung, saya berkata padanya, “Baju seragam kamu sudah basah. Pakai baju princess ini cantik, kok.” Tapi tetap saja dia menangis minta digantikan baju. Karena saya harus mengajar ke kelas lain, maka asisten guru yang menghibur Lara.

Siangnya, saya membacakan buku cerita moral tentang berbohong kepada murid-murid kecil saya, Lara juga ada di kelas itu. Saya bercerita tentang seorang anak perempuan yang suka sekali berbohong sampai tidak ada lagi yang percaya padanya. Yang lucunya, sepanjang saya membacakan buku cerita tersebut, Lara menundukkan kepalanya sambil memegangi baju princess yang dipakainya. Setelah saya selesai bercerita, dia mendatangi saya sambil berkata, “Saya tidak mau bohong lagi, miss.” Lalu saya berkata padanya, “Kalau kamu mau memakai baju princess kamu, bukan begitu caranya. Kamu kan bisa memakainya setelah pulang sekolah, teman-teman dan miss juga masih bisa melihatnya, kok.”

Kejadian Lara ini membuat saya teringat kembali berita di TV tentang anak SD yang meninggal ketika bermain smack down. Anak-anak SD itu tidak tahu yang mereka lakukan adalah hal yang berbahaya karena tidak ada yang memberi tahu mereka tentang hal itu. Mereka melakukan itu berdasarkan keinginan mereka untuk bermain dengan teman-teman. Sama dengan Lara, murid kecil saya, dia tidak tahu bahwa cara berbohong itu adalah hal yang buruk. Dia hanya mencari cara untuk mewujudkan keinginannya yaitu mengganti baju seragamnya sehingga ia bisa memakai baju princess-nya. Sangat sederhana, anak-anak SD itu dan juga Lara memiliki persamaan yang mendasar yaitu ingin mewujudkan keinginan-keinginan kecil mereka. Hanya saja mereka melakukannya dengan cara yang tidak benar.

Dua kejadian itu membuat saya merenung tentang betapa pentingnya bagi kita untuk mengajarkan moral-moral dasar kepada anak-anak kita bahkan kepada diri kita sendiri. Bayangkan bila anak-anak tersebut tumbuh besar dan keinginan-keinginan mereka pun bertambah besar, jika tanpa adanya peletakan nilai-nilai moral tentang hal baik dan buruk, mereka akan melakukan cara apa pun untuk memenuhi keinginan-keinginan mereka. Jika mereka sekecil itu bisa melakukan hal-hal seperti demikian untuk memenuhi keinginan-keinginan kecil mereka, untuk bermain bersama teman-teman dan berganti baju, apa bisa terbayangkan apa yang akan mereka lakukan kelak untuk memenuhi keinginan-keinginan mereka sewaktu dewasa? Apa jadinya jika saat itu tiba kita belum meletakkan nilai-nilai moral tentang hal yang baik dan buruk kepada mereka atau kepada diri kita sendiri? Maka tidak mengherankan terjadinya kasus korupsi, pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, dsb yang merajalela.Tapi selanjutnya akan muncul sebuah pertanyaan, nilai-nilai moral seperti apa yang bisa kita tanamkan untuk anak-anak kita dan bahkan untuk diri kita sendiri? Untuk menjawabnya, saya sertakan sebuah kisah perenungan berjudul “Tuan Dorma Muda Mencapai Pencerahan”. Nilai-nilai moral dalam kisah tersebutbisa dijadikan masukan sebagai bahan perenungan tentang nilai-nilai moral untuk anak-anak kita dan untuk kita sendiri.

Tuan Dorma muda sedang bermeditasi dalam. Dalam keadaan yang tenang dan ringan, di mana seolah-olah tuan Dorma muda berada di suatu tempat tanpa batas, begitu luas, tidak ada dinding-dinding yang membatasi dan tidak ada lantai yang ditapaki, tiba-tiba saja tuan Dorma muda mendengar suara lantang dari seorang nenek renta. Dengan nada suara tinggi, nenek renta itu berkata, “Gelas ini kotor sekali!” Lalu tuan Dorma muda melihat sebuah gelas kaca di dalam meditasinya. Gelas kaca itu begitu kotor di semua permukaannya, didalamnya penuh sarang laba-laba, debu dan kotoran yang menyelimuti. Gelas itu menjadi kusam dan tidak jernih.

Lalu masih di dalam meditasinya, tuan Dorma muda merenung, “Gelas kotor itu bagaikan tubuh ini. Jika tubuh ini kotor, penuh perbuatan keburukan dan tidak baik maka pikiran ini pun akan kotor dan tidak bersih. Bagaikan air murni yang dituangkan ke dalam gelas kotor itu maka airnya pun akan menjadi kotor, tidak lagi menjadi murni. Tetapi andaikan tubuh ini bersih dan penuh kebaikan maka pikiran murni yang akan berada didalamnya, bagaikan air murni yang dituangkan ke gelas bening maka air itu akan menjadi jernih bersinar.”

Tuan Dorma muda sadar bahwa tubuh ini yang memiliki lima indera yang senantiasa dipenuhi oleh keinginan-keinginan haruslah dikendalikan dengan latihan-latihan moral agar pikiran-pikiran yang baik dapat tumbuh didalamnya. Kemudian ia teringat kembali sebuah perenungan:

“Aku melatih diri menghindari pembunuhan.
Aku melatih diri menghindari pencurian.
Aku melatih diri menghindari perbuatan asusila.
Aku melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar.
Aku melatih diri menghindari segala sesuatu (makanan/minuman/obat-obatan) yang dapat melemahkan kesadaran.”

Latihan-latihan moral ini tertanam kembali di dalam dirinya dan menjaganya dari perbuatan-perbuatan keburukan. Hari itu tuan Dorma muda mencapai satu titik pencerahan.



Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!


Baca juga artikel lainnya dari Nathalia Sunaidi

Permennya Lupa Dimakan
Forgiveness
Pahami Permainan Pikiran Anda
Dengan Hati
Hanya Lara Yang Tahu
Artikel Selanjutnya :
Komunikasi Berdasarkan Golongan Darah (Artikel Tetap) - Senin, 18 Desember 2006
Hujan (Artikel Tetap) - Minggu, 21 Januari 2007
Hukum Newton Ketiga (Artikel Tetap) - Kamis, 08 Februari 2007
Pemuka Agama Dan Pembuat Sabun (Artikel Tetap) - Senin, 11 Juni 2007
Berinvestasi Kebajikan (Artikel Tetap) - Selasa, 12 Juni 2007
Baca juga artikel sebelumnya :
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-16 (Artikel Tetap) - Kamis, 07 Juni 2007
Perusahaan Hanya Atm (Artikel Tetap) - Rabu, 06 Juni 2007
Belajar Dari Anak-anak (Artikel Tetap) - Selasa, 05 Juni 2007
Bekas Jejak Langkah (Artikel Tetap) - Senin, 04 Juni 2007
Branding... Siapa Butuh? Bagian 2 (Artikel Tetap) - Senin, 04 Juni 2007

Bagaimana menurut kalian?


SHARE & BE HAPPY

FREE!!
Teman-teman yang LUAR BIASA, melalui program ini kami akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi secara rutin langsung ke E-mail Anda!

Ajak teman-teman dan keluarga ya :)

TAMAN MOTIVASI

Menghargai diri sendiri dan orang lain, buat hidup lebih bermakna dan selalu berbuat yang terbaik (do the best and tommorow will be better) dan  jangan mengharap apa yang telah dilakukan dengan sesuatu imbalan.

Pengirim: Sukiman Liu

TESTIMONIAL

Saya sangat terinspirasi dan sangat termotivasi membaca serta mendengarkan motivasi dari Bapak Andrie, bahasa yang disampaikan sangat mudah sekali untuk dicerna, alur cerita yang dipaparkan sungguh hidup layaknya kita sedang berada di dalam situasi yang digambarkan tersebut.Terimakasih Atas Motivasinya, Semoga Pak Andrie diberikan umur panjang oleh Yang Maha Kuasa.Amin.

Pengirim: Radumta Sitepu

RADIO SONORA - Live Streaming

ANDRIE WONGSO SUCCESS WISDOM & MOTIVATION Dengarkan siaran bapak Andrie Wongso setiap hari Senin, Pk. 07.00 - 08.00 WIB, Live di 18 station & 15 kota.
Get the Flash Player to see this player.

HUBUNGI KAMI

OUR PARTNER


Copyright © 2006-2012 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved



Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat
Teman-teman yang LUAR BIASA,

Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!

Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
  1. Audio
  2. Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
  3. Widget
  4. Greeting Card
  5. Wallpaper
  6. Bookmark
  7. Poster
  8. Photo Frame
  9. Kalender
  10. Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.

Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?