Pebalap Inggris, Jenson Button (29 tahun) memastikan diri keluar sebagai juara dunia Formula 1 (F1) setelah menempati posisi lima di GP Brasil, Minggu (18/10).
Button bisa jadi juara dunia setelah para pesaing terdekatnya melakukan kesalahan dan mencatat hasil buruk di Interlagos. Rekan setimnya, Rubens Barrichello yang mengawali lomba dari posisi pole (terdepan), terpuruk di posisi delapan. Sementarapebalap tim Red Bull Racing, Sebastian Vettel, "hanya" finis di posisi empat.
Posisi kelima yang diraihnya, membawa Button unggul 17 poin dari para pesaing terdekatnya. Keunggulan ini tidak mungkin dikejar lagi karena musim ini tinggal menyisakan satu lomba di Abu Dhabi pada 1 November mendatang.
Sekadar tahu, para juara di Sirkuit Interlagos, Brasil, adalah pebalap Australia dari tim Red Bull Racing, Mark Webber (juara 1), pebalap Polandia, Robert Kubica dari BMW Sauber (juara 2), serta juara bertahan dari Inggris yang berada di bawah naungan tim McLaren, Lewis Hamilton (juara 3).
Sempat Berada di Ujung Tanduk
Kemenangan Button, bisa disebut juga sebagai kemenangan bagi orang yang sabar, pekerja keras, dan tak kenal kata "putus asa". Tahukah Anda, untuk menyandang gelar juara dunia F1, Button harus menunggu selama 9 tahun, bahkan kariernya sempat berada di ujung tanduk?
Button membuat debut F1-nya bersama Williams di Australia, pada tahun 2000. Dia mendapatkan peluang itu usai "berduel" dengan pembalap Brasil, Bruno Junquiera, untuk mengisi kursi kosong yang ditinggalkan pebalap senior Alex Zanardi.
Awal karirnya cemerlang. Pada musim balapan di tahun debutnya itu, Button sukses meraih 12 poin dan finis di posisi delapan pada klasemen pebalap. Pada akhir musim, Button meraih gelar Rookie of the Year dari majalah F1 Racing. Karirnya terus menanjak. Pada tahun 2004, di bawah bendera British American Racing (B.A.R)-Honda, Button menjadi "raja". Biarpun tidak juara dunia, namun dalam setiap seri ia hampir selalu naik podium.
Setelah itu, karir Button menurun. Penyebabnya macam-macam; antara lain hubungan yang tidak baik dengan rekan setim dan mobil yang tidak kompetitif.
Musim balapan tahun 2007 dan 2008 adalah mimpi buruk bagi Button! Pada akhir musim kompetisi, ia hanya berada di klasemen 14 dan 18. Tak heran, banyak orang, termasuk penggemar, yang mengejeknya. Belum lagi, pada Desember 2008, tim Honda yang dibelanya memutuskan mundur dari arena F1 karena imbas krisis ekonomi global!
Di tengah ketidakpastian karir, Button masih tetap tegar dan positif.
Ross Brawn kemudian muncul sebagai penyelamat tim Honda, termasuk Button. Insinyur dan ahli strategi ini membeli seluruh aset tim Honda, mengubah nama tim menjadi Brawn Grand Prix (GP) juga memperbaiki manajemen dan mobil. Button pun bisa fokus berlomba pada musim kompetisi 2009.
Hasil akhirnya? Anda sudah tahu! Karir pria Inggris ini melambung hinggi titik tertinggi. Semua keraguan dan ejekan yang diterimanya, telah menguap. Banyak orang menyebut, Button "telah melakukan pekerjaannya dengan baik" dan "layak mendapatkan gelar juara dunia F1 2009."
Selamat untuk Jenson Button. Semoga kisah perjuangannya bisa menjadi inspirasi untuk kita semua. Bahwa, untuk meraih kesuksesan, kita perlu sikap-sikap positif: sabar, tegar, dan optimis, yang diiringi dengan kerja keras dan strategi yang tepat.
***
Video tentang sepak terjang Button di F1
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Team Andriewongso.com
|
 |
Para Atlet Berbagi Kisah Di Internet
|
 |
Software Penangkal Pornografi
|
 |
Hal Kecil Melanggengkan Pernikahan
|
 |
Charge Gadget Dengan Kacamata
|
 |
Pistorius Raih Emas Ketiga Di Paralimpik, Beijing 2008
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Simon Santoso Juara Denmark Terbuka
(Sports Corner) -
Senin, 26 Oktober 2009
|
 |
Indonesia Rebut Dua Gelar Juara Di Perancis Terbuka
(Sports Corner) -
Minggu, 01 November 2009
|
 |
Kejutan Di Hong Kong Super Series
(Sports Corner) -
Jumat, 13 November 2009
|
 |
Djokovic Juara Paris Masters
(Sports Corner) -
Senin, 16 November 2009
|
 |
Indonesia Raih Emas Di Kejuaraan Dunia Angkat Besi
(Sports Corner) -
Minggu, 22 November 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Kesabaran Berbuah Juara
(Sports Corner) -
Senin, 12 Oktober 2009
|
 |
Jepang Terbuka Super Series – Indonesia Rebut Satu Gelar
(Sports Corner) -
Senin, 28 September 2009
|
 |
Jepang Terbuka Super Series – All Indonesian Final Di Ganda Putra
(Sports Corner) -
Sabtu, 26 September 2009
|
 |
Jepang Terbuka Super Series - Simon Terus Melangkah
(Sports Corner) -
Sabtu, 26 September 2009
|
 |
Jepang Terbuka Super Series – Kejutan Dari Atlet Indonesia
(Sports Corner) -
Kamis, 24 September 2009
|
|
|