Tiga ilmuwan Amerika Serikat menerima Hadiah Nobel Kedokteran tahun 2009, Senin (5/10). Mereka berhasil menemukan dan mengidentifikasi sebuah mekanisme kunci dalam operasi genetis sel. Penemuan ini telah mengilhami penelitian-penelitian baru dalam penuaan dan kanker. Demikian pernyataan dewan Nobel pada Sidang Umum Nobel di Lembaga Karolinska, Swedia.
Sebagai penerima Hadiah Nobel, Elizabeth Blackburn yang kelahiran Australia, Jack Szostak yang kelahiran Inggris, dan Carol Greider yang lahir di San Diego, AS, mendapatkan hadiah sebesar 10 juta krona Swedia (sekitar Rp13,4 miliar).
Luar biasa, untuk pertama kalinya, dua orang perempuan ada di antara penerima Nobel bidang Kedokteran!
Sukses Mengatasi Misteri
Trio Blackburn-Greider-Szostak yang bekerja pada akhir 1970-an dan 1980-an, bisa dibilang sukses mengatasi misteri bagaimana kromosom (struktur yang membawa DNA) melindungi diri mereka dari degradasi/kerusakan ketika sel-sel terbelah.
Solusinya ada di ujung kromosom, yakni pada bagian yang disebut telomere. Bagian ini sering dibandingkan dengan bagian plastik pada ujung-ujung tali sepatu yang menahan tali sepatu itu untuk tidak terurai.
Nah, Blackburn dan Greider menemukan enzim yang membentuk telomere, yaitu telomerase, dan mekanisme yang digunakannya untuk menambahkan DNA ke ujung-ujung kromosom untuk menggantikan materi genetis yang telah terkikis!
Pada akhirnya, karya trio penerima Nobel ini bisa mempersiapkan arena untuk riset yang menyebutkan bahwa sel-sel kanker menggunakan telomerase untuk mendukung pertumbuhan mereka yang tak terkontrol.
Sekilas Tentang Para Peneliti
Blackburn (60 tahun/kiri), yang memegang kewarganegaraan AS dan Australia, adalah seorang profesor biologi dan fisiologi pada Universitas California, San Francisco. Sementara Greider (48 tahun/tengah) adalah seorang profesor di bidang biologi molekuler dan ilmu genetika pada Fakultas Kedokteran Universitas John Hopkins di Baltimore. Lalu Szostak (56 tahun/kanan), yang bekerja di Fakultas Kedokteran Universitas Harvard sejak tahun 1979, saat ini bekerja di Rumah Sakit Umum Massachusetts, di Boston.
Menurut Greider, Hadiah Nobel itu mengakui nilai penemuan yang didorong oleh rasa ingin tahu murni. "Kami tidak mengira ketika kami memulai karya ini bahwa telomerase akan terlibat dalam kanker. Kami sekadar ingin tahu mengenai bagaimana kromosom tetap utuh," katanya.
Selamat untuk para pemenang Nobel Kedokteran 2009!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Team Andriewongso.com
|
 |
Kapal Pesiar Terbesar di Dunia
|
 |
Serangga Terkuat di Dunia
|
 |
Bawang Putih
|
 |
Menkeu RI Masuk 100 Wanita Paling Berpengaruh Dunia
|
 |
Dua Tumbang
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Para Pemenang Hadiah Nobel 2009
(AW Corner) -
Selasa, 13 Oktober 2009
|
 |
Angklung Menyusul Batik
(AW Corner) -
Senin, 19 Oktober 2009
|
 |
Majalah Termahal Di Dunia
(AW Corner) -
Rabu, 21 Oktober 2009
|
 |
Anak Terkuat Di Dunia
(AW Corner) -
Kamis, 29 Oktober 2009
|
 |
Kolintang Masuk Buku Rekor Dunia
(AW Corner) -
Selasa, 03 November 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Kosen, Orang Tertinggi Di Dunia
(AW Corner) -
Selasa, 29 September 2009
|
 |
Jepang Uji Coba Internet Super Cepat
(AW Corner) -
Minggu, 06 September 2009
|
 |
Mengatur Pengeluaran Bulanan
(AW Corner) -
Minggu, 30 Agustus 2009
|
 |
Batik Tulis Diakui Dunia
(AW Corner) -
Jumat, 21 Agustus 2009
|
 |
Kaizen, Prinsip Kerja Ala Jepang
(AW Corner) -
Selasa, 11 Agustus 2009
|
|
|