| Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai | ||
| Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia ! | ||
| Kalender November 2008 | ||||||
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | ||||||
| • Ardian Syam |
| Jumat, 16-Mei-2008 |
| 09:45:25 WIB |
| Jangan Dorong Menjadi Tua |
| • Ardian Syam |
| Jumat, 09-November-2007 |
| 09:17:56 WIB |
| Makan Enak Tapi Murah |
| • Ardian Syam |
| Sabtu, 01-November-2008 |
| 08:38:17 WIB |
| Pabrik Sepatu |
| • Ardian Syam |
| Minggu, 01-April-2007 |
| 14:26:11 WIB |
| Diputar, Dijilat .... |
| 16 Wisdom & Success |
| Terdiri dari 173 Halaman |
| 16 cerita motivasi yang akan mengubah hidup Anda. |
View Shopping Product |
|
Perusahaan Hanya Atm ( 1 Komentar ) - Klik Profil Penulis Oleh : Ardian Syam Sudah baca tulisan saya “Mengapa Hidup Harus Disiasati?” bagian tulisan tentang Pak Murthi yang pendiri Infosys? Ternyata ada beberapa yang tidak setuju dengan beliau. Hebat sekali ya? Karena ternyata berapa orang yang saya kenal itu bahkan belum mencapai posisi level ke dua di perusahaan tempat dia bekerja. Tetapi tetap tidak setuju dengan kata-kata Pak Murthi. Mereka menyatakan bahwa untuk mencapai level yang tinggi, Pak Murthi pasti melewati masa-masa bekerja dari pagi hingga pagi lagi. Saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Karena saya belum pernah tahu sejarah hidup apalagi perjalanan karir Narayana Murthi. Jadi saya bukan orang yang berani menyatakan apakah beliau pernah bekerja dari pagi hingga pagi lagi, atau tidak. Yang saya tahu tentang beliau mungkin tidak lebih banyak daripada yang Anda tahu, seperti bahwa beliau termasuk dalam daftar orang terkaya sedunia versi majalah Forbes tahun 2007. Tetapi saya pernah bekerja dari pagi hingga pagi lagi selama dua minggu penuh. Sebaliknya saya juga pernah pulang dari kantor saat jam kerja berakhir. Tidak banyak bedanya bila dibanding kenyataan dalam perusahaan. Kecuali bahwa bila Anda sedang mengerjakan sebuah proyek, maka akan dapat segera selesai bila Anda bekerja dari pagi hingga pagi lagi. Tetapi seberapa tahan Anda bekerja terus-menerus sedemikian rupa? Sangat tergantung berapa usia Anda sekarang. Bila Anda berusia di bawah 30 tahun, maka Anda mungkin kuat bekerja sedemikian selama kurang lebih 15 sampai 20 hari. Semakin tinggi usia Anda maka semakin pendek pula durasi Anda mampu bekerja terus-menerus dari pagi hingga pagi lagi. Hal kedua yang perlu saya pertanyakan adalah Anda yang lebih memilih mengikuti permintaan atasan dibandingkan menjaga etika profesi Anda. Andaipun Anda tidak menganggap Anda memiliki profesi seperti sekretaris, jurnalis, akuntan, ahli hukum, atau hal lain, tetapi ada etika lain yang mengatur hal-hal yang bisa dan tidak boleh dilakukan: etika perusahaan. Sementara mari kita anggap bahwa Anda mempunyai profesi tertentu yang memiliki etika profesi tertentu. Sadarkah Anda bahwa ketika Anda memiliki profesi, maka etika profesi lebih tinggi dari perusahaan. Bila Anda akuntan, maka apapun yang ada dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) dan PABU (Prinsip Akuntansi Berterima Umum) atau dalam bahasa lain dikenal sebagai generally accepted accounting principles adalah dasar etika yang lebih perlu dijaga. Pernah dengar Enron, Worldcom dan Sarbanes Oxley Act 2002? Ya, itu semua terjadi akibat kepentingan sebagian petinggi perusahaan dan juga kepentingan perusahaan dianggap lebih tinggi daripada etika profesi. Maka perusahaan yang dalam tempo 6 bulan naik tinggi harga sahamnya di NYSE (New York Stock Exchange) mendadak harus mengajukan pernyataan bangkrut, karena kesalahan yang disengaja dalam pengakuntansian. Mengapa prinsip akuntansi, etika akuntan harus lebih dijaga daripada kepentingan perusahaan. Karena etika akuntan, prinsip akuntansi dibuat dengan didasarkan pada kepentingan banyak pihak yang terlibat dengan perusahaan. Bukan hanya didasarkan pada beberapa pihak tertentu saja. Karena itu bagi akuntan, prinsip akuntansi adalah aturan tertinggi yang harus diikuti.
Bagaimana bila hal itu bertentangan dengan keinginan pimpinan? Oh ya, ada prinsip akuntansi yang bertentangan dengan keinginan pimpinan? Tentu saja ada, kan ada contoh Enron dan Sarbanes Oxley Act 2002 tadi. Perusahaan sebagaimana semua hal yang berada di bawah Allah, adalah fana. Tidak tetap, karena itu ada perkataan bahwa hal yang paling pasti di dunia ini adalah ketidak pastian. Begitu pula dengan perusahaan. Begitu pula dengan jabatan. Saya kutip kembali perkataan lain dari beliau. Tetaplah pegang 2 kalimat Sansekerta sebagai prinsip hidup: Sathyannasti Paro Dharma – tidak ada dharma yang lebih tinggi daripada setia kepada kebenaran dan Satyameva javate - hanya kebenaran saja yang akan menang. Mari gunakan hal tersebut sebagai motto untuk kepemimpinan. Lihatlah beliau, orang yang besar karena membesarkan Infosys, orang yang termasuk dalam daftar orang terkaya sedunia versi Forbes dan telah mendapatkan kehormatan dari PM India. PM India bahkan menyatakan beliau sebagai aikon nasional, memiliki nama yang terkenal secara global, sumber inspirasi yang luar biasa (tremendous) bagi entrepreneurs muda dan role model bagi para CEO di seluruh dunia. Rasanya tidak ada yang kurang dari beliau, dan beliau menyatakan 3 hal penting. Setia pada kebenaran, hanya kebenaran yang akan menang, dan jangan terlalu mencintai perusahaan karena Anda tidak pernah tahu kapan perusahaan berhenti mencintai Anda. Kebenaran dalam pekerjaan hanya berasal dari hal-hal yang digariskan oleh profesi. Kebenaran dalam perusahaan hanya bersumber dari peraturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan. Kebenaran di perusahaan bukan bermula dari apa yang diperintahkan oleh atasan. Sehingga tetap saja kebenaran yang harus menang.
Tetapi, mengapa sebagian besar kawan saya begitu patuh pada atasan dan takut kehilangan jabatan?
Sama seperti ketika Anda mendapatkan uang yang keluar dari mesin ATM. Uang yang keluar itu adalah milik Anda, mesin ATM hanya alat untuk membuat uang itu keluar agar dapat Anda pergunakan. Maka demikian pula dengan rezeki, itu milik Allah, Sang Maha Penguasa, Pemilik segala hal yang ada di dunia, dan mengalir ke Anda lewat sebuah mesin ATM yang bernama: perusahaan.
|
|||||
![]() | |||||
| Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA Komentar Artikel : | |||||
| • | Tanggal Komentar: Rabu, 12-Maret-2008; 08:57:30 | ||||
| Nama Pengirim Komentar : boy ( lemboys234@yahoo.com ) | |||||
| " maaf pak, tanpa bermaksud menggurui,saya kurang setuju dengan pendapat dalam artikel bapak ini. kenapa? alasannya karena bapak terlalu menekankan kesan bahwa semuanya itu sangat tergantung akan kehendak Tuhan/ Allah, bukan berarti saya berani menentang ataupun menghujat "Tuhan / Allah" bapak, memang benar masalah rejeki dal lain2 itu juga bersumber dari kasih dan kebesaran Tuhan, akan tetapi disini yg menjadi pokok ,yg saya pikirkan adalah bahwa bapak terkesan terlalu menonjolkon "kepasrahan terhadap kehendak Allah". padahal tidak setiap orang senang dan mampu menjadi pebisnis / pengusaha, ada orang2 yang memang bertipikal pegawai, bermentalitas pekerja. di dunia ini, tak akan pernah semua itu sama, agama yg sama, wajah yg sama, selera makan yg sama dsb. oleh karena itu semua dan segenap isi dunia ini sebenarnyalah saling melengkapi, mana mungkin semua orang jadi pimpinan semua dan ga ada anak buah / bawahan. ga mungkin semua orang berada pada posisi yg sama tinggi atau rendah jabatannya dalam perusahaan. klo gitu khan semua orang ingin jadi atasan pak, ga ada yg kerja jd petani misalnya, jadi kuli dsb. keadaan dunia ini memang demikian sesuai dengan ekosistemnya masing-masing. oleh karena itu biarlah para pegawai itu tetap mencintai pekerjaan dan tempat usaha (perusahaanya) supaya semangat kerja mereka dalam membangun perusahaan berikut komunitas didalamnya terpacu, besar bersama untuk kebaikan bersama pula, terima kasih." | |||||
Komentar Lainnya | |||||
|
|||||
|
( View : 9910 | Refer : 2 | Print : 115 | Rate :
0.00 / 0 Votes )
| |||||
| Artikel Selanjutnya | |||||
| 36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-16 - Kamis, 07-Juni-2007; 13:18:43 | |||||
| Hanya Lara Yang Tahu - Jumat, 08-Juni-2007; 09:21:36 | |||||
| Pemuka Agama Dan Pembuat Sabun - Senin, 11-Juni-2007; 09:22:55 | |||||
| Berinvestasi Kebajikan - Selasa, 12-Juni-2007; 11:40:12 | |||||
| Buah Pisang Yang Hilang - Selasa, 12-Juni-2007; 11:40:52 | |||||
| Artikel Sebelumnya | |||||
| Belajar Dari Anak-anak - Selasa, 05-Juni-2007; 13:17:15 | |||||
| Bekas Jejak Langkah - Senin, 04-Juni-2007; 11:47:20 | |||||
| Branding... Siapa Butuh? Bagian 2 - Senin, 04-Juni-2007; 11:47:17 | |||||
| Kerja Adalah Kehormatan - Senin, 04-Juni-2007; 11:47:15 | |||||
| Sejuta Kodok - Jumat, 01-Juni-2007; 11:47:03 | |||||
| Pengunjung Kemarin | 3706 |
| Pengunjung Hari Ini | 946 |
| Online | 45 |