Tak disangka bahwa saya sudah lama sekali tidak menulis dalam forum Andriewongso.com, dan ini disebabkan oleh kesibukan yang bertubi-tubi. Terutama dengan perjalanan saya yang sangat menyita waktu yaitu perjalanan dari Jakarta ke New York dan kembali ke Jakarta. Menurut rencana akhir September 2009 ini saya akan kembali ke New York untuk mengikuti Clinton Global Initiative- Annual Meeting.
Perjalanan pada bulan Juni 2009 ke New York dengan bertujuan untuk bertemu Al Gore mantan Wakil Presiden Amerika Serikat yang sekarang lebih sibuk untuk urusan pemanasan global. Ini merupakan pengalaman pertama dalam hidup saya untuk bertemu mantan orang nomor dua di Amerika Serikat. Tidak terbayangkan, apakah saya akan gugup atau salah bicara. Yang penting sekarang berangkat dengan SQ959 tujuan Singapore pada pukul 14.15 untuk ganti penerbangan dengan SQ638 dan berangkat pada pukul 23.05 dengan tujuan Jepang, Narita Airport. Selama penerbangan, sambutan para pramugari dan pramugara sangat baik sekali. Walaupun saya duduk di kelas ekonomi, chief stewardess memberikan saya segelas champagne untuk menikmati perjalanan. Tidak tau apa yang menyebabkan para pramugari dan pramugara sangat baik sekali.
Jam 17.00 WIB pesawat SQ 959 mendarat di Chang I Airport Singapore dan para penumpang diminta untuk memasuki ruang tunggu untuk ganti pesawat. Karena pesawat baru akan berangkat pada pukul 23.00 maka saya sempatkan waktu untuk berjalan-jalan di kitaran airport. Seperti biasa, orang Singapore ini selalu sibuk dan tidak ada waktu untuk tersenyum berbeda dengan Indonesia yang selalu tersenyum bahkan terkadang senyum berlebihan (bukan maksudnya gila lho!).
Dengan seorang teman, saya berdiskusi tentang rencana pertemuan dan kerja dengan Al Gore. Teman saya pun tidak sangka bahwa sekarang ia dalam perjalanan menuju pertemuan dengan Al Gore. Akhirnya daripada hanya berpikir, kami berdua lebih berbicara tentang keadaan di Singapore. Hampir semua orang ketika memasuki ruang tunggu, diperiksa dan disemprot sebagai tanda bebas dari flu babi. Padahal korban flu babi di Indonesia tidak begitu banyak dibandingkan dengan Jepang atau bahkan dengan Singapore sendiri.
Akhirnya tiba jam 22.45 dan diumumkan agar para penumpang bersiap untuk memasuki pesawat SQ638 dengan tujuan Jepang, Narita Airport. Semua penumpang disambut dengan baik oleh kepala pilot, pramugari dan pramugara. Dan kami berdua menduduki kursi barisan pertama pada kelas ekonomi. Tepat pada pukul 23.05 eh rupanya jam saya masih mengikuti waktu Indonesia, tepatnya waktu 00.05, SQ638 meninggalkan bandara Chang I Singapore. Pesawat tinggal landas dengan lembut sekali tanpa ada getaran yang mengkhawatirkan. Setelah makan malam, saya dan teman pun beristirahat.
Esoknya saya dan teman terbangun dan diberikan sarapan pagi karena pada pukul 07.05 waktu setempat, pesawat akan mendarat di Narita Airport, Osaka Jepang. Setelah istirahat dan supaya singkat saja, saya dan teman berangkat lagi dengan SQ5916 tujuan New York, JFK Airport pada pukul 11.00. Akhirnya pada pukul 10.45 satu hari berikutnya, saya dan teman saya tiba di JFK Airport, New York. Pemeriksaan seperti biasa dan tidak ada masalah. Dan saya pun langsung ambil taksi untuk ke tempat penginapan yang sudah dipesan melalui net. Sesampainya di hotel, saya dan teman beristirahat dahulu, untuk mengatasi perubahan waktu (jet-lag). Hari itu hanya kami habiskan untuk merapihkan barang dan persiapan untuk pertemuan pada hari berikutnya. Pertemuan bukan dikantor tetapi di rumah Al Gore sendiri.
Esok pagi, pukul 9.30 pagi, saya dan teman langsung berangkat dengan taksi tujuan ke rumah Al Gore. Rumah yang biasa saja. Dan hanya diisi oleh dua orang memang sangat luas dengan taman yang cukup luas. Ketika kami mengetuk pintu dan memperkenalkan diri bahwa kami tamu untuk Mr.Al Gore, tiba-tiba wanita yang membuka pintu langsung memeluk kami. Ternyata wanita tersebut adalah isteri Al Gore yaitu Tipper Gore. Kami langsung masuk dan dibawa ke taman belakang rumah. Sambil menikmati secangkir teh Rooibos, saya dan teman menikmati suasana taman yang tenang. Akhirnya orang yang tunggu datang, dan well...well....inilah dia mantan orang nomor dua Amerika Serikat, berdiri tegap, ganteng, senyuman manis dan dengan jabatan tangan yang sangat hangat. Kami pun bercerita tentang perjalanan yang baik. Al Gore pun mengatakan seharusnya ia mengundang Bill Clinton untuk hadir dalam diskusi ini. Tapi kami katakan bahwa kami akan bertemu pada acara tahunan pada bulan September 2009. Kemudian mulai kami masuk pada topik bahasan.
Dua hari kemudian, saya dan teman juga ikut serta Al Gore yang disertai tim kerjanya berangkat ke Venezuela, Amerika Selatan. Jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh hanya 8 jam penerbangan. Kami tiba dengan baik di Caracas, ibukota Venezuela. Petugas imigrasi bandara ketika memeriksa tas dan melihat saya langsung tersenyum dan berkata "Signorita" artinya Ibu. Waduh, saya hanya berkata "Que hay?" artinya apa kabar. Dan petugas ini pun menjawab "Bien". Kami pun langsung masuk ke mobil jemputan untuk mengantar kami ke tempat penginapan dan langsung mengikuti diskusi tentang pemanasan global.
Diskusi berjalan dengan sangat baik sekali. Ketika saya memperhatikan orang-orang Latin ini, dari penampilan mereka mirip dengan orang Indonesia. Warna kulit sawo matang....wah bisa-bisa saya disangka orang Latin pula (...he...he...he). Dan sewaktu bekerja pun mereka tidak buru-buru seperti saya lihat di New York. Mereka bekerja sambil ada canda dengan teman sekerja. Penyelenggara diskusi memang sempat terdengar bersuara agak keras kepada pegawai di ruangan pertemuan, sebab pegawai tersebut bercanda sehingga mengganggu konsentrasi pembicara dalam membawakan diskusi. Dan ditempat penginapan, ketika memesan sesuatu, harus segera diingatkan, kalau tidak, tidak terlayani. Rupanya orang Venezuela ini sama dengan orang Indonesia yang selalu MUDAH LUPA!
Ketika waktu sedang istirahat, secara iseng saya buka Facebook dan Andriewongso.com, waduh, kaget sekali ada judul "Buang Pikiran untuk Bunuh Diri", ada apa lagi. Kalau kesulitan hidup dibanding Indonesia, Amerika lebih sulit. Bahkan di beberapa lingkungan rumah diberlakukan makan pagi bersama. Di Amerika pun banyak orang menganggur dan tidak bisa menunjang kehidupan sehari-hari. Apalagi di sana tidak ada tolong menolong seperti di semboyan kan di Indonesia. Jadi, untuk para calon bunuh diri, saya sarankan BUNUH DIRI ADALAH TINDAKAN BODOH! Seluruh dunia mengalami kesulitan secara ekonomi. Dan sangat penting bagi kita untuk selalu berpikir positif jika kita menghadapi keadaan sulit. Keadaan sulit merupakan ujian untuk melihat seberapa kuat kita menghadapi kesulitan hidup ini. Doa adalah obat paling mujarab untuk memberikan ketenangan dan hiburan dalam kesulitan. Dan kalau memang perlu menangis, menangis lah agar emosi dapat terobati.
Penduduk di Amerika Serikat pun banyak yang berniat bunuh diri apalagi berita tahun 2012 sangat gencar di sana dan membuat orang-orang kuatir dengan hidup mereka. Badan Meteorolgi sudah memberikan peringatan bahwa pada tahun 2010 diperkirakan adanya bintang jantuh di daratan Amerika dan ini dapat menyebabkan lubang yang sangat besar pada daratan Amerika Serikat. Ada beberapa orang yang bertemu dengan saya dan menanyakan kepada saya bagaimana dengan Indonesia. Tetapi saya selalu katakan bahwa orang Indonesia adalah orang yang bermental kuat dan tidak kuatir dengan tahun 2012. Mereka pun sangat kagum dengan ketegaran orang Indonesia....eh..taunya ada tulisan pada Andriewongso.com tentang keinginan untuk bunuh diri.(gimana sih?)
Netter yang budiman,
Dari kisah perjalanan jauh saya ini, ada begitu makna yang bisa kita pelajari bersama yaitu :
1. Gunakan kemampuan untuk MENDENGARKAN orang lain dengan pikiran positif kita.
2. Kemudian PELAJARI apa yang telah kita dengarkan. Jika tidak ada makna sedikitpun, ABAIKAN!
3. Selalu membuat diri sibuk sehingga pikiran jahat tidak berkembang dalam otak kita untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna.
4. SAMPAIKAN PENDAPAT kita melalui media, artikel blog atau bahkan menulis buku tentang opini kita. Dan saya memperhatikan Facebook adalah media yang sangat efektif karena setiap kita menulis sesuatu, pasti mendapat respon dari siapapun yang tertarik dengan artikel kita. Atau bergabung organisasi masyarakat dan sampaikan pendapat baik kita. Memang dalam hidup berorganisasi, pasti ada perbedaan pendapat atau kecemburuan yang tidak berguna. Intinya, kita sudah menyampaikan pandangan baik kita, jika itu membuat orang kesal, BIARKAN. Anggap orang tersebut yang bermasalah, BUKAN kita!
5. BERSABARLAH, BERPIKIR POSITIF dan BERTEKUN DALAM DOA!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Debbie Sianturi
|
 |
Percaya Diri? Arogan? Minder ?
|
 |
Warna Abu-abu Ada Artinya Lho
|
 |
Tapi.......kenapa.......jangan
|
 |
Menunggu Bola Dan Mengejar Bola - Jagalah Keseimbangannya!
|
 |
Berpikir Keseluruhan, Berani Bertindak, dan SEKARANG!
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Sales Script
(Artikel Anda) -
Rabu, 05 Agustus 2009
|
 |
Pekerja Keras Vs Pekerja Smart
(Artikel Anda) -
Minggu, 16 Agustus 2009
|
 |
Rencana Tanpa Tindakan
(Artikel Anda) -
Rabu, 26 Agustus 2009
|
 |
Membangun KeyakinanDiri
(Artikel Anda) -
Jumat, 04 September 2009
|
 |
Berbuat Baik Kok Takut?
(Artikel Anda) -
Selasa, 22 September 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Paku Di Depan Pintu
(Artikel Anda) -
Rabu, 22 Juli 2009
|
 |
Pelajaran Dari Sebuah Ember
(Artikel Anda) -
Senin, 06 Juli 2009
|
 |
Sang Pemecah Rekor Dunia
(Artikel Anda) -
Selasa, 30 Juni 2009
|
 |
Pesawat Balik Lagi Setelah 30 Menit Di Udara
(Artikel Anda) -
Jumat, 26 Juni 2009
|
 |
Bekicot...oh, Bekicot...!
(Artikel Anda) -
Selasa, 23 Juni 2009
|
|
|