|
|||
|
Penulis : Yant Subiyanto
Rating Artikel :
Rabu, 22-Juli-2009
Sekitar jam 9 pagi suasana sebuah kantor sudah mulai sibuk. Sebagian orang sudah berkutat dengan laptop dan sebagian lagi dengan computer masing-masing. Ada yang sudah membawa berkas kesana kemari, ada yang bertelepon dengan sangat serius ada yang mencatat dari sebuah white board pesan dan aktivitas lainnya. Office boy juga sudah selesai membersihkan semua sarana. Minuman juga sudah tersaji di meja para staf, yang entah sempat bilang terimakasih kepada office boy atau tidak sempat atau memang tidak pernah. Toh, sudah menjadi tugas masing-masing. Anton, seorang staf yang bertugas di lapangan bergegas menuju kantor hendak input data. Sampai di depan pintu kantor tersebut, dia kaget melihat paku tergeletak dekat keset. Dia berfikir, ah biar saja nanti juga ada office boy atau siapa saja yang lewat, melihat dan ambil paku itu. Itu bukan urusanku yang penting aku tidak terkena paku itu. Dia masuk kantor dan sibuk dengan kerjaannya. Setelah selesai kembali ke lapangan, tanpa sedikitpun menghiraukan paku tadi.
Budi, driver yang akan melakukan pengiriman hendak mengambil surat jalan pengiriman barang di dalam kantor. Dengan gaya yang kas, masuk dan sempat berhenti sebentar di depan pintu karena melihat paku ada di sana. Sejurus kemudian dia berfikir, nanti kalau sudah ambil surat jalannya, akan beritahu salah satu office boy agar diamankan. Setelah selesai dengan urusan suratnya dia turun ke halaman ke truk yang sudah siap. Terus menstarter truknya, tancap gas dan berangkat. Lupa bahwa di depan pintu ada paku yang harus diamankan, dan akan disampaikan ke office boy.
Iwan yang bertugas sebagai teknisi listrik, sedyanya akan melakukan giliran pembersihan AC di ruang kantor bagian dalam. Dia kaget sekali ketika akan masuk ke kantor karena ada paku dekat keset. Spontan dia pungut paku itu dan segera tempatkan di tempat sampah yang hanya 2 meter dari pintu. Hanya sekitar setengah menit dan dia masuk ke kantor mulai mengerjakan tugas rutinnya.
Ada yang hanya punya rencana. Karena semua hanya rencana menjadi lupa. Ada yang karena menjadi seorang atasan dan sangat sibuk, sehingga waktu setengah menit itu sangat berharga saat berangkat meeting, sehingga lebih baik memberikan instruksi ke orang lain.
Hanya menyingkirkan paku yang hanya seberapa beratnya pekerjaan itu dan manyita waktu yang sangat sedikit saja, beraneka ragam orang mensikapinya. Bagaimana jika yang harus dikerjakan itu hal berat? Akan semakin berlari menghindar daripada menjadi repot. Yuk, kita coba evaluasi diri, kita sudah masuk yang mana nih… anggap saja suatu kecenderungan mana yang sering kita lakukan. Jika kita belum masuk pada tipe Iwan, segera rubah diri dan putar haluan agar bisa banyak memberikan manfaat kepada orang lain. Bukankah kita sadar sekali, setiap tindakan baik apapun akan bernilai sebagai ibadah. Sekarang, hak penuh ada pada tangan kita, mulai melakukan seperti yang Iwan lakukan pada konteks yang lain atau tidak…. |
|||
|
|||
| ( View : 2184 | Refer : 3 | Print : 81 | Rate : 9.00 / 2 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Listen And Learn Then Speak (Artikel Anda) - Kamis, 30-Juli-2009 | ||
| • | Sales Script (Artikel Anda) - Rabu, 05-Agustus-2009 | ||
| • | Pekerja Keras Vs Pekerja Smart (Artikel Anda) - Minggu, 16-Agustus-2009 | ||
| • | Rencana Tanpa Tindakan (Artikel Anda) - Rabu, 26-Agustus-2009 | ||
| • | Membangun KeyakinanDiri (Artikel Anda) - Jumat, 04-September-2009 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Pelajaran Dari Sebuah Ember (Artikel Anda) - Senin, 06-Juli-2009 | ||
| • | Sang Pemecah Rekor Dunia (Artikel Anda) - Selasa, 30-Juni-2009 | ||
| • | Pesawat Balik Lagi Setelah 30 Menit Di Udara (Artikel Anda) - Jumat, 26-Juni-2009 | ||
| • | Bekicot...oh, Bekicot...! (Artikel Anda) - Selasa, 23-Juni-2009 | ||
| • | Penuhi Hari Hari Dengan Bersyukur ! (Artikel Anda) - Senin, 22-Juni-2009 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



