Sekitar jam 9 pagi suasana sebuah kantor sudah mulai sibuk. Sebagian orang sudah berkutat dengan laptop dan sebagian lagi dengan computer masing-masing. Ada yang sudah membawa berkas kesana kemari, ada yang bertelepon dengan sangat serius ada yang mencatat dari sebuah white board pesan dan aktivitas lainnya. Office boy juga sudah selesai membersihkan semua sarana. Minuman juga sudah tersaji di meja para staf, yang entah sempat bilang terimakasih kepada office boy atau tidak sempat atau memang tidak pernah. Toh, sudah menjadi tugas masing-masing.
Anton, seorang staf yang bertugas di lapangan bergegas menuju kantor hendak input data. Sampai di depan pintu kantor tersebut, dia kaget melihat paku tergeletak dekat keset. Dia berfikir, ah biar saja nanti juga ada office boy atau siapa saja yang lewat, melihat dan ambil paku itu. Itu bukan urusanku yang penting aku tidak terkena paku itu. Dia masuk kantor dan sibuk dengan kerjaannya. Setelah selesai kembali ke lapangan, tanpa sedikitpun menghiraukan paku tadi.
Budi, driver yang akan melakukan pengiriman hendak mengambil surat jalan pengiriman barang di dalam kantor. Dengan gaya yang kas, masuk dan sempat berhenti sebentar di depan pintu karena melihat paku ada di sana. Sejurus kemudian dia berfikir, nanti kalau sudah ambil surat jalannya, akan beritahu salah satu office boy agar diamankan. Setelah selesai dengan urusan suratnya dia turun ke halaman ke truk yang sudah siap. Terus menstarter truknya, tancap gas dan berangkat. Lupa bahwa di depan pintu ada paku yang harus diamankan, dan akan disampaikan ke office boy.
Hartawan, seorang Kepala Bagian bergegas pagi itu akan segera berangkat ke kantor pusat. Ada meeting mingguan yang rutin digelar. Setelah memberikan beberapa pengarahan ke staf yang terkait, segera membereskan laptopnya dan bergegas keluar. Sampai depan pintu, terkejut ada paku didekat keset. Dia berfikir, kalau ada salah satu stafnya terkena paku ini, bisa fatal. Urusan rumah sakit bisa-bisa. Dia bergegas sekali karena waktu pelaksanaan meeting sudah sangat dekat. Dia sms ke salah satu stafnya agar tidak lupa nanti mengamankan paku yang ada di depan pintu. Setelah itu sudah meluncur ke kantor pusat.
Iwan yang bertugas sebagai teknisi listrik, sedyanya akan melakukan giliran pembersihan AC di ruang kantor bagian dalam. Dia kaget sekali ketika akan masuk ke kantor karena ada paku dekat keset. Spontan dia pungut paku itu dan segera tempatkan di tempat sampah yang hanya 2 meter dari pintu. Hanya sekitar setengah menit dan dia masuk ke kantor mulai mengerjakan tugas rutinnya.
Kantor kita, memang kadang sangat terasa sibuk dengan berbagai hal yang terjadi dan tugas yang harus dikerjakan. Berbagai macam sifat dari anggota komunitas kantor sering kita temui. 4 orang diatas, merupakan sebagian dari sifat dan perilaku yang sering terjadi dalam sebuah komunitas.
Ada yang hanya mengerjakan jika menjadi tugasnya saja. Apapun dilakukan dengan rules Job Description. Karena tugas sudah dibagi kepada masing-masing karyawan, semua punya tanggung jawab. Tugas yang kecil sampai tugas besar merupakan kewajiban masing-masing orang karena sudah diberikan gaji sesuai dengan Job Desc-nya. Baik itu terkait perusahaan, kepentingan umum bahkan safety.
Ada yang hanya punya rencana. Karena semua hanya rencana menjadi lupa. Ada yang karena menjadi seorang atasan dan sangat sibuk, sehingga waktu setengah menit itu sangat berharga saat berangkat meeting, sehingga lebih baik memberikan instruksi ke orang lain.
Sangat berbeda dengan tipe yang terakhir. Tanpa ada tendensi lain-lain, kecuali karena kepedulian bahwa paku itu bisa membahayakan, dia take action dan lakukan tugas malaikat itu hanya dengan setengah menit.
Hanya menyingkirkan paku yang hanya seberapa beratnya pekerjaan itu dan manyita waktu yang sangat sedikit saja, beraneka ragam orang mensikapinya. Bagaimana jika yang harus dikerjakan itu hal berat? Akan semakin berlari menghindar daripada menjadi repot. Yuk, kita coba evaluasi diri, kita sudah masuk yang mana nih… anggap saja suatu kecenderungan mana yang sering kita lakukan. Jika kita belum masuk pada tipe Iwan, segera rubah diri dan putar haluan agar bisa banyak memberikan manfaat kepada orang lain. Bukankah kita sadar sekali, setiap tindakan baik apapun akan bernilai sebagai ibadah. Sekarang, hak penuh ada pada tangan kita, mulai melakukan seperti yang Iwan lakukan pada konteks yang lain atau tidak….
Artikel lainnya dapat di akses di http://yantsubiyanto.blogspot.com, Salam Sukses Selalu...
Menuju Sumber Daya Era Maju dengan Belajar dan Belajar pada Tahapan Proses 5M
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Yant Subiyanto
|
 |
Meja Kerja, Pekerjaan Dan Keluarga
|
 |
Self Power Boneka Shaolin
|
 |
This Not My Job
|
 |
Menjadi Trainer, Wajib !
|
 |
Memberi dan Menerima
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Listen And Learn Then Speak
(Artikel Anda) -
Kamis, 30 Juli 2009
|
 |
Sales Script
(Artikel Anda) -
Rabu, 05 Agustus 2009
|
 |
Pekerja Keras Vs Pekerja Smart
(Artikel Anda) -
Minggu, 16 Agustus 2009
|
 |
Rencana Tanpa Tindakan
(Artikel Anda) -
Rabu, 26 Agustus 2009
|
 |
Membangun KeyakinanDiri
(Artikel Anda) -
Jumat, 04 September 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Pelajaran Dari Sebuah Ember
(Artikel Anda) -
Senin, 06 Juli 2009
|
 |
Sang Pemecah Rekor Dunia
(Artikel Anda) -
Selasa, 30 Juni 2009
|
 |
Pesawat Balik Lagi Setelah 30 Menit Di Udara
(Artikel Anda) -
Jumat, 26 Juni 2009
|
 |
Bekicot...oh, Bekicot...!
(Artikel Anda) -
Selasa, 23 Juni 2009
|
 |
Penuhi Hari Hari Dengan Bersyukur !
(Artikel Anda) -
Senin, 22 Juni 2009
|
|
|