Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai
Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia !
 
 
 

             

Baca Juga
• Andrie Wongso
  Senin, 04-Desember-2006
  10:01:21 WIB
The Power Of SMS No. 25
• Andrie Wongso
  Rabu, 25-Oktober-2006
  15:29:37 WIB
Kekuatan Keberanian
• Andrie Wongso
  Senin, 24-September-2007
  16:24:50 WIB
Kurir Istimewa
• Andrie Wongso
  Senin, 09-Oktober-2006
  14:36:00 WIB
Keberanian Mengambil Resiko
Shopping Product
Gelas Kaca Motivasi

Lengkapi kesuksesan Anda dengan gelas eksklusif bertorehkan kata "Luar biasa!" ini

 

Maaf, Stok untuk produk ini sedang tidak ada

 
View Shopping Product

Pembaca Setia
Artikel Tetap
Senin, 22-Juni-2009; 14:56:57 WIB
Semangkuk Bakso
( 1 Komentar )
Rating Artikel :
Oleh : Andrie Wongso
Audio/Video :

Save page as PDF

Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.

"Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati. "Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!"

Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.

Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.

"Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.

"Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang," jawabnya tersipu malu.

"Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak."

Putri pun segera duduk di dalam.

Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, "Lho, kenapa menangis, neng?" tanya si abang.

"Saya jadi ingat ibu saya, nang. Sebenarnya... hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang."

"Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho."

Putri seketika tersadar, "Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?"

Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,

"Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu."

"Ibu, maafkan Putri, Bu," Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.

Teman-teman yang luar biasa,

Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih. Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oleh orangtua dan saudara tidak tampak di mata kita. Seolah menjadi kewajiban orangtua untuk selalu berada di posisi siap membantu, kapan pun.

Bahkan, jika hal itu tidak terpenuhi, segera kita memvonis, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak sendirilah, atau dilanda perasaan sedih, marah, dan kecewa yang hanya merugikan diri sendiri. Maka untuk itu, kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis dengan keluarga, orangtua, saudara, dan dengan masyarakat lainnya.

Salam sukses luar biasa!!



Share on Facebook SocialTwist Tell-a-Friend baca berita di lintas berita | Infogue.com
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Namun, Redaksi JUGA berhak memilih komentar yang akan ditayangkan (yaitu komentar yang sesuai dan positif). Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
 
Tanggal Komentar: Kamis, 30-Juli-2009; 11:15:25
  Nama Pengirim Komentar : ika
  "kadang kita memang sering tidak menghargai apa yang telah di berikan orang lain kpd kita,,, karena sikap meremehkan ato menganggap hal itu biasa saja tidak special. kita harus sll ingat untuk bersyukur ats apa yang ada,atas kebahagiaan,perhatian,dan ksh sayang dgn cara yg bermacam2,dari orang2disekitar kita."
 Komentar Lainnya
           
( View : 7470 | Refer : 10 | Print : 122 | Rate : 9.00 / 1 Votes )
Artikel Selanjutnya
Pemenang - Jumat, 26-Juni-2009; 10:06:11
Homeostatis di Subconscious Mind, Si Penghambat Kesuksesan Tanpa Batas - Selasa, 30-Juni-2009; 09:27:03
Fenomena Ketik Reg Ramal - Kamis, 02-Juli-2009; 09:30:20
Nilai Kehidupan - Senin, 06-Juli-2009; 17:20:59
Berkomunikasi Tanpa Emosi - Jumat, 10-Juli-2009; 11:26:17
Artikel Sebelumnya
Saya Banget! - Senin, 22-Juni-2009; 10:16:07
Bahaya Otak Kanan - Senin, 15-Juni-2009; 08:30:31
Kaktus dan Ulat - Jumat, 12-Juni-2009; 15:43:19
Rule Of Engagement - Selasa, 09-Juni-2009; 19:15:24
Menolong dengan Menumbuhkan Semangat dan Kemampuan Berwirausaha - Senin, 08-Juni-2009; 09:13:16
AW Jumlah Pengunjung
Total Pengunjung
(Sejak 10/10/2006)
2625465
Pengunjung Kemarin 3961
Pengunjung Hari Ini 416
Online 21
Pengiriman Artikel dan AW Jokes
Jika Anda ingin mengirimkan Artikel, silahkan tekan tombol dibawah ini
Layanan Operator
Operator
Sitemap | Contact Us | Privacy Policy Copyright © 2007, Andriewongso.com - Action & Wisdom Motivation Training, All Rights Reserved