Selamat untuk para juara
turnamen tenis grand slam Perancis Terbuka (25 Mei-7 Juni 2009)! Kita punya juara yang tidak terduga, khususnya pada nomor tunggal putra dan tunggal putri.
Juara pada nomor tunggal putra adalah petenis nomor dua dunia asal Swiss, Roger Federer. Pada Minggu (7/1) di lapangan tanah liat Roland Garros, Paris, ia menundukkan petenis Swedia, Robin Soderling, dalam tiga set langsung 6-1, 7-6, 7-4.
Saat Perancis Terbuka dimulai, tidak banyak orang yang menduga bahwa Federer mampu juara. Ya, ia memang jagoan di turnamen-turnamen grand slam lainnya (Australia Terbuka, AS Terbuka, dan Wimbledon). Namun, ia belum pernah bisa juara di Perancis Terbuka! Selama tiga tahun terakhir (2006, 2007, 2008), walaupun selalu bisa menembus babak final, ia selalu kalah oleh lawan yang sama: Rafael Nadal, petenis Spanyol berperingkat 1 dunia.
Apa yang terjadi tahun ini? Ternyata Nadal kalah oleh Soderling di babak keempat dan Federer akhirnya bisa berjaya di final.
"Sepertinya, ini kemenangan terbaik yang pernah saya dapatkan sepanjang karir saya," kata Federer. Menurut Federer, yang berkarir sejak 1998, ia bisa menang karena punya motivasi tinggi. Dan, ia telah bekerja keras agar bisa bermain lebih baik dari semua lawannya.
Sementara itu, juara tunggal putri adalah petenis Rusia, Svetlana Kuznetsova. Pada Sabtu (6/6), ia menang 6-4 6-2 atas Dinara Safina, pemain tunggal putri nomor satu dunia. Padahal banyak orang memperkirakan, Safina akan menang.
"Saya bermain dengan baik kali ini karena tak terlalu merasa tertekan. Tentu saja di dalam diriku juga ada banyak emosi! Tapi aku bisa mengendalikannya sehingga bisa menjadi juara. Ini adalah momen terbaikku," ungkap Kuznetsova usai pertandingan. "Mungkin Safina merasa amat tertekan karena dia adalah pemain nomor satu dan unggulan utama, yang harus meraih kemenangan di sini."
Safina jelas kecewa karena kekalahan ini. Sama seperti tahun lalu, ia hanya bisa menjadi runner-up di turnamen ini. Namun ia mau mengevaluasi diri. "Aku sangat ingin menang. Tapi aku tak mampu mengatasi tekanan. Di lapangan, aku tidak melakukan hal-hal yang seharusnya aku lakukan. Mentalku tidak cukup kuat! Saya akan datang lagi tahun depan untuk mencoba kembali. Saya harap, pada suatu hari, saya bisa juara di sini."
Apakah Safina mampu mencapai harapannya? Kita tunggu kiprahnya di turnamen yang sama, tahun depan!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Team Andriewongso.com
|
 |
Mulai Febuari Ricky Hatton Latihan Untuk Hadapi Paqcuaio
|
 |
Arnold Scwarzenegger
|
 |
Robot Untuk Belajar Teknologi
|
 |
Djokovic Juara Paris Masters
|
 |
Kebakaran Hebat di Yunani
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Evaluasi Piala Sudirman 2009
(Sports Corner) -
Rabu, 10 Juni 2009
|
 |
CR7 = Rp1,3 Triliun
(Sports Corner) -
Jumat, 12 Juni 2009
|
 |
Perempat Final Djarum Indonesia Open Super Series
(Sports Corner) -
Jumat, 19 Juni 2009
|
 |
Tiga Bertahan
(Sports Corner) -
Sabtu, 20 Juni 2009
|
 |
Final Indonesia Open
(Sports Corner) -
Minggu, 21 Juni 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Barcelona Juara Eropa
(Sports Corner) -
Kamis, 28 Mei 2009
|
 |
Kekalahan Michael Phelps
(Sports Corner) -
Selasa, 19 Mei 2009
|
 |
China Juara Piala Sudirman
(Sports Corner) -
Minggu, 17 Mei 2009
|
 |
Indonesia Tersingkir
(Sports Corner) -
Sabtu, 16 Mei 2009
|
 |
Indonesia Runner-Up Grup 1B
(Sports Corner) -
Jumat, 15 Mei 2009
|
|
|