Kisah sukses raja-raja nusantara di masa lampau ternyata banyak yang relevan dengan konsep manajemen modern. Kisah berikut ini menunjukkan betapa konsep Resource Leverage-nya Gary Hamel & C.K. Prahalad ternyata sangat relevan dengan kiat sukses dari Kerajaan Mataram.
Mataram adalah salah satu kerajaan terbesar di nusantara yang telah berjasa menciptakan dasar-dasar pertanian modern. Keberadaan Karawang sebagai daerah lumbung padi merupakan salah satu warisan Kerajaan Mataram. Karawang dulu merupakan basis logistik saat proses penyerbuan Mataram ke VOC di Batavia.
Panembahan Senopati -pendiri Mataram- sesungguhnya adalah seorang buangan dari Kerajaan Pajang di pesisir utara Jawa. Wilayah Jawa bagian selatan -sebagai tempat hukuman- dianggap sebagai daerah tanpa potensi ekonomis apapun. Namun tangan dingin dan motivasinya yang luar biasa berhasil menyulap Yogyakarta menjadi daerah yang makmur dan menjelma menjadi kerajaan yang sangat kuat. Panembahan Senopati telah memberikan contoh mengenai kejelian melihat peluang di balik kesulitan.
Tanah yang subur di kaki Gunung Merapi-Merbabu bukanlah satu-satunya modal kesuksesan Mataram. Di samping motivasinya yang luar biasa untuk menyaingi kebesaran Pajang, ada beberapa kiat menarik dari Mataram yang akan kita kupas berdasarkan konsep Resouce Leverage (sumber daya sebagai daya ungkit) dari Hamel & Prahalad.
Pertama, convergence & focus, suatu perusahaan harus benar-benar memusatkan sumber daya pada cita-cita yang dianggap benar dan ingin dicapai. Mataram memang mengalokasikan segenap sumber dayanya untuk mengembangkan sektor pertanian. Mungkin itulah sebabnya, dewasa ini, dari ribuan kilometer pesisir selatan Jawa, hanya wilayah Yogyakarta-lah yang tidak memiliki masyarakat nelayan.
Kedua, extracting & borrowing, meminjam pengalaman perusahaan lain, bekerjasama dengan perusahaan yang sudah menguasai teknologi tertentu. Saat Mataram sudah mulai "besar", para penguasa Mataram mulai merasakan perlu adanya dukungan dari simbol-simbol kekuasaan di tanah Jawa. Melalui serangkaian upaya lobbying, mereka berhasil membujuk Kesultanan Demak untuk meminjamkan tombak Kiai Plered, yang pada masa itu sangat dihormati oleh rakyat Jawa. Sampai detik inipun tombak Kiai Plered masih tersimpan rapi di Keraton Yogyakarta.
Ketiga, blending & balancing, kemenangan sebuah perusahaan akan lebih terjamin bila berhasil menggabungkan berbagai keunggulannya dalam beberapa teknologi yang berbeda. Mataram secara demografis dihuni oleh mayoritas masyarakat muslim. Di samping itu, secara tradisional masyarakat Yogyakarta sangat menghormati Laut Selatan Jawa. Penguasa Mataram melihat perlunya menggabungkan dua hal tersebut untuk dapat lebih meningkatkan kewibawaan raja Mataram di mata rakyat Jawa.
Langkah pertama, Sultan Agung, raja ke-2 Mataram, melobby syarif (walikota Mekah pada masa itu) untuk mengakui eksistensi Raja Islam di tanah Jawa. Sejak saat itulah istilah "Agung" resmi digunakan. Upaya ini dilakukan antara lain untuk menandingi pengaruh wali songo di tanah Jawa.
Langkah kedua, Sultan Agung menciptakan mitos bahwa raja Mataram berhasil memperistri Nyai Roro Kidul, penguasa laut selatan Jawa. Mitos ini berhasil meningkatkan wibawa raja Mataram di mata rakyat Jawa.
Pada masa itu, pemikir-pemikir modern seperti Hamel & Prahalad memang belum lahir. Namun raja-raja Mataram telah mempunyai pikiran yang sangat progresif, bahkan jauh melampaui zamannya.
Apa yang dapat kita petik dari kisah di atas? Ternyata bahwa untuk meraih sebuah kesuksesan dibutuhkan banyak sekali kerja keras. Motivasi dan tekad yang kuat adalah bahan dasar yang mutlak diperlukan. Namun dibutuhkan juga kejelian dalam melihat peluang dan kemampuan abstraksi untuk "memprediksi" masa depan.
Tommy Setiawan
Email :blowbytommy@yahoo.com
Telepon : 0812 80 56772
Penulis adalah seorang pelaku bisnis MLM dan penulis buku BLOW! (Benefit-Leadership-Organize-Worldly).
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tommy Setiawan - Pelaku bisnis MLM dan Penulis Buku
|
 |
Membangun Value, Mari Berkaca Pada Kaisar Hirohito
|
 |
Resource Leverage, Kunci Sukses Kerajaan Mataram
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Asset No. 1 - Kunci Sukses
(Artikel Anda) -
Sabtu, 03 Maret 2007
|
 |
Roda Nasib Itu Default Nya Memang Selalu Berputar
(Artikel Anda) -
Senin, 05 Maret 2007
|
 |
Setiap Kejadian Adalah Netral-respon Kita Yang Menjadikannya Suatu Makna
(Artikel Anda) -
Rabu, 07 Maret 2007
|
 |
Gali Bakat Terpendam Kita
(Artikel Anda) -
Kamis, 08 Maret 2007
|
 |
Resep Sukses Berwirausaha Dengan Empat " Ti "
(Artikel Anda) -
Jumat, 09 Maret 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Memaknai "Bangun Dan Tidur" Untuk Kesuksesan
(Artikel Anda) -
Selasa, 27Februari 2007
|
 |
Perjuangan Menghadapi Tantangan Hidup
(Artikel Anda) -
Sabtu, 24 Februari 2007
|
 |
Bakat
(Artikel Anda) -
Kamis, 22 Februari 2007
|
 |
Berani Tampil Beda
(Artikel Anda) -
Selasa, 20Februari 2007
|
 |
Akhir Perjalanan
(Artikel Anda) -
Senin, 19 Februari 2007
|
|
|