|
|||
|
Penulis : Haryo Ardito
Rating Artikel :
Senin, 16-Pebruari-2009
Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mudi yang sudah bersiap bernyanyi diiringi beberapa pemuda yang memainkan alat band.Namun suasana hujan diluar ditambah alat pendingin membuat ruangan terasa beku seolah mereka tak bersuara tenggelam oleh hentakan suara band yang keras.
Kemudian majulah seorang gadis muda menggantikan rekannya berdiri di podium, dengan suara yang keras dan wajah bersinar penuh keceriaan gadis muda yang bernama Kezia itu mengajak semua muda mudi berdiri, menyanyi lebih keras, bertepuk-tangan, bergerak aktif dan bervariasi, suasana kaku sontak berubah hangat, penuh semangat dan ceria. Pada pertengahan abad ke-enam di China, saat itu dua kelompok pasukan dari dua kerajaan besar sedang bertempur.Sebulan sudah mereka berperang hingga kelelahan dan memasuki masa gencatan senjata setelah peperangan yang memakan korban ribuan orang mati dan ratusan terluka.
Pada suatu malam seorang jenderal bernama Shiaw Kwan dari kerajaan Chou sedang membahas strategi perang di sebuah tenda bersama beberapa panglima lainnya serta seorang penasehat tua. Menjelang pagi, si penasehat tua mengajak Shiaw Kwan keluar sejenak dari tenda untuk menghirup udara segar.Sembari duduk di antara rerumputan basah karena hujan dan dinginnya malam, Shiaw Kwan mengambil beberapa kayu mencoba menyalakan api namun kayu-kayu yang basah karena hujan itu tak kunjung terbakar. Si penasehat tua menyuruh seorang pengawal mengambil beberapa kayu bakar kering yang ada di salah satu tenda dan menyalakan api.Dalam waktu singkat kayu-kayu kering itu terbakar menghangatkan tubuh mereka. "Sekarang masukkan kayu-kayu basah itu kedalam api unggun ini" kata si penasehat tua itu, dan ketika Shiaw Kwan memasukkan potongan kayu basah itu kedalam api unggun, maka kayu-kayu basah itu pun dengan mudah ikut terbakar dan membara. "Kumpulkan pasukan yang memiliki semangat dan daya juang tinggi, pimpin mereka, kobarkan semangatnya kemudian masukkan para prajurit yang loyo kedalamnya, maka mereka semuanya akan membara seperti api unggun ini.
salam bijaksana, |
|||
|
|||
| ( View : 1168 | Refer : 2 | Print : 63 | Rate : 9.00 / 1 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Pikat Pelanggan Dengan Reflective Listening (Artikel Tetap) - Selasa, 17-Pebruari-2009 | ||
| • | Hadirkan Keagungan Tuhan Dalam Kerja (Artikel Tetap) - Rabu, 18-Pebruari-2009 | ||
| • | Hujan-hujanan (2) (Artikel Tetap) - Kamis, 19-Pebruari-2009 | ||
| • | Siapakah Penentu Sukses Anda? (Artikel Tetap) - Jumat, 20-Pebruari-2009 | ||
| • | To Be A Great Best Leader (Artikel Tetap) - Sabtu, 21-Pebruari-2009 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Catatan Kecil Di Hari Valentine (Artikel Tetap) - Sabtu, 14-Pebruari-2009 | ||
| • | Cermin (Artikel Tetap) - Jumat, 13-Pebruari-2009 | ||
| • | Hope Will Keep Us Alive (01) (Artikel Tetap) - Kamis, 12-Pebruari-2009 | ||
| • | Antara Anugrah Dan Bencana (Artikel Tetap) - Kamis, 12-Pebruari-2009 | ||
| • | Hujan-hujanan (1) (Artikel Tetap) - Rabu, 11-Pebruari-2009 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



