|
|||
|
Penulis : Seng Guan CPLHI
Rating Artikel :
Sabtu, 17-Januari-2009
Ketik Reg, spasi abc kirim ke 123 akan akan mendapat ramalan yang sesuai dengan diri Anda. Seberapa sering kita mendengar hal-hal semacam ini di Televisi dewasa ini? Apalagi menjelang tahun baru chinese seperti saat ini, biasanya buku-buku pemberuntungan akan sering kita jumpai, orang berbondong-bondong mencari tahu apa yang akan mereka hadapi di tahun yang baru kelak (dengan berbagai cara dan dengan berbagai media, termasuk di antaranya melalui teknologi SMS) seakan-akan semua sudah tertulis jelas untuk mereka, seakan-akan “orang pintar” itu lebih mengetahui masa depan kita dari pada diri kita sendiri” Mungkin bahasan kita di bawah ini membuat kita menyadari bahwa sang peramal dari cerita ini jauh lebih pintar dari peramal-peramal yang sedang beraksi di televisi kita saat ini. Seperti cerita-cerita yang lain, mari kita mulai dengan kalimat “Pada suatu hari yang cerah.....” Seorang pemuda tampak kebingungan dengan nasibnya yang ia nilai selalu tidak mujur, sebagai solusinya ia segera mencari seorang guru spiritual yang konon selalu berhasil menyelesaikan permasalahan yang ada. Setelah berhasil bertemu dengan sang guru dan mengutarakan maksudnya, ia pun dibawa di depan sebuah gerbang sekolah, dan membuka praktek “RAMALAN” di sana. Sang Pemuda itu heran dengan tindakan sang guru, yang bukannya memberikan solusi atas permasalahannya, malah membawanya mencari “objekan” di dekat sekolah. (Tapi karena tekadnya sudah bulat, sang pemuda cuek dengan kekonyolan itu, ia berpikir mungkin sang guru sedang menguji kesabarannya sebelum ia menyelesaikan permasalahannya, ia juga pernah mendengar sang guru pernah membenamkan seorang muridnya sampai pingsan hanya untuk menunjukkan padanya arti perjuangan hidup, setelah sadar orang yang dibenamkan itu mencapai pencerahannya, “Seperti saat mengambil napas ketika dibenamkan seharusnya perjuangan hidupmu” itulah kata sang guru, satu pelajaran yang indah, tapi melalui proses yang tidak lazim) Dan Sang pemuda itu berharap ia akan mencapai titik pencerahannya segera. Setelah beberapa saat berdiri menemani sang guru, akhirnya pemuda itu tahu kalau pada saat itu sekolah tersebut sedang melakukan proses seleksi siswa baru, dimana mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari 3 siswa untuk memudahkan pengujian. Seorang Peramal di depan gerbang sekolah akan selalu menarik perhatian, beberapa peserta tertarik untuk mempertanyakan peluang mereka dalam mengikuti seleksi tersebut, awalnya hanya satu kelompok saja, tapi beberapa saat kemudian kelompok-kelompok lain pun menyusul mempertanyakan hal tersebut. Anehnya, dari setiap kelompok yang bertanya, jawaban dari sang guru selalu sama. Ia hanya mengangkat satu jarinya saja, sambil mengatakan kalau mereka hanya membayarnya jika ramalan beliau telah terbukti kebenarannya. (Si Pemuda bingung dengan tindakan Sang Guru, tapi ia terus berharap ia dapat menemukan pembelajaran darinya) Waktu pun berjalan dengan mulus, hari yang ditunggu pun telah tiba. Pengumuman hasil seleksi akhirnya terpangpang di depan sekolah, dan sang Guru masih setia menanti para kliennya, menunggu bayarannya. Aneh, sekali lagi keanehan terjadi, semua kelompok ternyata membayar jasa sang peramal tersebut. “Jitu” kata mereka, padahal beliau hanya mengangkat satu jari tangan, padahal ada yang gagal dan ada yang berhasil bahkan ada beberapa kelompok yang ketiga siswanya tak berhasil semua. Timbul pertanyaan pada pemuda itu, “Kenapa sang Guru dianggap sebagai peramal yang jitu, padahal hasilnya berbeda satu sama lain?” Pembelajaran pun dimulai, Sang Guru berkata bahwa “satu jari tangan saya telah diartikan oleh mereka sesuai dengan keinginan mereka, mereka yang ingin gagal memilih untuk gagal dan mereka yang ingin berhasil memilih untuk berhasil” “Ketika satu jari saya diangkat, kelompok yang memilih untuk berhasil menyakinkan diri mereka bahwa keberhasilan adalah hak mereka, mereka akan segera mengartikan bahwa mereka semua memiliki satu hasil, yaitu mereka lulus semua” “Sedangkan kelompok yang memilih untuk gagal, mengartikan bahwa mereka semua mimiliki satu nasib sial yang sama, yaitu sama-sama gagal dalam seleksi tersebut” “Lalu, kalau ada di antara kelompok tersebut, salah satunya berpikiran positip sedangkan kedua siswa lainnya berpikiran untuk gagal, maka satu jari itu diartikan bahwa hanya ada satu siswa yang lulus” “Atau sebaliknya, kalau ada di atanta kelompok tersebut, salah satunya berpikiran negatif sedangkan kedua siswa lainnya berpikiran untuk berhasil, maka satu jari itu diartikan bahwa hanya ada satu siswa yang gagal, yaitu ia yang menginginkan kegagalan tersebut” Blink! Blink! Blink! Pencerahan pun datang. Waw, Pemuda itu terkejut mendengar ulasan sang Guru, ia tak menyangka Sang Guru ternyata Peramal yang selalu berhasil.Lalu mari kita kembali ke dunia kita yang keras, yang penuh tantangan, Ketika kita mengartikan bahwa hidup kita ini ada derita, maka kita akan menderita, ketika kita mengartikanya sebagai anugerah, maka tercerahkanlah kita. Selamat menyambut Tahun Kerbau, semoga hari-hari kita adalah hari-hari yang cerah. Salam Pencerahan Seng Guan CPLHI PSDM Siddhi Medan Sekretaris MBI Medan Pemilik blog di http://www.sengguan-wisdom.blogspot.com sengguanjr@yahoo.com |
|||
|
|||
| ( View : 2083 | Refer : 0 | Print : 74 | Rate : 7.00 / 1 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Gagasan (Artikel Tetap) - Senin, 19-Januari-2009 | ||
| • | Akibat Komunikasi Koruptif (Artikel Tetap) - Selasa, 20-Januari-2009 | ||
| • | Heroic Leadership I (Artikel Tetap) - Kamis, 22-Januari-2009 | ||
| • | Moment Of Change (Artikel Tetap) - Jumat, 23-Januari-2009 | ||
| • | Anak Kucing (1) (Artikel Tetap) - Selasa, 27-Januari-2009 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Nasi Kucing (2) (Artikel Tetap) - Jumat, 16-Januari-2009 | ||
| • | Maafkan Saya (Artikel Tetap) - Kamis, 15-Januari-2009 | ||
| • | Fenomena Alam Bawah Sadar Membengkak (Artikel Tetap) - Rabu, 14-Januari-2009 | ||
| • | How To Start A Business (Artikel Tetap) - Selasa, 13-Januari-2009 | ||
| • | 2009 : The Year Of Opportunity (Artikel Tetap) - Senin, 12-Januari-2009 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



