Tanggal 29 Desember 2008 umat Islam memasuki tahun baru 1 Muharam 1430 H, dan kita akan memasuki tahun baru 2009 dan bagi saudara kita keturunan Thionghoa tanggal 26 Januari nanti akan merayakan tahun baru Imlek pergantian shio menjadi tahun Kerbau.
Apa makna ini semua buat kita? Kerbau dikenal merupakan jenis hewan pekerja keras, jika diambil positifnya maka pada tahun 2009 ini pun kita dituntut untuk mampu bekerja lebih keras dan lebih smart lagi. Hanya mereka yang bersedia berjuang dan terus berusaha, akan dapat melalui tahun 2009 dengan hasil gemilang, dan Insya Allah akan mendapatkan hasil yang lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Mengapa demikian? Setelah pertengahan 2008 kita ketahui dan rasakan bahwa krisis perekonomian global melanda dunia dan dampaknya mulai dirasakan di Indonesia. Semua barang-barang import mengalami kenaikan harga luar biasa. Di tengah-tengah demand yang menurun, hampir semua produsen menaikkan harga jual produk/jasa industrinya. Belum lagi pemutusan hubungan kerja karyawan banyak terlihat di Amerika, Eropa dan Jepang (semoga hal ini tidak terjadi di Indonesia). Krisis ini mengingatkan kita akan krisis ekonomi yang melanda Asia di tahun 1997/1998 lalu.
Sebagai insan manusia biasa kita tentu banyak berharap bahwa tahun baru akan menjadi babak baru kesuksesan, kesehatan, ketaqwaan dan berbagai harapan lain untuk kita semua untuk lebih maju, lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Namun kita juga sadar, jika kita hanya mengharap dan mengharap maka semua harapan akan sia-sia belaka. Tahun baru memerlukan suatu action-action baru atau tindakan-tindakan nyata yang baru. Jika di tahun-tahun sebelumnya semua daya upaya kita belum menunjukkan hasil seperti yang diharapkan, kini saatnya kita berbenah. Berintrospeksi diri, melihat kembali haal-hal yang menghambat kesuksesan kita. Mayoritas penghambat kesuksesan kita sebenarnya bukan pada orang lain, namun lebih banyak ke diri sendiri! Kita terbiasa dibesarkan dengan iklim saling menyalahkan, saling mencurigai dan kurang mengapresiasi suatu prestasi orang lain. Hal mendasar yang kita saksikan marak belakangan ini adalah masalah Pilkada. Pesta demokrasi yang menghabiskan biaya yang tidak sedikit ini hampir selalu diakhiri dengan protes pihak yang kalah. Mereka menggugat karena merasa dicurangi. Akhirnya terjadi pembengkakan biaya yang tidak perlu. Kita mesti belajar mengapresiasi kawan maupun lawan dalam segala hal. Mengapresiasi bukan berarti menurunkan harga diri kita, justru akan semakin meningkatkan respek orang lain terhadap kita.
Tahun 2009 tentu saja tetap merupakan tahun penuh harapan. Tahun kerja keras. Semua tahun menyimpan suatu potensi meskipun itu berbeda porsi dan kesempatannya. Krisis ekonomi akan lebih terasa di semester awal 2009, namun kita percaya pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengurangi dampak krisis ekonomi yang merugikan rakyat banyak. Di dunia usaha, pasar akan cenderung stagnan, lesu namun tentu saja tidak di semua bidang. Belajar dari krisis 1997/1998 banyak sektor yang jatuh bangun namun banyak sektor baru yang memberi harapan. Masih segar dalam ingatan kita saat itu sektor yang berhubungan dengan industri makanan tumbuh pesat di mana-mana. Krisis bukan berarti mengurangi jatah makan setiap orang. Banyak orang stress justru larinya ke makanan.
Intinya setiap ada tantangan sesungguhnya di balik itu ada peluang. Setiap orang tidak sama dalam menyikapi suatu peluang. Orang positif akan melihat suatu peluang meskipun itu di antara himpitan, cobaan atau hambatan sekalipun. Sementara orang yang berpikiran negatif akan melihat suatu ancaman meskipun sebenarnya dia lagi mendapat suatu peluang yang sangat bagus sekalipun. Ingat peluang adalah bertemunya kesempatan dan kesiapan kita. Jika pada saat peluang datang mengetuk pintu kita, sementara kita tidak siap maka peluang tersebut akan terbang sia-sia. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Selamat datang tahun Baru 2009, tahun penuh harapan dan tahun kesuksesan buat kita semua!
Salam never give-up!
Final Prajnanta
Penulis masalah motivasi, bisa dihubungi di finprajnanta@gmail.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Final Prajnanta ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Faktor Luck Dalam Kesuksesan
|
 |
The Power Of Open Mind
|
 |
Mengucapkan Terimakasih
|
 |
Harapan Dan Tantangan Di Tahun Baru 2009
|
 |
Bangkit Dari Kegagalan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Renungan Akhir Tahun
(Artikel Tetap) -
Jumat, 02 Januari 2009
|
 |
Krisis Global Vs Krisis Pribadi
(Artikel Tetap) -
Senin, 05 Januari 2009
|
 |
Ulat Bulu
(Artikel Tetap) -
Selasa, 06 Januari 2009
|
 |
Live With Hope And It Is Your Time To Shine In 2009
(Artikel Tetap) -
Kamis, 08 Januari 2009
|
 |
AGAR MIMPI MENJADI NYATA
(Artikel Tetap) -
Jumat, 09 Januari 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Krisis? Terus Kenapa?
(Artikel Tetap) -
Rabu, 31 Desember 2008
|
 |
Teman Istriku Cantik Sekali
(Artikel Tetap) -
Rabu, 24 Desember 2008
|
 |
Do More To Achieve More
(Artikel Tetap) -
Senin, 22 Desember 2008
|
 |
Buanglah Sampah Pada Tempatnya
(Artikel Tetap) -
Rabu, 17 Desember 2008
|
 |
Perahu Dalam Botol
(Artikel Tetap) -
Senin, 15 Desember 2008
|
|
|