Wah,
semakin gawat nih situasi di kantor . Tahun depan kayanya makin parah deh,
nggak tahu lagi perusahaan bisa bertahan sampai kapan. Jawab Hendra melalui sms. Sudah lama kami tidak
bertemu dan beberapa hari yang lalu saya sms menanyakan kabarnya. Kemudian kami
melanjutkan obrolan melalui telepon. Dalam curhatnya Hendra kelihatan pesimis
sekali dengan keadaan ekonomi sekarang. Perusahaan ekspor
tempatnya bekerja kelihatannya mulai terkena dampak krisis finansial
karena basis pasarnya mencakup sebagian besar wilayah Eropa.
Dampak
krisis kali ini memang sangat luas dan menimpa hampir semua orang, kecuali
komunitas yang memang belum bersentuhan dengan peradaban modern. Tetapi besar
kecilnya dampak tentunya tidak sama untuk semua orang. Dan..., tidak seorangpun
yang bisa memprediksi sampai kapan krisis ini akan berakhir. Beberapa indikator
ekonomi seperti indeks saham, suku bunga dan kurs dollar US tidak menunjukkan
tanda-tanda perbaikan, malah berita-berita di media lebih banyak negatif isinya .
Presiden
Korea Selatan Lee Myung-Bak memprediksikan situasi akan membaik paling cepat dalam
3 tahun. Robert Zoellick, Presiden Bank Dunia menyampaikan bahwa sejak 1982
untuk pertama kali dunia mengalami pertumbuhan negatif dan setiap penurunan 1%
dari pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi kesejahteraan 20 juta orang.
Beberapa
rekan yang sempat terkena imbas krisis
kali ini malah menghindar dari berita-berita ekonomi untuk mengurangi stress, menurut
mereka. Selama berminggu-minggu mereka tidak membaca koran atau internet dan
hanya membaca bacaan populer.
Sebenarnya
situasi krisis ini dapat diilustrasikan seperti situasi meluapnya air dari
sungai yang ancaman banjirnya menimpa suatu daerah. Semua orang bergotong
–royong membuat tanggul untuk membendung sungai. Ramai-ramai membuat tanggul
darurat dari karung yang berisi pasir
dan diperkuat batu-batu besar.
Skenario
1: beberapa orang mulai mengatakan tidak
ada harapan, banjir akan semakin besar dan tanggul tidak akan kuat, maka orang-orang
mulai patah semangat. Satu persatu mulai
mundur menyelamatkan diri dan yang lain pasrah menunggu hantaman banjir.
Akhirnya banjir besar pun akan benar-benar menghantam tanggul yang setengah
jadi.
Skenario
2: orang-orang bersikap optimis dan berusaha terus saling menjaga semangat
rekan-rekannya. Semuanya berusaha sekuat tenaga menyelesaikan tanggul
bersama-sama, maka efek banjir tidak akan terlalu parah.
Dalam
krisis finansial ini, jika ada pihak yang mundur atau memperkeruh situasi
(spekulasi dollar, menahan pembayaran yang jatuh tempo, membatalkan kontrak
penting, dsb) atau diam saja maka krisis yang lebih besar akan datang
menghantam. Tapi jika semua pihak berpikir positif dan mencari strategi yang
lebih kreatif tidak mustahil krisis akan lebih cepat berlalu. Jika sudah
terlanjur jadi korban tidak putus asa, mulai
dari konsolidasi lalu hubungi semua relasi, teman lama atau buka network baru
dan rencanakan semua kemungkinan yang kreatif dan masuk akal tentunya. Setelah
matang perhitungannya, langsung jalankan.
“Dalam setiap (tantangan) masalah selalu
terdapat peluang.” (Ir Ciputra)
Herman Kwok
Director of SemutApi Colony
www.semutapi.com
hermank@semutapi.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Herman Kwok
|
 |
Salah Tempat
|
 |
Branding... Siapa Butuh? Bagian 2
|
 |
Branding... Siapa Butuh? - Bagian 1
|
 |
Krisis? Terus Kenapa?
|
 |
Informasi Negatif
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Harapan Dan Tantangan Di Tahun Baru 2009
(Artikel Tetap) -
Kamis, 01 Januari 2009
|
 |
Renungan Akhir Tahun
(Artikel Tetap) -
Jumat, 02 Januari 2009
|
 |
Krisis Global Vs Krisis Pribadi
(Artikel Tetap) -
Senin, 05 Januari 2009
|
 |
Ulat Bulu
(Artikel Tetap) -
Selasa, 06 Januari 2009
|
 |
Live With Hope And It Is Your Time To Shine In 2009
(Artikel Tetap) -
Kamis, 08 Januari 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Teman Istriku Cantik Sekali
(Artikel Tetap) -
Rabu, 24 Desember 2008
|
 |
Do More To Achieve More
(Artikel Tetap) -
Senin, 22 Desember 2008
|
 |
Buanglah Sampah Pada Tempatnya
(Artikel Tetap) -
Rabu, 17 Desember 2008
|
 |
Perahu Dalam Botol
(Artikel Tetap) -
Senin, 15 Desember 2008
|
 |
Melompati Rintangan-rintangan Anda
(Artikel Tetap) -
Jumat, 12 Desember 2008
|
|
|